Skip to main content

Posts

Featured Post

Membedah Test Performance Pompa Multistage KSB di Workshop: Jangan Cuma Asal Berputar!

Halo sobat Dhevils Mechanic ! Setelah kita melakukan overhaul besar-besaran pada pompa Multistage KSB , langkah terakhir yang paling menentukan nasib kita di depan klien adalah Performance Test (Uji Kinerja). Banyak mekanik pemula yang menganggap kalau pompa sudah tidak bocor dan tidak bergetar itu sudah cukup. Padahal, tanpa test performance , kita tidak tahu apakah efficiency dan head pompa masih sesuai spek pabrikan atau sudah "ngempos". Yuk, kita bongkar prosedur dan cara baca datanya! 1. Persiapan Test Bench (Meja Uji) Di workshop, pompa multistage akan dipasang pada test bed . Beberapa hal yang wajib disiapkan: Tandon Air (Reservoir): Pastikan suplai air cukup untuk sirkulasi. Motor Penggerak: Biasanya menggunakan VFD ( Variable Frequency Drive ) agar kita bisa menyesuaikan RPM sesuai nameplate . Instrumentasi: Pressure gauge (Inlet & Outlet), Flowmeter (Ultrasonic atau Magnetic), Tachometer (RPM), dan Power Meter. 2. Parameter Utama yang Wajib Diukur Dalam P...
Recent posts

Legenda dari Norwegia di Tengah Laut Jawa: Sejarah dan Rahasia Turbin Kongsberg di Platform X-Ray

  Halo sobat Dhevils Mechanic ! Kalau bicara soal kelistrikan di platform X-Ray, kita nggak bisa lepas dari nama besar Kongsberg . Sebelum akhirnya diakuisisi oleh Dresser-Rand atau Siemens, turbin Kongsberg adalah standar emas untuk Power Generation di lepas pantai. Yuk, kita bedah sejarahnya, cara kerjanya, sampai curhatan mekanik yang bongkar pasang mesin ini! 1. Sejarah Singkat: Kenapa Kongsberg? Pada era 70-an hingga 80-an (saat BP/ARCO membangun infrastruktur awal di Laut Jawa), mereka butuh mesin pembangkit yang: Kompak: Ruang di platform itu sempit dan mahal. Multi-fuel: Bisa minum gas hasil produksi atau solar ( high speed diesel ) kalau gas lagi bermasalah. Reliable: Tahan banting di lingkungan korosif. Kongsberg hadir membawa seri legendaris (seperti seri KG2). Mesin ini didesain di Norwegia untuk kondisi ekstrim Laut Utara ( North Sea ), jadi ketika dibawa ke Laut Jawa yang lebih hangat, performanya sangat bisa diandalkan. Sejak saat itu, Kongsberg menjadi "kuda be...

Menolak Lupa Sejarah: Perjalanan Platform X-Ray, Sang Legenda Lepas Pantai Jatibarang

  Halo sobat Dhevils Mechanic ! Kalau kita bicara soal kilang atau lapangan migas di Jawa Barat, nggak lengkap kalau nggak bahas Platform X-Ray . Terletak di lepas pantai Laut Jawa, platform ini punya cerita panjang yang melibatkan raksasa migas dunia sebelum akhirnya jatuh ke pelukan Ibu Pertiwi. Yuk, kita tarik garis waktu ke belakang, saat pondasi pertama platform ini ditancapkan. 1. Era Kelahiran: Zaman IIAPCO dan BP (British Petroleum) Platform X-Ray lahir di blok yang dulunya dikenal sebagai Blok ONWJ (Offshore North West Java) . Tahun 1970-an: Penemuan cadangan minyak dan gas di area ini dimulai oleh perusahaan bernama IIAPCO (Independent Indonesian American Petroleum Company). Era BP: Setelah beberapa kali berpindah tangan (termasuk ke ARCO), blok ini akhirnya dikelola oleh BP (British Petroleum) . Di bawah BP, Platform X-Ray menjadi salah satu tulang punggung produksi migas nasional. Saat itu, teknologi yang dibawa adalah teknologi tercanggih di masanya untuk mengekstra...

HC Losses Proses Absorbsi CO2 Pada Pemrunian GAs Alam Mengunakan MDea

 *HC Losses = Kehilangan Hydrocarbon* saat proses sweetening gas alam pakai MDEA.  Intinya: *Gas jualan C1-C4 ikut kebawa larut ke amine, lalu kebuang di flash tank atau stripper.* Rugi cuan, rugi LPG. ### *Mekanisme HC Losses di Unit MDEA* MDEA itu selektif nyerap CO₂ & H₂S, tapi nggak 100%. HC juga sedikit larut, terutama yang berat. *3 Jalur HC Hilang:* #### *1. Absorbed Losses - Larut di Rich Amine* HC ikut larut di MDEA waktu kontak di absorber. Makin berat HC, makin gampang larut. Komponen | Kelarutan di MDEA 50% wt | Keterangan **C1 Methane** | 0.05 scf/gal | Hampir nggak larut. Aman **C2 Ethane** | 0.1 scf/gal | Masih kecil **C3 Propane** | 0.3 scf/gal | Mulai lumayan **C4 Butane** | 0.8 scf/gal | Losses mulai kerasa **C5+ Kondensat** | 2-5 scf/gal | **Biang kerok losses** **BTEX Aromatik** | 10-50 ppm di amine | Sangat larut. Bikin foaming juga *Faktor yang naikin absorbed losses:* 1. *Suhu lean amine dingin <40°C*: MDEA makin suka melarutkan HC. Dingin = bagus...

Kupas Tuntas Permasalahan Foaming Pada Proses Permurnian Gas CO2 dengan mengunakan Amine Mdea

*Foaming di absorber MDEA* itu musuh utama unit CO₂ removal. Kalau busa naik, gas CO₂ lolos, amine carry-over, tower banjir, DP tinggi.  ### *7 Penyebab Utama Foaming di Absorber MDEA* #### *1. Kontaminan dari Feed Gas - Paling Sering 80% Kasus* MDEA itu basa + polar, gampang jadi "sabun" kalau ketemu pengotor. Kontaminan | Sumber | Mekanisme Bikin Busa **Hydrocarbon berat C10+** | Kondensat, lube oil kompresor, carry-over inlet separator | Kerja kayak surfaktan. 5-10 ppm aja udah bikin stabil busanya **Aromatik BTEX** | Gas alam, kondensat | Nurunin tegangan permukaan MDEA **Solid halus** | FeS, Fe₂O₃ karat, clay, scale | Jadi inti busa. Gelembung nempel nggak mau pecah **Amine degradation product** | MDEA kepanasan >125°C | Bicine, THEED, DEA → punya gugus polar + non-polar = deterjen **Heat Stable Salt HSS** | Formate, acetate, thiocyanate, chloride | Bikin viskositas naik, busa tahan lama. Limit aman <0.5% wt **Corrosion inhibitor** | Dari upstream, biasanya amine-b...

Menilik Sejarah dan Dapur CO2 Plant Subang: Dari Gas Buang Jadi Uang!

  Halo sobat Dhevils Mechanic ! Kalau kemarin kita sudah main ke Jawa Tengah, sekarang kita mampir ke Jawa Barat, tepatnya ke area operasional PT Pertamina EP Field Subang . Di sini ada satu fasilitas yang keren banget dan punya sejarah panjang dalam menjaga lingkungan sekaligus nambah cuan perusahaan, yaitu CO2 Plant Subang . Yuk, kita bongkar sejarah dan bagaimana cara kerjanya! Sejarah Singkat: Solusi untuk Gas "Sampah" Dulu, gas alam dari lapangan Subang (seperti dari Lapangan Cilamaya atau Subang sendiri) punya masalah klasik: kandungan CO2 -nya sangat tinggi (bisa mencapai 20% lebih). Kalau gas ini mau dijual ke industri atau PLN, CO2-nya harus dibuang karena menurunkan nilai kalor gas dan bikin korosi di pipa. Awalnya, CO2 ini cuma dianggap "sampah" dan dibuang begitu saja ke atmosfer melalui flare atau vent. Tapi, Pertamina EP melihat peluang. Daripada dibuang dan merusak lingkungan (efek rumah kaca), kenapa nggak ditangkap dan dimurnikan? Akhirnya, dibangu...