Skip to main content

[Diary Mechanic] Suka Duka di Tengah Laut: Menjaga Nafas Produksi di Platform X-Ray Pertamina EP Jatibarang

Halo sobat Dhevils Mechanic! Kali ini saya tidak hanya akan membahas baut dan oli, tapi ingin berbagi cerita tentang kehidupan kami, para "pejuang devisa" di tengah laut.

Bekerja di Offshore Platform X-Ray, milik PT Pertamina EP Field Jatibarang, adalah sebuah kebanggaan sekaligus tantangan mental yang luar biasa. Mari kita bedah bagaimana rasanya menjalani hidup 14 hari di atas besi terapung dan apa saja "mainan" teknis kami di sana.


1. Ritme 2/2: Antara Deru Mesin dan Rindu Keluarga

Bekerja dengan pola 2 Minggu On-Duty / 2 Minggu Off-Duty adalah seni mengelola rindu.

  • Suka-nya: Saat 14 hari di darat, waktu benar-benar milik keluarga. Kita bisa mengantar anak sekolah, menemani istri belanja, tanpa gangguan pekerjaan. Plus, ikatan persaudaraan antar crew di platform sudah seperti keluarga kedua. Makan bersama di mess hall sambil menatap matahari terbenam di cakrawala adalah kemewahan tersendiri.

  • Duka-nya: Saat 14 hari di laut, kita harus siap mental. Jika ada anak yang sakit di rumah atau momen penting yang terlewat, kita hanya bisa menyapa lewat video call (itu pun kalau sinyal bersahabat). Belum lagi jika cuaca buruk datang, hantaman ombak pada kaki-kaki platform adalah pengingat betapa kecilnya kita di hadapan alam.


2. Menu Harian Mechanic: Menjaga Jantung Platform

Di X-Ray, seorang mechanic adalah "dokter" bagi mesin-mesin raksasa. Jika mesin mati, produksi berhenti, dan itu artinya kerugian bagi negara. Inilah daftar pekerjaan utama kami:

A. Perawatan Pedestal Crane (ROTO & Manitec)

Crane adalah alat vital untuk loading/unloading logistik dari kapal (supply boat).

  • Maintenance: Kami harus memastikan sistem hidrolik Crane ROTO dan Manitec tidak bocor di tengah korosi air laut yang sangat tinggi. Pengecekan wire rope, swing bearing, dan pelumasan adalah menu wajib. Bayangkan jika crane macet saat memindahkan logistik di tengah ombak besar—risikonya nyawa!

B. Menjaga Nyawa Listrik: Turbine Opra

Listrik di platform tidak berasal dari PLN, melainkan dari Turbine Power Generation merk Opra.

  • Maintenance: Mesin turbin ini sangat sensitif. Kami melakukan perawatan rutin pada sistem pembakaran, filter udara, dan monitoring vibrasi. Suara bising turbin adalah musik harian kami yang menandakan sistem kontrol dan lampu platform tetap menyala.

C. Urat Nadi Produksi: Pompa Transfer ke PPP Balongan

Minyak dan gas yang telah diproses di X-Ray harus segera dikirim ke PPP Balongan.

  • Maintenance: Pompa transfer ini bekerja nonstop. Kami memantau mechanical seal, suhu bearing, dan penyetelan alignment. Jika pompa ini trip, tangki di platform akan penuh dalam sekejap dan kita terpaksa shutdown sumur.

D. Sang Penjaga Keselamatan: Fire Pump

Di tengah laut, kebakaran adalah mimpi buruk terbesar.

  • Maintenance: Fire Pump (baik penggerak mesin Diesel maupun listrik) harus selalu siap start dalam hitungan detik. Kami melakukan weekly test run untuk memastikan tidak ada penyumbatan pada sea chest (jalur hisap air laut) akibat teritip atau sampah laut.


3. Tantangan Korosi: Musuh Abadi Mechanic Offshore

Musuh terbesar kami bukan hanya kerusakan mekanis, tapi Korosi. Udara laut yang asin memakan besi lebih cepat dari yang kita bayangkan. Setiap baut yang kami buka seringkali sudah berkarat, menuntut kesabaran ekstra dan teknik heating atau penetrating oil yang tepat.


Kesimpulan

Menjadi seorang Mechanic di Platform X-Ray Jatibarang bukan sekadar tentang memutar kunci inggris. Ini tentang tanggung jawab menjaga kedaulatan energi nasional di tengah keterbatasan. Saat helikopter atau kapal jemputan datang di hari ke-14, rasa bangga itu membuncah—bangga karena telah menyelesaikan tugas, dan bahagia karena akan kembali ke pelukan keluarga.

Dhevils Mechanic – Tetap Tangguh di Darat, Tetap Gahar di Laut!


Bagaimana sobat Dhevils Mechanic, ada yang bercita-cita kerja di offshore? Atau punya pengalaman unik saat terjebak badai di platform? Yuk, kita diskusi di kolom komentar!


Postingan Populer

Kunci Inch dengan Kunci mm Dalam Dunia Mechanic

  Jika kita bekerja sebagai mechanic, toolkit adalah senjata kita dalam menyeleseikan suatu pekerjaan. karena dengan kelengkapan toolkit menurut saya 45% pekerjaan / troubleshoot dapat terpecahkan. Dan sebagai mekanik kita kadang menemukan ukuran bolt / nut yang berbeda - beda, ada ukuran dalam inchi, ada pula yang dalam ukuran mili meter. Seandainya kita paksakan mengunakan ukuran kunci tertentu, jutru tidak akan menyeleseikan masalah, tetapi malah menambah pekerjaan lainnya karena bolt atau nut yang kan kita kendorin akan slek atau rusak sehingga semakin sulit unitiuk kita lepaskan. atau bakan kunci yang kita gunakan akan rusak, dan hal ini elain menyusahkan waktu kita kerja juga akan menyusahkan di lain hari karena kita harus membeli kunci baru yang tidak murah harganya. Baca juga : Kehidupan di Offshore Platform  Fungsi Air Dryer Pada Air Compressor Korelasi Komposisi Gas dengan Air Fuel Ratio Perbedaan Prosedure Pembelian Gas Engine Dan Diesel Engine ...

Teory Pompa Kerja Pararel dan Pompa Kerja Seri

Pompa dapat kita pasang atau operasikan pararel atau seri, jika kita ingin menaikan qapasitas, pompa akan kita operasikan Pararel, dengan syarat Head pompa sama. Sedangkan jika kita ingin meanikan Head/ tekanan discharger pompa, kita dapat mengoperasikannya secara seri dan syartnya pompa ke 2 harus lebih rendah qapasitasnya, sebab jika sama maka akan ada kapitasi. Pompa pertama kita sebut pompa pengirim atau pompa utama, sementara pompa ke 2 kita sebut sebagi pompa Booster atau pompa peningkat tekanan. Dalam mendesain (pararel/series) pompa, jumlah 2 atau lebih pompa sentrifugal disebut dengan multiple centrifugal pump. Dalam mendesain multiple centrifugal pump ini utamanya adalah ketika melakukan instalasi,  sangatlah penting untuk memperhatikan hubungan antara kurva pompa (pump curve) dan kurva sistem perpipaan. (piping system curve). Efek dari menambahkan 2 buah pompa yang identik dalam rangkaian paralel dapat di lihat pada gambar grafik di bawah ini. Baca ...

Cara Leak Test (test kebocoran) dan Hydrotest pada Valve dan Bejana Tekan

Leak Test : Biasanya ini dilakukan pada reinforcing pad of opening, menggunakan udara. Kadang-kadang di-counter check dengan bubble soap. Sehingga sering disebut juga bubble test. Diaplikasikan pada semua peralatan yang mempunyai pads pada bagian pressure (PV, HE, Tank, dll). Bisa juga leak test dilakukan tanpa sabun. Material diinjeksi dengan udara bertekanan dan direndam dalam tanki air untuk beberapa waktu (digunakan dalam pengetesan fuel tank untuk forklift). Ini lebih efektif dibandingkan dengan sabun. Test ini juga dilakukan untuk pengecekan kebocaran pada blinded flange, flange joint (shell side to tube side joint), channel cover installation, dsb. Secara internal, diberi tekanan menggunakan udara – alternatif lain bisa menggunakan nitrogen (N 2 ). Pada tangki ada juga istilah leak test untuk roof dan bottom installation. Alatnya disebut Vacuum Box. Leak test tidak sama persis dengan pneumatic test. Pneumatic test itu bisa digunakan sebagai pengganti hydrotes...