Legenda Caterpillar G3306: Mengatasi Masalah "Slobbering" di Lapangan Nglobo, Cepu
Halo, Sobat Mekanik! 😊
Kembali lagi bersama saya, Dwi Hardi, di blog Dhevils Mechanic. Hari ini saya akan bercerita tentang "kuda beban" sejati di industri migas, yaitu Caterpillar G3306. Jika Anda berkunjung ke area Nglobo, PT Pertamina EP Field Cepu, Anda akan melihat mesin ini bekerja tanpa lelah sebagai prime mover (penggerak utama) unit pompa angguk kita.
1. Sejarah Panjang CAT G3306 di Industri Migas Indonesia
Caterpillar seri 3300 mulai diperkenalkan secara global pada era 1970-an sebagai evolusi dari seri 1673. Di Indonesia, G3306 (versi gas) masuk secara masif pada tahun 1980-an seiring dengan berkembangnya pemanfaatan gas suar (flare gas) untuk kebutuhan operasional di lapangan minyak.
Ketangguhannya dalam mengolah gas dengan kualitas rendah (low BTU gas) menjadikannya pilihan utama di lapangan-lapangan tua seperti di Cepu. Mesin ini dikenal sangat awet, asalkan kita tahu cara menangani "penyakit" khasnya.
Tentu, Mas Dwi. Penambahan kode NA (Naturally Aspirated) sangat penting untuk mempertegas bahwa mesin ini bekerja tanpa bantuan Turbocharger. Di lapangan seperti Nglobo, G3306 NA adalah "pilihan bijak" karena mekanikalnya lebih sederhana, suhu kerja lebih stabil, dan sangat reliabel untuk beban kontinu.
Berikut adalah tambahan detail spesifikasi teknis untuk Caterpillar G3306 NA untuk melengkapi tulisan blog Anda:
Spesifikasi Teknis Caterpillar G3306 NA (Naturally Aspirated)
Sebagai mekanik, kita perlu tahu "jeroan" dari mesin yang kita tangani. G3306 NA memiliki karakteristik yang berbeda dengan versi turbo (TA). Berikut adalah data teknis utamanya:
1. Data Dasar Mesin
Tipe Mesin: 4-Stroke, Spark Ignited (Bahan Bakar Gas).
Konfigurasi: 6 Silinder Sejajar (In-line 6).
Sistem Aspirasi: Naturally Aspirated (Tanpa Turbo, mengandalkan hisapan piston alami).
Bore (Diameter Silinder): 121 mm (4.75 in).
Stroke (Langkah Piston): 152 mm (6.0 in).
Displacement (Volume Silinder): 10.5 Liter (638 $in^3$).
Compression Ratio: 10.5 : 1 (Standar untuk gas kualitas lapangan/low BTU).
Arah Putaran: Counterclockwise (Dilihat dari sisi Flywheel).
2. Kapasitas Cairan & Sistem Pelumasan
Kapasitas Oli (Lube Oil System): ± 26 - 30 Liter (Tergantung tipe sump/bak oli).
Kapasitas Air Pendingin (Cooling System): ± 20 Liter (Hanya untuk engine, belum termasuk radiator luar).
Interval Penggantian Oli: 500 Jam (Sangat disarankan menggunakan oli khusus gas engine seperti Mobil Pegasus atau Shell Mysella karena suhu ruang bakar gas engine lebih tinggi dibanding diesel).
3. Sistem Bahan Bakar & Pengapian (Ignition)
Sistem Pengapian: Altronic atau Magneto system (Sering dimodifikasi ke sistem digital/EIS untuk kestabilan).
Karburator: Impco (Biasanya seri 200 atau 225) yang dilengkapi dengan Gas Pressure Regulator.
Kebutuhan Gas: Dirancang untuk mampu membakar gas suar (Flare Gas) dengan rentang 900-1100 BTU/scf.
Mengapa G3306 NA Sering Mengalami Slobbering?
Penting untuk dicatat dalam blog Mas Dwi bahwa tipe NA (Naturally Aspirated) memiliki tekanan udara masuk yang lebih rendah dibanding tipe Turbo.
"Karena tidak ada dorongan udara dari Turbocharger, maka tekanan di dalam ruang bakar tidak sekuat tipe TA. Jika unit dijalankan pada Low RPM, tekanan kompresi menjadi minimal. Akibatnya, tension (tegangan) ring piston tidak mampu melawan lapisan oli di dinding liner. Inilah cikal bakal terjadinya Slobbering yang kita temukan di Nglobo."
Tips Tambahan Dhevils Mechanic untuk CAT G3306 NA:
Pengaturan Gas: Karena tidak ada turbo, Air-Fuel Ratio harus disetel sangat presisi pada karburator Impco agar tidak terjadi overheating pada valve.
Ignition Timing: Untuk G3306 NA di lapangan Nglobo, pastikan timing pengapian berada di sekitar 20° - 25° BTDC (tergantung kualitas gas) untuk mendapatkan tenaga maksimal tanpa terjadi knocking (detonasi).
2. Tragedi "Slobbering" di Lapangan Nglobo
Unit yang kami tangani kali ini mengalami low performance. Gejala yang paling mencolok adalah munculnya asap putih pekat dari exhaust manifold dan adanya rembesan oli hitam yang keluar dari celah sambungan knalpot. Fenomena ini di dunia mekanik disebut dengan Slobbering.
Apa itu Slobbering dan Penyebabnya?
Slobbering adalah kondisi di mana campuran oli mesin dan bahan bakar yang tidak terbakar sempurna keluar melalui sistem pembuangan. Pada unit di Nglobo ini, penyebab utamanya adalah:
Low RPM Operation: Engine sering dipaksa bekerja pada putaran rendah dalam waktu lama.
Ring Piston Tidak Mengembang: Pada RPM rendah, tekanan kompresi tidak cukup kuat untuk menekan ring piston agar mengembang sempurna menyapu dinding liner.
Glazing: Oli yang tidak tersapu bersih akhirnya terbakar separuh dan membentuk lapisan licin seperti kaca (glazing) pada dinding liner.
3. Eksekusi di Workshop Dhevils Mechanic
Karena kondisi sudah parah, tim Dhevils Mechanic memutuskan untuk mengevakuasi unit ini ke workshop untuk dilakukan Major Overhaul. Berikut adalah langkah perbaikan yang kami lakukan:
A. Penggantian Liner & Piston
Saat dibongkar, kami menemukan cacat fisik pada dinding liner. Cacat ini adalah akibat langsung dari operasi low RPM yang berlangsung lama. Oli yang terjebak di area ring land menyebabkan pengarangan (carbon build-up) yang akhirnya menggores liner. Kami mengganti satu set Liner dan Piston baru sesuai standar OEM Caterpillar.
B. Rekondisi Cylinder Head (Skir Klep)
Untuk memastikan kompresi kembali ke angka maksimal (sekitar 250-300 psi pada tes kompresi), kami melakukan:
Skir (Grinding) Inlet & Exhaust Valve: Memastikan pertemuan antara valve dan valve seat benar-benar kedap.
Penggantian valve seal untuk mencegah oli merembes dari atas head.
C. Assembly & Test Performa
Setelah semua komponen dibersihkan dan dirakit dengan torsi yang presisi, unit kami naikkan ke test bench. Kami melakukan running test secara bertahap (break-in) untuk memastikan ring piston baru duduk dengan sempurna pada liner (seating process).
Berikut adalah tabel Standard Clearance dan Torque Specifications untuk Caterpillar G3306 yang bisa langsung Anda masukkan ke dalam artikel:
Spesifikasi Teknis Caterpillar G3306 (Overhaul Standar)
Untuk memastikan masalah slobbering tidak terulang dan mesin kembali ke performa puncaknya, tim Dhevils Mechanic menggunakan parameter standar Caterpillar sebagai berikut:
| Komponen | Spesifikasi Standar | Keterangan | |||||||||||||||||||||
| Piston Ring End Gap (Top) | $0.48 \text{ mm} - 0.79 \text{ mm}$ | Cek di dalam liner baru | |||||||||||||||||||||
| Piston Ring End Gap (Intermediate) | $0.41 \text{ mm} - 0.66 \text{ mm}$ | Cek di dalam liner baru | |||||||||||||||||||||
| Valve Lash (Inlet) | $0.38 \text{ mm}$ (0.015") | Kondisi mesin dingin | |||||||||||||||||||||
| Valve Lash (Exhaust) | $0.64 \text{ mm}$ (0.025") | Kondisi mesin dingin | |||||||||||||||||||||
| Crankshaft End Play | $0.12 \text{ mm} - 0.50 \text{ mm}$ | Batas keausan thrust washer | |||||||||||||||||||||
| Connecting Rod Bearing Clearance | $0.07 \text{ mm} - 0.17 \text{ mm}$ | Menggunakan
|

4. Hasil Akhir: Nglobo Kembali Berdenyut
Setelah unit dikembalikan ke Lapangan Nglobo dan dihubungkan ke Pumping Unit, perbedaannya sangat signifikan:
Asap putih hilang total.
Respons gas lebih spontan.
Konsumsi oli kembali normal.
Penutup & Tips Dhevils Mechanic
Pelajaran berharga dari kasus ini: Jangan membiarkan engine gas beroperasi pada RPM yang terlalu rendah di bawah beban berat dalam waktu lama. Engine butuh "napas" yang cukup agar sistem pembakaran dan pelumasan bekerja maksimal.
Sobat Mekanik punya masalah Slobbering pada unit CAT Anda? Jangan tunggu sampai liner cacat! Mari kita diskusikan solusinya di kolom komentar.
Salam Putaran Stabil, Dwi Hardi – Sang Dhevils Mechanic



