Skip to main content

[Project Report] Hot Tapping 4" Live Line: Solusi Fuel Gas Genset di PT Pertamina EP Cilamaya








Halo sobat Dhevils Mechanic! Kali ini kami akan berbagi pengalaman mengenai salah satu pekerjaan paling menantang dan penuh risiko yang pernah kami kerjakan di PT Pertamina EP Cilamaya.

Tugasnya sederhana namun kritikal: Membuat percabangan (tie-in) jalur pipa 4" untuk suplai bahan bakar (fuel) genset. Tantangan utamanya? Plant tidak boleh shutdown. Artinya, aliran gas harus tetap mengalir selama proses pelubangan pipa berlangsung. Solusinya hanya satu: Hot Tapping.


1. Apa itu Hot Tapping? (Prinsip Dasar)

Hot Tapping atau Under Pressure Tapping adalah metode penyambungan pipa baru ke pipa yang sedang beroperasi (bertekanan) tanpa mengganggu aliran fluida di dalamnya.

 

Prinsip dasarnya adalah memasang katup (valve) pada pipa induk melalui sebuah fitting khusus, kemudian melakukan pengeboran/pemotongan dinding pipa induk melalui katup yang terbuka tersebut dalam kondisi tertutup rapat dari udara luar (sealed).


2. Peralatan Utama: IPSCO 304

Dalam proyek ini, kami menggunakan unit Hot Tap Machine IPSCO 304 milik Pertamina EP Field Jatibarang.

Spesifikasi Teknis: Hot Tapping Machine IPSCO 304

Peralatan ini dirancang untuk melakukan pemotongan pada pipa bertekanan dengan presisi tinggi dan faktor keamanan yang ketat. Berikut adalah detail spesifikasinya:

1. Kemampuan Operasional (Operating Range)

  • Tapping Range (Ukuran Lubang): Dapat melakukan penetrasi/pemotongan mulai dari ukuran 1/2 inci sampai dengan 4 inci (DN15 - DN100).

  • Maximum Operating Pressure: Mampu bekerja pada tekanan pipa hingga 1.480 psi (102 bar) pada suhu normal.

  • Maximum Operating Temperature: Standar operasional hingga 100°C (dapat lebih tinggi dengan penggantian jenis seal atau packing khusus).

2. Dimensi & Berat (Physical Specs)

 
  • Boring Bar Travel (Panjang Langkah): Memiliki travel stroke sekitar 12 inci (305 mm). Panjang ini menentukan seberapa dalam mesin bisa menjangkau pipa induk melewati valve dan fitting.

  • Berat Unit: Sangat portable, berat mesin utama sekitar 15 - 20 kg (tanpa aksesoris), sehingga sangat memudahkan mekanik untuk bekerja di ruang terbatas atau posisi pipa vertikal.

  • Koneksi Mesin: Biasanya menggunakan koneksi ulir atau flange tergantung adaptor yang digunakan untuk disambungkan ke Sandwich Valve.

3. Sistem Penggerak (Drive System)

 
  • Metode Pengoperasian: Manual (menggunakan Ratchet Handle) atau bisa dikonversi menggunakan Air Drive Motor (penggerak angin) jika tersedia suplai kompresor di lapangan.

  • Feed Mechanism: Menggunakan sistem Screw Feed manual yang memungkinkan mekanik mengatur kecepatan penetrasi cutter secara halus agar mata bor tidak cepat tumpul atau patah.

4. Material & Keunggulan (Build Quality)

  • Body Material: Terbuat dari baja tahan karat (Stainless Steel) atau baja karbon berlapis (Coated Carbon Steel) yang tahan terhadap korosi di lingkungan lapangan minyak.

  • Sealing: Menggunakan sistem V-packing atau O-ring berkualitas tinggi untuk memastikan tidak ada kebocoran fluida (gas/minyak) keluar melalui poros mesin (boring bar) saat pengeboran berlangsung.

  • Compatibility: Cocok digunakan untuk berbagai jenis fluida termasuk Gas Alam, Minyak Mentah (Crude Oil), Air, dan uap panas (Steam).


Komponen Pendukung dalam Satu Paket IPSCO 304:

Dalam pekerjaan di PT Pertamina EP Cilamaya yang Anda lakukan, biasanya mesin ini didampingi oleh

 :

  1. Cutter & Pilot Drill: Mata potong khusus dan bor pemandu yang dilengkapi dengan U-wires untuk menangkap potongan pipa (coupon).

  2. Adapters: Penghubung antara badan mesin dengan berbagai ukuran valve.

  3. Bleeder Valve: Katup kecil pada bodi mesin untuk membuang tekanan atau sisa gas setelah proses tapping selesai.


  • Kemampuan: Mesin ini sangat andal untuk melakukan penetrasi pada pipa baja dengan diameter menengah.

  • Sistem: Menggunakan mekanisme manual atau hidrolik yang dirancang untuk menahan tekanan internal pipa selama proses pemotongan sehingga tidak ada gas yang bocor ke atmosfer.


3. Prosedur Kerja & Tahapan di Lapangan

Pekerjaan ini memerlukan koordinasi tingkat tinggi antara tim mekanik dan tim safety. Berikut adalah tahapan yang kami lakukan

:

A. Persiapan & Welding (Split Tee Installation)

  1. Pembersihan Pipa: Area pipa induk dibersihkan dari coating dan karat.

  2. Ultrasonic Test (UT): Kami melakukan pengecekan ketebalan pipa induk untuk memastikan pipa cukup kuat untuk dilas dan dibor.

  3. Pemasangan Split Tee: Pemasangan fitting (Full Bolted atau Welded Split Tee) pada pipa 4".

  1. Welding: Melakukan pengelasan dengan kualifikasi WPS khusus live line welding. Suhu dan penetrasi las harus dijaga agar tidak terjadi burn-through.

B. Uji Tekan (Pressure Test)

Sebelum pemotongan, Split Tee dan Sandwich Valve yang telah terpasang harus diuji tekan (hydrotest) di atas tekanan operasi pipa. Ini untuk memastikan bahwa sambungan las tidak bocor.

C. Proses Hot Tapping (The Main Event)

  1. Pemasangan Mesin: Mesin IPSCO 304 dipasang di atas katup yang terbuka penuh.

  1. Pengeboran: Cutter dan pilot drill diturunkan perlahan. Pilot drill berfungsi untuk menahan potongan dinding pipa (coupon) agar tidak jatuh ke dalam aliran pipa setelah terpotong.

  2. Pemotongan Dinding: Proses pemotongan dilakukan dengan presisi tinggi. Mekanik memantau beban putaran mesin untuk memastikan cutter bekerja dengan baik.

  3. Penarikan Cutter: Setelah pipa tembus, cutter ditarik kembali ke atas melewati katup, dan katup segera ditutup.


4. Keberhasilan Proyek

Pekerjaan di Pertamina EP Cilamaya ini berhasil diselesaikan dengan kondisi:

  • Zero Leaks: Tidak ada kebocoran gas selama proses pengelasan maupun pemotongan.

 
  • Continuous Production: Jalur produksi utama tetap mengalir normal, sehingga tidak ada kerugian akibat downtime.

 
  • Fuel Ready: Jalur 4" untuk fuel genset berhasil terpasang dan siap digunakan untuk mendukung kelistrikan area.

  

Kesimpulan & Safety Note

Hot Tapping bukan sekadar melubangi pipa. Ini adalah perpaduan antara keahlian pengelasan khusus, pemahaman tekanan mekanis, dan kepatuhan prosedur keselamatan yang ketat. Penggunaan alat yang tepat seperti IPSCO 304 dan tim berpengalaman adalah kunci sukses operasional tanpa shutdown.

Dhevils Mechanic – Solusi Tepat di Bawah Tekanan!

Sutaji : pensiunan BRU Mundu




































 

Postingan Populer

Kunci Inch dengan Kunci mm Dalam Dunia Mechanic

  Jika kita bekerja sebagai mechanic, toolkit adalah senjata kita dalam menyeleseikan suatu pekerjaan. karena dengan kelengkapan toolkit menurut saya 45% pekerjaan / troubleshoot dapat terpecahkan. Dan sebagai mekanik kita kadang menemukan ukuran bolt / nut yang berbeda - beda, ada ukuran dalam inchi, ada pula yang dalam ukuran mili meter. Seandainya kita paksakan mengunakan ukuran kunci tertentu, jutru tidak akan menyeleseikan masalah, tetapi malah menambah pekerjaan lainnya karena bolt atau nut yang kan kita kendorin akan slek atau rusak sehingga semakin sulit unitiuk kita lepaskan. atau bakan kunci yang kita gunakan akan rusak, dan hal ini elain menyusahkan waktu kita kerja juga akan menyusahkan di lain hari karena kita harus membeli kunci baru yang tidak murah harganya. Baca juga : Kehidupan di Offshore Platform  Fungsi Air Dryer Pada Air Compressor Korelasi Komposisi Gas dengan Air Fuel Ratio Perbedaan Prosedure Pembelian Gas Engine Dan Diesel Engine ...

Teory Pompa Kerja Pararel dan Pompa Kerja Seri

Pompa dapat kita pasang atau operasikan pararel atau seri, jika kita ingin menaikan qapasitas, pompa akan kita operasikan Pararel, dengan syarat Head pompa sama. Sedangkan jika kita ingin meanikan Head/ tekanan discharger pompa, kita dapat mengoperasikannya secara seri dan syartnya pompa ke 2 harus lebih rendah qapasitasnya, sebab jika sama maka akan ada kapitasi. Pompa pertama kita sebut pompa pengirim atau pompa utama, sementara pompa ke 2 kita sebut sebagi pompa Booster atau pompa peningkat tekanan. Dalam mendesain (pararel/series) pompa, jumlah 2 atau lebih pompa sentrifugal disebut dengan multiple centrifugal pump. Dalam mendesain multiple centrifugal pump ini utamanya adalah ketika melakukan instalasi,  sangatlah penting untuk memperhatikan hubungan antara kurva pompa (pump curve) dan kurva sistem perpipaan. (piping system curve). Efek dari menambahkan 2 buah pompa yang identik dalam rangkaian paralel dapat di lihat pada gambar grafik di bawah ini. Baca ...

Cara Leak Test (test kebocoran) dan Hydrotest pada Valve dan Bejana Tekan

Leak Test : Biasanya ini dilakukan pada reinforcing pad of opening, menggunakan udara. Kadang-kadang di-counter check dengan bubble soap. Sehingga sering disebut juga bubble test. Diaplikasikan pada semua peralatan yang mempunyai pads pada bagian pressure (PV, HE, Tank, dll). Bisa juga leak test dilakukan tanpa sabun. Material diinjeksi dengan udara bertekanan dan direndam dalam tanki air untuk beberapa waktu (digunakan dalam pengetesan fuel tank untuk forklift). Ini lebih efektif dibandingkan dengan sabun. Test ini juga dilakukan untuk pengecekan kebocaran pada blinded flange, flange joint (shell side to tube side joint), channel cover installation, dsb. Secara internal, diberi tekanan menggunakan udara – alternatif lain bisa menggunakan nitrogen (N 2 ). Pada tangki ada juga istilah leak test untuk roof dan bottom installation. Alatnya disebut Vacuum Box. Leak test tidak sama persis dengan pneumatic test. Pneumatic test itu bisa digunakan sebagai pengganti hydrotes...