Skip to main content

Darurat di Lapangan Minyak: Mengatasi Semburan Anulus Akibat Sabotase Valve

Darurat di Lapangan Minyak: Mengatasi Semburan Anulus Akibat Sabotase Valve

Halo, Sobat Mekanik! 😊

Kembali lagi bersama saya, Dwi Hardi, di blog Dhevils Mechanic. Hari ini saya ingin berbagi pengalaman yang cukup menegangkan dan sangat berisiko tinggi. Kita tidak bicara soal overhaul rutin, melainkan soal Emergency Call: mengatasi semburan fluida dari anulus sumur karena Valve Anulus dipotong oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Kejadian ini adalah mimpi buruk bagi setiap operator lapangan. Selain kerugian produksi dan pencemaran lingkungan, nyawa tim di lapangan menjadi taruhannya.


1. Mengapa Semburan Anulus Sangat Berbahaya?

Anulus adalah ruang antara tubing dan casing. Di sumur-sumur tertentu, anulus bisa memiliki tekanan gas atau cairan yang sangat tinggi. Ketika valve anulus dipotong:

  • Tekanan Hilang Kendali: Fluida (minyak, gas, atau air formasi) akan menyembur keluar dengan kecepatan tinggi.

  • Risiko Kebakaran: Jika yang menyembur adalah gas dan ada percikan (misal dari gesekan gergaji atau alat potong), sumur bisa terbakar seketika.

  • Gas Beracun: Ingat bahasan kita soal $H_{2}S$? Semburan liar ini bisa membawa gas maut tersebut ke udara bebas.


2. Langkah Darurat ala Dhevils Mechanic (SOP Utama)

Saat tim kami tiba di lokasi dan melihat semburan terjadi, langkah pertama bukanlah langsung memegang pipa, melainkan:

A. Safety First (Isolasi Area)

  • Pastikan semua personil menggunakan APD lengkap, termasuk alat bantu napas (SCBA) jika terdeteksi $H_{2}S$.

  • Matikan semua sumber api dan mesin (termasuk pumping unit) dalam radius berbahaya.

  • Perhatikan arah angin! Selalu dekati sumur dari arah atas angin (upwind).

B. Identifikasi Kerusakan

Kami harus melihat seberapa banyak sisa ulir atau pipa yang tertinggal setelah dipotong. Apakah masih ada sisa nipple yang bisa dijepit, atau potongannya tepat di pangkal wellhead?


3. Solusi Teknis: Cara Menghentikan Semburan

Ada beberapa metode yang kami lakukan tergantung kondisi lapangan:

  1. Pemasangan Stinger atau Hot Plug: Jika lubang potongan cukup bersih, kita bisa menggunakan alat sumbat darurat yang dirancang untuk masuk melawan tekanan.

  2. Capping Darurat: Jika masih ada sisa pipa/ulir, kami akan memasang valve baru dalam posisi terbuka penuh (agar tekanan lewat dulu), lalu setelah terpasang kuat, baru valve ditutup perlahan untuk menghentikan aliran.

  3. Metode Cold Patch/Clamp: Jika tekanan tidak terlalu ekstrem, penggunaan emergency leak repair clamp khusus migas bisa menjadi solusi sementara sebelum dilakukan penggantian permanen.

Lanjutan: Strategi "Killing Sumur" & Inovasi Bubut Dhevils Mechanic

Setelah area dinyatakan aman dari risiko kebakaran, perjuangan kami belum selesai. Tekanan sumur harus benar-benar dijinakkan sebelum perbaikan permanen dilakukan. Inilah tahapan teknis yang kami lakukan di lapangan:

1. Proses Killing Sumur (Mematikan Tekanan)

Sebelum tim mekanik menyentuh area wellhead, unit Mud Pump dikerahkan untuk melakukan proses killing sumur.

  • Kami memompakan fluida (biasanya air formasi atau lumpur berat) ke dalam sumur untuk melawan tekanan balik dari formasi.

  • Begitu kolom fluida sudah mampu menahan tekanan anulus (kondisi sumur mati/statis), barulah tim Dhevils Mechanic mendapatkan izin masuk ke area kerja.

2. Tantangan: Sisa Pipa yang Terpotong Rata

Masalah utama muncul: Oknum tersebut memotong valve anulus dengan sangat rapi, sehingga hampir tidak ada sisa ulir atau pipa untuk memasang valve baru. Jika dipaksakan langsung las di lokasi, risiko kebocoran sangat tinggi.

3. Proff Modifikasi ala Dhevils Mechanic (Workshop Bubut)

Di sinilah kreativitas mekanik bermain. Saya segera membawa data ukuran pipa tersebut ke Workshop Mesin Bubut untuk membuat alat bantu penyambung khusus:

 

  • Custom Sleeve / Internal Plug: Kami membubut sebuah pipa penyambung dengan toleransi yang sangat presisi (suaian sesak).

  • Desain: Pipa ini dirancang agar bisa "masuk" ke dalam sisa pipa yang dipotong orang tersebut. Tujuannya adalah sebagai pemandu (guide) sekaligus penguat struktur sambungan dari dalam.

 
  • Proff System: Dengan sistem insert (masuk ke dalam), sambungan menjadi jauh lebih stabil dibandingkan hanya menempelkan pipa ujung ke ujung (butt weld).

4. Eksekusi Pengelasan di Lokasi

Setelah alat hasil bubutan siap, kami kembali ke lokasi:

  1. Cleaning: Sisa potongan di wellhead dibersihkan dari cat, karat, dan sisa oli agar hasil las maksimal.

  1. Fitting: Pipa modifikasi dimasukkan ke dalam lubang potongan. Karena presisi mesin bubut, pipa duduk dengan sangat kokoh.

  
  1. Welding (Pengelasan): Kami melakukan pengelasan keliling dengan teknik multi-pass. Lapisan pertama (root) harus benar-benar menyatu untuk memastikan kekuatan tekan, diikuti dengan lapisan penguat.

  
  1. Instalasi Valve Baru: Setelah pengelasan dingin dan dinyatakan kuat, valve anulus yang baru dipasang pada ujung pipa modifikasi tersebut.


Kesimpulan: Mekanik Bukan Sekadar Tukang Pasang

Kasus di sumur ini membuktikan bahwa menjadi mekanik migas adalah tentang kreativitas di bawah tekanan. Dengan bantuan mesin bubut dan pemahaman teknis yang kuat, masalah sabotase yang tadinya mustahil diperbaiki dengan cepat, bisa kita atasi dengan aman.

  

Pesan dari Dhevils Mechanic: "Saat peralatan standar tidak lagi bisa digunakan, mesin bubut dan logika mekanik adalah senjata utama kita. Modifikasi yang tepat menyelamatkan produksi!"


4. Pencegahan ke Depan: Pelajaran Berharga

Kejadian valve dipotong orang ini memberi pelajaran bahwa aspek keamanan aset sama pentingnya dengan aspek mekanikal.

  • Pemasangan Guard: Menutup area wellhead dengan kerangkeng besi yang digembok kuat.

  • Penggunaan Valve Handle yang Bisa Dilepas: Jangan biarkan handle valve terpasang jika sumur sedang ditinggalkan (tidak dalam pengawasan).

  • Patroli Rutin: Kerjasama dengan pihak keamanan dan masyarakat sekitar.


Penutup

Mengatasi semburan liar membutuhkan ketenangan dan keberanian, tapi harus tetap berdasar pada prosedur. Di Dhevils Mechanic, kami percaya bahwa tidak ada satu barel minyak pun yang sebanding dengan nyawa manusia.

Sobat Mekanik punya pengalaman serupa menghadapi sabotase di lapangan? Bagaimana cara kalian mengatasinya? Mari kita diskusi dengan sehat di kolom komentar.


Salam Safety & Putaran Stabil,

Dwi Hardi – Sang Dhevils Mechanic


Postingan Populer

Kunci Inch dengan Kunci mm Dalam Dunia Mechanic

  Jika kita bekerja sebagai mechanic, toolkit adalah senjata kita dalam menyeleseikan suatu pekerjaan. karena dengan kelengkapan toolkit menurut saya 45% pekerjaan / troubleshoot dapat terpecahkan. Dan sebagai mekanik kita kadang menemukan ukuran bolt / nut yang berbeda - beda, ada ukuran dalam inchi, ada pula yang dalam ukuran mili meter. Seandainya kita paksakan mengunakan ukuran kunci tertentu, jutru tidak akan menyeleseikan masalah, tetapi malah menambah pekerjaan lainnya karena bolt atau nut yang kan kita kendorin akan slek atau rusak sehingga semakin sulit unitiuk kita lepaskan. atau bakan kunci yang kita gunakan akan rusak, dan hal ini elain menyusahkan waktu kita kerja juga akan menyusahkan di lain hari karena kita harus membeli kunci baru yang tidak murah harganya. Baca juga : Kehidupan di Offshore Platform  Fungsi Air Dryer Pada Air Compressor Korelasi Komposisi Gas dengan Air Fuel Ratio Perbedaan Prosedure Pembelian Gas Engine Dan Diesel Engine ...

Teory Pompa Kerja Pararel dan Pompa Kerja Seri

Pompa dapat kita pasang atau operasikan pararel atau seri, jika kita ingin menaikan qapasitas, pompa akan kita operasikan Pararel, dengan syarat Head pompa sama. Sedangkan jika kita ingin meanikan Head/ tekanan discharger pompa, kita dapat mengoperasikannya secara seri dan syartnya pompa ke 2 harus lebih rendah qapasitasnya, sebab jika sama maka akan ada kapitasi. Pompa pertama kita sebut pompa pengirim atau pompa utama, sementara pompa ke 2 kita sebut sebagi pompa Booster atau pompa peningkat tekanan. Dalam mendesain (pararel/series) pompa, jumlah 2 atau lebih pompa sentrifugal disebut dengan multiple centrifugal pump. Dalam mendesain multiple centrifugal pump ini utamanya adalah ketika melakukan instalasi,  sangatlah penting untuk memperhatikan hubungan antara kurva pompa (pump curve) dan kurva sistem perpipaan. (piping system curve). Efek dari menambahkan 2 buah pompa yang identik dalam rangkaian paralel dapat di lihat pada gambar grafik di bawah ini. Baca ...

Cara Leak Test (test kebocoran) dan Hydrotest pada Valve dan Bejana Tekan

Leak Test : Biasanya ini dilakukan pada reinforcing pad of opening, menggunakan udara. Kadang-kadang di-counter check dengan bubble soap. Sehingga sering disebut juga bubble test. Diaplikasikan pada semua peralatan yang mempunyai pads pada bagian pressure (PV, HE, Tank, dll). Bisa juga leak test dilakukan tanpa sabun. Material diinjeksi dengan udara bertekanan dan direndam dalam tanki air untuk beberapa waktu (digunakan dalam pengetesan fuel tank untuk forklift). Ini lebih efektif dibandingkan dengan sabun. Test ini juga dilakukan untuk pengecekan kebocaran pada blinded flange, flange joint (shell side to tube side joint), channel cover installation, dsb. Secara internal, diberi tekanan menggunakan udara – alternatif lain bisa menggunakan nitrogen (N 2 ). Pada tangki ada juga istilah leak test untuk roof dan bottom installation. Alatnya disebut Vacuum Box. Leak test tidak sama persis dengan pneumatic test. Pneumatic test itu bisa digunakan sebagai pengganti hydrotes...