Skip to main content

Suka Duka Merawat Screw Air Compressor Ingersoll Rand (Part 2)

Hallo teman - teman semua, ketemu lagi dengan tulisan dhevils mechanic yang jelas tak jauh - jauh membahas dunia mechanic Oil and Gas, entah itu membahas spesifikais equipment yang sering digunakan, trouble shot yang di lapangan hingga ide - ide creatif yang dilakukan dhevils mechanic dalam menyeleseikan permasalahan - permasalahan yang ada dilapangan. dan kali ini yuk kita ngulik lagi terkiat screw air compressor dengan merek Ingersollrand


Mungkin sebagain besar dari kita sudah tidak asing dengan sebutan ingersollrand, karena memang brand satu ini sudah banyak sekali unit yang terjual daei air compressor, pompa, blower dan lain sebaginya dan memang brand ini sudah lama sekali ada di industry oil nad gas.

Bagi kita yang berkecimpung di dunia industri, Air Compressor bukan sekadar mesin. Ia adalah "paru-paru". Begitu ia berhenti berdetak, seluruh produksi bisa lumpuh. Salah satu unit yang paling sering menemani hari-hari saya adalah Ingersoll Rand (IR) Model SH250.

Baca juga :



Pekerjaan PM 4K pada Gas Turbine Generator Kawasaki model GPB30


Untuk tulisan ini kita akan mengulik brand air compressor dengan model screw air compressor model SH250 dimana mengunakan power 250HP dan unit ini sering sekali mengalami permasalahan shutdown de ngan indikasi 2APT nah ceritanya seperti apa? ikuti terus yuk tulisan dhevils mechanic ini yang diambil dari pengalaman yang dhevils mechanic lakukan.

Unit ingersollrand ini sebenarnya ada agen resminya di indoensia  jika terjadi kerusakan  atau perbaikan, tetapi agen resminya ini seringnya tidak ready dan langsung action jika di hubungi pada saat terjadi permasalahan karena mungkin kekurangan team teknisi dilapangan atau mungkin ada alasan lain dan untuk harga  perbaikan nya juga tidak kaleng - kaleng karena kita juga harus mennaggung akomodasinya pada saat melakukan perbaikan di lapangan.

Dari alasan diatas lahirnya team melakukan perbaikan sendiri  guna memepercepat waktu perbaikan dan efiiensi anggaran perbaikan. dan sebagai seorang mekanik dilapangan kita tidak boleh menyerah dalam sistuasi apapun. karena masih banyak peluang - peluang untuk menyeleseikan masalah dilapangan intinya kita jangan sampai gampang meneyerah.

Merawat mesin ini itu ibarat menjalin hubungan; ada kalanya kita bangga karena ia sangat tangguh, tapi ada kalanya ia membuat kita begadang semalaman karena alarm yang "rewel". Mari kita bicara jujur tentang suka dukanya.


Sukanya: Ketangguhan yang Tak Perlu Diragukan

Suka-nya merawat IR SH250 adalah durabilitasnya. Jika kita disiplin dengan jadwal preventive maintenance, mesin ini sangat bisa diandalkan. Desain Single-Stage Rotary Screw-nya sangat efisien. Rasanya puas sekali ketika melihat unit ini running stabil di pressure 7-10 bar tanpa ada getaran aneh, menyuplai udara ke seluruh plant tanpa henti.


Dukanya: Saat Alarm Mulai "Bernyanyi"

Dukanya? Tentu saja saat alarm muncul di jam-jam kritis, misalnya saat shift malam atau saat produksi sedang tinggi-tingginya. Panel kontrol IR SH250 sangat sensitif. Sedikit saja parameter bergeser, ia akan langsung "protes".

Berikut adalah beberapa alarm yang sering menjadi "drama" bagi kami di lapangan:

1. Alarm: High Discharge Temperature (Suhu Tinggi)

Ini adalah "musuh bebuyutan" nomor satu.

  • Cerita di Lapangan: Biasanya terjadi saat cuaca sedang panas-panasnya atau sirkulasi udara di ruang kompresor buruk.

  • Penyebab: Cooler (radiator) yang tertutup debu atau Thermal Valve yang mulai macet.

  • Dukanya: Kita harus siap kotor menyemprot cooler dengan air atau udara bertekanan di tengah cuaca panas.

2. Alarm: High Oil Carryover (Oli Ikut ke Jalur Udara)

  • Cerita di Lapangan: Tiba-tiba produksi komplain karena alat-alat pneumatik mereka berminyak.

  • Penyebab: Biasanya karena elemen Separator sudah jenuh atau pipa scavenge line tersumbat.

  • Dukanya: Membongkar tabung separator yang besar dan panas itu butuh tenaga dan kesabaran ekstra.

3. Alarm: Starter Fault / Drive Motor Overload

  • Penyebab: Bisa jadi masalah kelistrikan atau beban mekanis yang terlalu berat (mungkin oli terlalu kental karena sudah waktunya ganti).

Indikasi AlarmDeskripsi MasalahPenyebab UmumTindakan Mekanik
High Discharge TempSuhu udara keluar terlalu tinggi (>109°C)Cooler kotor, level oli rendah, atau Thermal Valve macet.Bersihkan kisi-kisi cooler, top-up oli Ultra Coolant, cek fungsi termostat.
Check Inlet FilterHambatan udara masuk terlalu tinggiFilter udara (Air Filter) sudah sangat kotor atau buntu.Bersihkan filter dengan udara bertekanan rendah atau ganti dengan yang baru.
Separator Element DirtyTekanan balik pada tabung separator tinggiElemen separator jenuh atau tersumbat kotoran oli.Ganti separator element (jangan ditunda karena bisa menyebabkan unit trip).
Main Motor OverloadBeban motor melebihi batas (Ampere tinggi)Tegangan tidak stabil, koneksi kabel kendur, atau beban mekanis berat.Cek tegangan listrik, kencangkan baut terminal di panel, cek putaran airend.
Fan Motor OverloadMotor kipas pendingin bermasalahMotor fan macet atau ada gangguan pada suplai listrik fan.Periksa putaran kipas secara manual (saat unit OFF) dan cek arus motor fan.
Emergency StopTombol E-Stop aktifTombol ditekan atau kabel E-Stop terputus/kendur.Pastikan area aman, lepas pengunci tombol E-Stop, dan reset pada panel.
Sensor FailureSinyal sensor (suhu/tekanan) hilangKabel sensor putus atau sensor rusak.Periksa sambungan kabel (wiring) ke sensor atau ganti sensor yang bermasalah.
"Selalu pastikan unit dalam kondisi 'Depressurized' (tekanan nol) sebelum melakukan pembukaan komponen pada sistem oli atau udara untuk menjaga keselamatan kerja."


Tips "Berdamai" dengan IR SH250

Berdasarkan pengalaman tim Dhevils Mechanic, agar "dukanya" berkurang, ada beberapa trik yang kami lakukan:

  1. Jangan Pelit dengan Oli: Selalu gunakan Ultra Coolant original. Menggunakan oli sembarangan adalah jalan pintas menuju kerusakan airend yang harganya bisa membuat bos Anda pusing tujuh keliling.

  2. Manajemen Filter: Jangan menunggu filter udara hitam pekat. Bersihkan secara rutin setiap minggu jika lingkungan kerja berdebu. Filter udara yang bersih = suhu mesin yang lebih dingin.

  3. Cek Scavenge Line: Ini kecil tapi sering dilupakan. Pastikan lubang kecil pada jalur pengisapan sisa oli (scavenge) tidak mampet.


Penutup

Merawat Ingersoll Rand SH250 mengajarkan kita tentang kedisiplinan. Ya, ada kalanya kita lelah menghadapi alarm yang muncul di waktu yang salah, tapi melihat mesin ini kembali running setelah diperbaiki memberikan kepuasan yang tidak bisa dibayar dengan apa pun. Itu adalah jiwa dari seorang mekanik.

Foto - Foto Terkait Perawatan Ingersollrand SH250












Demikianlah seklumit cerita perawatan air compressor merk inggersollrand dengan model SH 250, semoga dapat bermanfaat untuk kita semua.

Sobat Mekanik punya pengalaman "horor" atau cerita lucu saat menangani IR SH250? Atau ada alarm misterius yang belum terpecahkan? Tulis di kolom komentar ya, mari kita saling berbagi solusi!

supaya berbagi pengalaman ini dapat menjadi ladang amal jariah kita semua dan dapat bermanfaat bagi treman - teman yang membutuhkan informasi ini.

Postingan Populer

Kunci Inch dengan Kunci mm Dalam Dunia Mechanic

  Jika kita bekerja sebagai mechanic, toolkit adalah senjata kita dalam menyeleseikan suatu pekerjaan. karena dengan kelengkapan toolkit menurut saya 45% pekerjaan / troubleshoot dapat terpecahkan. Dan sebagai mekanik kita kadang menemukan ukuran bolt / nut yang berbeda - beda, ada ukuran dalam inchi, ada pula yang dalam ukuran mili meter. Seandainya kita paksakan mengunakan ukuran kunci tertentu, jutru tidak akan menyeleseikan masalah, tetapi malah menambah pekerjaan lainnya karena bolt atau nut yang kan kita kendorin akan slek atau rusak sehingga semakin sulit unitiuk kita lepaskan. atau bakan kunci yang kita gunakan akan rusak, dan hal ini elain menyusahkan waktu kita kerja juga akan menyusahkan di lain hari karena kita harus membeli kunci baru yang tidak murah harganya. Baca juga : Kehidupan di Offshore Platform  Fungsi Air Dryer Pada Air Compressor Korelasi Komposisi Gas dengan Air Fuel Ratio Perbedaan Prosedure Pembelian Gas Engine Dan Diesel Engine ...

Teory Pompa Kerja Pararel dan Pompa Kerja Seri

Pompa dapat kita pasang atau operasikan pararel atau seri, jika kita ingin menaikan qapasitas, pompa akan kita operasikan Pararel, dengan syarat Head pompa sama. Sedangkan jika kita ingin meanikan Head/ tekanan discharger pompa, kita dapat mengoperasikannya secara seri dan syartnya pompa ke 2 harus lebih rendah qapasitasnya, sebab jika sama maka akan ada kapitasi. Pompa pertama kita sebut pompa pengirim atau pompa utama, sementara pompa ke 2 kita sebut sebagi pompa Booster atau pompa peningkat tekanan. Dalam mendesain (pararel/series) pompa, jumlah 2 atau lebih pompa sentrifugal disebut dengan multiple centrifugal pump. Dalam mendesain multiple centrifugal pump ini utamanya adalah ketika melakukan instalasi,  sangatlah penting untuk memperhatikan hubungan antara kurva pompa (pump curve) dan kurva sistem perpipaan. (piping system curve). Efek dari menambahkan 2 buah pompa yang identik dalam rangkaian paralel dapat di lihat pada gambar grafik di bawah ini. Baca ...

Cara Leak Test (test kebocoran) dan Hydrotest pada Valve dan Bejana Tekan

Leak Test : Biasanya ini dilakukan pada reinforcing pad of opening, menggunakan udara. Kadang-kadang di-counter check dengan bubble soap. Sehingga sering disebut juga bubble test. Diaplikasikan pada semua peralatan yang mempunyai pads pada bagian pressure (PV, HE, Tank, dll). Bisa juga leak test dilakukan tanpa sabun. Material diinjeksi dengan udara bertekanan dan direndam dalam tanki air untuk beberapa waktu (digunakan dalam pengetesan fuel tank untuk forklift). Ini lebih efektif dibandingkan dengan sabun. Test ini juga dilakukan untuk pengecekan kebocaran pada blinded flange, flange joint (shell side to tube side joint), channel cover installation, dsb. Secara internal, diberi tekanan menggunakan udara – alternatif lain bisa menggunakan nitrogen (N 2 ). Pada tangki ada juga istilah leak test untuk roof dan bottom installation. Alatnya disebut Vacuum Box. Leak test tidak sama persis dengan pneumatic test. Pneumatic test itu bisa digunakan sebagai pengganti hydrotes...