Hallo teman - teman semuanya ketemu lagi dengan tulisan dhevils mechanic, yang pasti tak jauh membahas dunia mechanic oil and gas industry entah itu terkait troubleshot, review equipment yang sering digunakan serta ide - ide cermerlang dalam menyelseikan permasalahan dilapangan dengan aman cepat dan tentu tidak banyak efford tetapi permasalahan terseleseikan dengan baik. Dan kali ini yuk kita bahas sedikit pengalaman kerja dhevils mechanic pada saat perbaikan unit engine Arrow yang pernah dhevils mechanic kerjakan. Ceritanya seperti apa? ikuti terus yuk tulisan dari dhevils mechanic ini.
Dhevils Mechanic! Kali ini kami akan membagikan catatan lapangan mengenai proyek besar yang baru saja kami selesaikan: General Overhaul (GOH) Arrow C-225.
Mesin satu silinder ini adalah "pekerja keras" di banyak lapangan minyak, namun seiring bertambahnya jam kerja (running hours), performa pasti menurun. Mari kita bedah langkah demi langkah proses restorasi mesin legendaris ini.
Baca juga :
1. Menolak Punah: Sejarah Singkat Arrow Engine
Arrow Engine Company didirikan pada tahun 1955 di Tulsa, Oklahoma. Desain seri C-Series (termasuk C-225) sebenarnya berbasis pada desain klasik yang sudah teruji sejak awal abad ke-20.
Filosofi Arrow sangat sederhana: Low Speed, High Torque, and Heavy Duty. Mesin ini dirancang untuk bekerja di lingkungan ekstrem dengan perawatan yang minimal. Meskipun teknologi mesin modern berkembang pesat, Arrow tetap menjadi pilihan utama untuk pumping unit karena kemampuannya menelan well gas (gas sumur) yang kualitasnya tidak stabil, sesuatu yang sulit dilakukan oleh mesin modern yang terlalu "pintar".
Engine Arrow dengan bahan bakar gas banyak sekali digunakan ditempat dhevils mechanic bekerja sebagai prime over dari pumping unit sebelum ke gusur oleh PLNisasi yang mengunakan elmot sebagai pengerak dari pumping unit tersebut dan sebelum gas dari casing tidak ada lagi.
2. Spesifikasi Teknis Arrow C-225
Sebelum membongkar, mekanik wajib paham apa yang mereka hadapi. Berikut adalah data teknis Arrow C-225:
| Parameter | Spesifikasi |
| Tipe | Single Cylinder, 2-Cycle, Gas Engine |
| Bore x Stroke | 7.5" x 8.5" |
| Displacement | 375 Cubic Inches |
| Rated Speed | 300 - 600 RPM |
| Horsepower | 24 - 44 HP (tergantung RPM) |
| Cooling System | Hopper atau Condenser Cooled |
| Fuel System | Gas Carburetor (Natural Gas/LPG) |
Pada waktu itu saat casing sumuran masih mengeluarkan gas bawaan sumur walau pressure kecil dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar dari engine Arrow ini. karena memang unit engine dengan merk Arrow ini masih tetap sangat handal walau dikasih bahan bakar yang langsung dari jalur casing sumuran, sehinngga pada proses pemompaan minyak dengan mengunakan puming unit ini tidak perlu mengeluarkan biaya bahan bakarntya, kita hanya mengeluarkan biaya perawatan dari unit gas engine tersebut.

Untuk Perawatan gas engine merk Arrow ini sangat efisien karena memang unitnya terdiri 1 culinder untuk type C106 dan 2 cilinder untuk type C225 sehingga tiudak banyak part yang harus di ganti atau di manitenannce, RPM yang di operasikan juga tidak terlalu tinggi hanya 500 sd 1000 RPM tergantung dari karekter sumur dan pumping unitnya. Apakah butuh SPM yang tinggi atau SL yang panjang.
Permasalahan di tempat dhevils mechanic bekerja adalah dari low performa dari unit engine Arrow sebagai pengerak Bukaka pumping unit. dimana unit engine ini sudah tidak ada tenaga dan suaranya pun sudah kasar, sehingga mau tidak mau kita mencari primeover penganti ndan unit ini kita bawa ke workshop untuk perbaikannya.

3. Tahapan General Overhaul (GOH)
Proses GOH di Dhevils Mechanic dilakukan dengan standar ketat:
A. Pembongkaran & Inspeksi
Sesampainya di worlshop unit labgsung kita lakukan cleaning terlebih dahulu supaya pada saat pembongkaran tidak terlalu banyak kotoran yang menempel pada part2 yang kita lepas nanti dan supaya workshop tetap bersih karena clenaing kita lakukan diluar dari ruangan tempat dhevils mechanic bekerja.
Setelah dilakukan cleaning lanjut pekerjaan pembongkaran dari unit, mulai accesories engine seperti fileter carbureator, kenalphot dan lain - lain yang kemudian dilanjutkan pembokaran cylinder head. Untuk model C225 ini cylinder head menjadi 1 sehingga lumayan berat dalam proses pembongkarannya sehingga membutuhkan 2 orang dalam proses pembongkarannya karena tidak mengunakan alar angkat bantu. dan dhevils sarankan pada prses pembongkaran cylinder head model C225 ini sebaiknya mengunakan alat bantu angkat supaya pinggang tidak sakit.
Pekerjaan dimulai dari top to bottom:
Cylinder Head: Melepas kepala silinder, memeriksa keretakan, dan kondisi dudukan katup.
Untuk cylinder head valve - valve kita lepas, seal guide kita ganti dan kita lakukan skuur ulang, untuk proses skuur dapat mengunakn boor listrik atau mengunakan tangan manual yaa, itu tergantung dari pilihan temen - temen dan proses skuur nya mengunakan paste yang kasar dahulu kemudian dilanjutkan ke paste halus, dan paste sangat halus supaya valve dapat menapak dengan sempurna pada seat valve. setelah pekrjaan skur selesei dilakukan pemaangan dari seal guide, spring dan locknya dan disini dilakukan pengetesan apakah valvenya bocor apa tidak? dan kebiasaan dari kami mengunakan bensin/ato minyak WD, jika tidak ada bocoran dinyatakan skuur nya bagus valve dan seat dapat menapak dengan sempurna, dan jika ada rembesan biasanya kita lakukan dengan skuur ulang.
2. Liner & Piston: Mengukur keovalan liner. Jika melebihi batas toleransi, re-honing atau penggantian liner wajib dilakukan.
Proses selanjutnya melepas connecxtingrod dan hal ini kita harus membuka jendela sebelah belakang terlebih dahulu baru melepas baut connceting rod. setelah baut connectingrod terlepas kita selanjutnya melepas piston, putar flywheel perlhan hingga piston bergerak menuju TMA kemudian lanjut dorong connectingrod mengunakan kayu atau karet atau benda yang lunak sehingga tidak melukai dari pistin atau connectingrod
Proses selanjutnya lepas cylinder liner, hal ini harus menguankan treker khusus. jika temen - temen tidak mempunyai treker khusus dapat mengunakan plat yng di bubut menyeseuikan bentuk dari ujung cylinder liner yang ditarik mengunakan baut yang panjang. karena ini liner type basah pengalaman dhevils mechanic tidak begitu berat dibanding engine yang mengunakan type cylinder liner kering. kekerasan awal biasanya pada saat narik pertama karena efek dari oring yang lengket
Setelah Cylinder liner terlaps pekerjaan di lanjutkan cleaning engine dari semua kotoran maupun minyak pelumas yang sduah membandel nempel pada body engine. sebaiknya gunakan cairan pembersih yang sesuai supaya minyak dan kotoran yang menempel dapat bersih dan kita tidak ada kendala dalam memasang part2 yang baru nanti.
3. Crankshaft: Memeriksa keausan pada main bearing dan connecting rod bearing.

B. Daftar Torsi Baut (Torque Specifications)
Kekencangan baut adalah kunci agar mesin tidak bocor atau "patah" saat beban tinggi. Berikut data torsi untuk Arrow C-225 (Pastikan baut dalam kondisi bersih dan dilumasi oli ringan):
Cylinder Head Bolts: 175 - 185 ft-lbs
Connecting Rod Bolts: 100 - 110 ft-lbs
Main Bearing Bolts: 175 - 185 ft-lbs
Flywheel Nut: 400+ ft-lbs (Gunakan kunci pukul/hitter dan pastikan keyway pas).
Spark Plug: 25 - 30 ft-lbs

Setelah pekerjaan cylinder head selesei dilakukan pemasangan conencting rod bearing yaa, dan sudah dipastikan kondis dari crankshaftnya masih bagus dan dilakukan pengukuran toleransi dari connecting rod bearing, disini mengunakan timah let yaa, dan kalian bisa beli timah ini di toko2 teknik. Setelah connecting rod terpasang dengan torsi boltnya sesui dengan standardnya, kemudian dilepas lagi untuk mengukur berapa ukuran dari timah letnya dengan mengunakan micrometer, jika masih masuk range dari manufature lanjut untuk pengerjaan berikutnya, tetapi jika udah jauh ukurannya maka dilakukan perbaikan crankshaft dengan undersize.
C. Pembersihan Jalur Oli & Air
Kami melakukan flushing pada jalur air pendingin untuk membuang kerak (scaling) dan memastikan pompa oli (oil pump) memberikan tekanan yang stabil ke crosshead dan bearings.

4. Test & Commissioning
Setelah mesin dirakit kembali (dengan semua seal dan gasket baru), tahap krusial berikutnya adalah pengetesan
:
Static Test: * Putar flywheel secara manual 2-3 putaran untuk memastikan tidak ada hambatan mekanis (mechanical jam).
No-Load Run (Break-in):
Load Test:
Final Tuning:
Kesimpulan
General Overhaul pada Arrow C-225 bukan sekadar mengganti komponen, tapi mengembalikan "nyawa" pada besi tua agar bisa kembali memompa minyak untuk 5-10 tahun ke depan. Presisi pada ukuran torsi dan ketelitian saat inspeksi adalah rahasia kesuksesan tim Dhevils Mechanic.
Punya masalah dengan Arrow Engine di lapangan? Serahkan pada ahlinya!