Skip to main content

Menghidupkan Kembali "Raksasa yang Tertidur": Restorasi Pompa KSB Horizontal Multi-Stage (Head 200M)

     

Halo, Sobat Mekanik! 😊

Kembali lagi bersama saya, Dwi Hardi, di blog Dhevils Mechanic. Kali ini, saya punya cerita yang sedikit berbeda. Bukan sekadar perawatan rutin, tapi tentang sebuah "misi penyelamatan". Di hadapan saya saat ini, ada satu unit pompa KSB Horizontal Multi-Stage yang sudah lama terbengkalai, berdebu, dan nyaris terlupakan di sudut plant.

Namun, sebelum kita bongkar sampai ke impeller-nya, mari kita bicara sedikit tentang sejarah mengapa pompa asal Jerman ini bisa menjadi "penguasa" di industri kita.


Jejak Sejarah KSB: Dari Frankenthal ke Seluruh Pelosok Indonesia

KSB (Klein, Schanzlin & Becker) didirikan di Frankenthal, Jerman, pada tahun 1871. Di Indonesia sendiri, KSB bukan pemain baru. KSB mulai menancapkan taringnya secara serius di tanah air sejak era 1970-an dan mendirikan pabrikasi lokal (PT KSB Indonesia) pada tahun 1990-an di Cibitung.

Kenapa KSB begitu dominan di Indonesia? Pangsa pasar KSB di Indonesia mencakup hampir semua lini: dari gedung perkantoran (fire pump & HVAC), pengolahan air (PDAM), hingga industri berat seperti Oil & Gas dan Pertambangan. Mereka memenangkan pasar karena ketersediaan spare part yang mudah dan ketangguhan materialnya yang cocok dengan kondisi iklim tropis Indonesia yang korosif.


Bedah Unit: KSB Horizontal Multi-Stage (Head 200M / Kapasitas 100 m³/h)

Unit yang sedang saya tangani ini adalah tipe Horizontal Multi-Stage. Mengapa harus multi-stage? Karena kita mengejar Head setinggi 200 Meter.

Bayangkan, untuk mendorong air setinggi gedung 50 lantai atau sejauh berkilo-kilo meter, satu impeller saja tidak akan cukup. Kita butuh beberapa tahapan (stages) yang dipasang seri dalam satu poros untuk meningkatkan tekanan secara bertahap. Dengan kapasitas 100 m³/jam, pompa ini adalah jantung utama bagi suplai air industri atau boiler feed water.

Bedah Anatomi: Komponen Kunci KSB Horizontal Multi-Stage

Menghidupkan kembali pompa ini berarti kita harus memahami setiap bagian yang menyusunnya. Pada unit KSB multi-stage (seperti seri HGC atau WKL), komponen-komponen ini bekerja dalam satu kesatuan untuk menciptakan tekanan tinggi:

1. Suction & Discharge Casing

Ini adalah bagian "kepala" dan "ekor" pompa. Suction casing berfungsi sebagai jalan masuk air, sedangkan Discharge casing didesain jauh lebih tebal karena harus menahan tekanan akumulasi hingga 20 Bar (200M Head).

2. Impeller (The Heart)

Pada unit ini, terdapat beberapa impeller yang disusun seri.

  • Material Note: Untuk KSB, biasanya menggunakan Cast Iron kualitas tinggi atau Chrome Steel. Setiap impeller menambah energi kinetik ke cairan sebelum diteruskan ke tahap berikutnya.

3. Diffuser (The Energy Converter)

Berbeda dengan pompa single stage yang menggunakan volute, pompa multi-stage menggunakan Diffuser. Ini adalah stasioner vane yang mengelilingi impeller. Fungsinya sangat vital: mengubah kecepatan tinggi dari air menjadi tekanan statis secara efisien sebelum masuk ke mata impeller berikutnya.

4. Tie Rods (The Bones)

Jika Anda perhatikan, ada baut panjang yang mengikat seluruh stage casing dari ujung ke ujung. Itulah Tie Rods. Saat restorasi unit terbengkalai, kekencangan tie rods harus merata (diagonal) agar tidak terjadi kebocoran antar stage.

5. Balancing Disc / Drum (The Pressure Balancer)

Ini adalah komponen yang paling sering luput dari perhatian. Karena pompa multi-stage menghasilkan gaya dorong aksial (axial thrust) yang sangat besar ke arah suction, KSB menyematkan Balancing Device.

  • Troubleshoot: Jika pompa sering panas atau bearing cepat hancur, biasanya balancing disc ini sudah aus, sehingga gaya dorong tidak lagi seimbang.

6. Shaft & Shaft Sleeves

Poros (shaft) pada KSB multi-stage sangat panjang. Untuk melindunginya dari korosi dan gesekan di area seal, KSB menggunakan Shaft Sleeve (selongsong). Saat restorasi, pastikan sleeve ini tidak ada goresan (groove) agar seal tidak bocor.

7. Wearing Rings

Komponen "pengorbanan" yang terpasang pada casing atau impeller. Fungsinya untuk menjaga agar tidak terjadi aliran balik (recirculation) dari sisi discharge ke suction di dalam satu silinder. Jika clearance di sini melebihi standar (biasanya >0.5 mm), jangan harap Anda bisa mencapai Head 200M.


Tantangan Menghidupkan Unit Terbengkalai

Menghidupkan pompa yang sudah lama mati tidak boleh langsung main switch ON. Itu adalah resep jitu untuk menghancurkan mechanical seal dan bearing. Inilah langkah-langkah restorasi ala Dhevils Mechanic:

1. Inspeksi Poros (Shaft) & Rotating Element

Masalah utama unit terbengkalai adalah korosi pada shaft dan macetnya bearing.

  • Tindakan: Saya melakukan tes putar manual. Jika terasa berat, jangan dipaksa. Bongkar bearing housing dan bersihkan sisa oli/grease yang sudah mengeras seperti sabun.

2. Clearance Check (Batas Toleransi)

Pada pompa multi-stage, clearance antara wearing ring dan impeller sangat krusial. Karena head-nya mencapai 200M, celah yang terlalu longgar akan menyebabkan internal leakage besar-besaran yang menurunkan efisiensi.

3. Sistem Seal: Gland Packing vs Mechanical Seal

Untuk unit KSB ini, saya melakukan pengecekan pada sistem sealing-nya. Jika menggunakan Mechanical Seal yang sudah kering lama, permukaan carbon/ceramic-nya biasanya sudah lengket. Saya wajib melakukan lapping ulang atau penggantian total untuk mencegah kebocoran saat start-up.

4. Alignment: Kunci Keawetan

Pompa horizontal multi-stage sangat sensitif terhadap misalignment. Dengan poros yang panjang, ketidaksejuran antara motor dan pompa akan mengakibatkan vibrasi tinggi. Saya menggunakan Dial Indicator untuk memastikan radial dan axial alignment berada di bawah 0.05 mm.


Data Teknis Pengujian (Target Performance)

Setelah restorasi, target yang harus dicapai adalah:

  • Total Dynamic Head (TDH): 200 Meter.

  • Capacity (Q): 100 m³/jam.

  • Vibrasi: < 2.8 mm/s (Standard ISO untuk pompa industri).

  • Suhu Bearing: Stabil di bawah 70°C.


KomponenHal yang Harus DiperiksaStatus Ideal
ShaftRun-out (Kelurusan)< 0.05 mm
ImpellerSumbatan atau ErosiBersih, tidak ada lubang piting
BearingSuara & PutaranHalus, tanpa getaran/suara "krak"
Mechanical SealPermukaan (Face)Rata, mengkilap, tidak ada retak rambut
DiffuserKondisi VaneTidak ada pengikisan akibat kavitasi

Tips Tambahan : "Sobat Mekanik, saat membongkar unit KSB ini, jangan lupa untuk memberi nomor/tanda pada setiap stage. Urutan impeller dan diffuser tidak boleh tertukar, karena meskipun terlihat sama, setiap tahap memiliki peran dalam distribusi beban tekanan."


Berikut adalah SOP (Standard Operating Procedure) Assembly Pompa KSB Multi-Stage ala Dhevils Mechanic, disusun berurutan dari meja kerja hingga pengujian:


Panduan Assembly Pompa KSB Multi-Stage: Step-by-Step

Tahap 1: Persiapan dan Pemeriksaan Dasar (The Foundation)

  1. Cleaning: Pastikan semua komponen (casing, impeller, diffuser) bersih dari karat, debu, atau sisa gasket lama.

  2. Layouting: Susun komponen sesuai urutan stage-nya di atas meja kerja yang bersih. Jangan sampai tertukar antara stage 1, 2, dst.

  3. Shaft Check: Letakkan shaft di atas v-block dan cek kelurusannya (run-out) menggunakan dial indicator. Maksimal penyimpangan biasanya 0.03 - 0.05 mm.

Tahap 2: Perakitan Bagian Suction (The Starting Point)

  1. Pasang Suction Casing pada dudukan atau ragum khusus.

  2. Masukkan shaft melalui suction casing.

  3. Pasang Shaft Sleeve sisi suction dan sealing device (Mechanical Seal atau Gland Packing dasar).

Tahap 3: Perakitan Stage (The Heart Assembly)

Ini adalah proses berulang sesuai jumlah stage (misal ada 5 stage):

  1. Impeller 1: Masukkan impeller pertama ke shaft, pastikan key (spi) terpasang sempurna.

  2. Diffuser 1: Pasang diffuser yang membungkus impeller pertama, diikuti dengan stage casing (rumah stage).

  3. Wearing Ring Check: Pastikan clearance antara impeller dan wearing ring sudah sesuai spek.

  4. Ulangi: Lakukan proses yang sama untuk stage berikutnya hingga seluruh stage terpasang.

Tahap 4: Perakitan Sisi Discharge & Balancing Device

  1. Setelah stage terakhir, pasang Discharge Casing.

  2. Pasang Balancing Disc/Drum. Ini sangat krusial! Pastikan urutan ring penguncinya benar karena komponen ini yang menahan gaya dorong aksial.

  3. Kencangkan Tie Rods (baut panjang pengikat body).

    • Pro Tip: Gunakan kunci torsi dan kencangkan secara diagonal (menyilang) bertahap agar casing tidak miring yang bisa menyebabkan kebocoran antar stage.

Tahap 5: Finishing & Sealing

  1. Pasang Mechanical Seal sisi discharge.

  2. Pasang Bearing Housing di kedua sisi (suction & discharge).

  3. Isi pelumas (Grease atau Oil) sesuai spesifikasi.

  4. Final Rotation Test: Putar poros dengan tangan. Poros harus bisa berputar lancar tanpa ada suara gesekan logam.


Tahap 6: Instalasi & Pre-Commissioning

  1. Alignment: Pasang pompa di baseplate dan hubungkan ke motor. Lakukan alignment (Laser atau Dial) hingga masuk toleransi 0.05 mm.

  2. Priming: Isi pompa dengan air hingga penuh (buang udara/venting). Jangan pernah menjalankan pompa multi-stage dalam kondisi kering!


Tahap 7: Test Performa (The Final Exam)

Setelah mesin menyala, pantau parameter berikut untuk memastikan restorasi berhasil:

  1. Pressure Test (Head):

    • Tutup discharge valve perlahan (sebentar saja) untuk melihat Shut-off Head.

    • Buka valve hingga mencapai aliran operasional dan pastikan pressure gauge menunjukkan angka stabil (setara 20 Bar untuk Head 200M).

  2. Capacity Check: * Gunakan flowmeter untuk memastikan aliran mencapai 100 m³/h.

  3. Vibration & Noise: * Gunakan Vibrometer. Nilai ideal harus di bawah 2.8 mm/s. Suara harus halus, tidak ada bunyi kavitasi (seperti kerikil di dalam pompa).

  4. Temperature Monitoring: * Cek suhu bearing dan housing. Normalnya berkisar 40°C - 65°C.

  5. Leakage Check: * Pastikan tidak ada kebocoran pada sambungan stage maupun pada sistem sealing.


Note :"Assembly pompa multi-stage bukan tentang seberapa cepat kita merakit, tapi seberapa teliti kita menjaga setiap mili-meter celah di dalamnya. Karena di tekanan 200 meter, kesalahan kecil adalah lubang besar bagi kegagalan."

pengerjaan-overhaul-pompa-ksb-multi-stage-dhevils-mechanic.

Penutup: Jiwa di Balik Besi Tua

Menghidupkan kembali unit KSB ini memberikan kepuasan tersendiri bagi saya, Dwi Hardi. Ada kebanggaan saat mendengar suara putaran turbin yang halus dan melihat jarum pressure gauge naik perlahan menuju angka yang ditargetkan.

Mesin sehebat apa pun, jika tidak dirawat dengan hati, ia akan menjadi rongsokan. Namun di tangan seorang mekanik yang tepat, rongsokan bisa kembali menjadi aset yang tak ternilai harganya.

Sobat Mekanik punya unit KSB yang sedang rewel atau punya cerita serupa tentang restorasi pompa lama? Tulis di kolom komentar, kita sharing ilmu di sini!


Salam Putaran Tinggi, Dwi Hardi – Sang Dhevils Mechanic

Postingan Populer

Kunci Inch dengan Kunci mm Dalam Dunia Mechanic

  Jika kita bekerja sebagai mechanic, toolkit adalah senjata kita dalam menyeleseikan suatu pekerjaan. karena dengan kelengkapan toolkit menurut saya 45% pekerjaan / troubleshoot dapat terpecahkan. Dan sebagai mekanik kita kadang menemukan ukuran bolt / nut yang berbeda - beda, ada ukuran dalam inchi, ada pula yang dalam ukuran mili meter. Seandainya kita paksakan mengunakan ukuran kunci tertentu, jutru tidak akan menyeleseikan masalah, tetapi malah menambah pekerjaan lainnya karena bolt atau nut yang kan kita kendorin akan slek atau rusak sehingga semakin sulit unitiuk kita lepaskan. atau bakan kunci yang kita gunakan akan rusak, dan hal ini elain menyusahkan waktu kita kerja juga akan menyusahkan di lain hari karena kita harus membeli kunci baru yang tidak murah harganya. Baca juga : Kehidupan di Offshore Platform  Fungsi Air Dryer Pada Air Compressor Korelasi Komposisi Gas dengan Air Fuel Ratio Perbedaan Prosedure Pembelian Gas Engine Dan Diesel Engine ...

Teory Pompa Kerja Pararel dan Pompa Kerja Seri

Pompa dapat kita pasang atau operasikan pararel atau seri, jika kita ingin menaikan qapasitas, pompa akan kita operasikan Pararel, dengan syarat Head pompa sama. Sedangkan jika kita ingin meanikan Head/ tekanan discharger pompa, kita dapat mengoperasikannya secara seri dan syartnya pompa ke 2 harus lebih rendah qapasitasnya, sebab jika sama maka akan ada kapitasi. Pompa pertama kita sebut pompa pengirim atau pompa utama, sementara pompa ke 2 kita sebut sebagi pompa Booster atau pompa peningkat tekanan. Dalam mendesain (pararel/series) pompa, jumlah 2 atau lebih pompa sentrifugal disebut dengan multiple centrifugal pump. Dalam mendesain multiple centrifugal pump ini utamanya adalah ketika melakukan instalasi,  sangatlah penting untuk memperhatikan hubungan antara kurva pompa (pump curve) dan kurva sistem perpipaan. (piping system curve). Efek dari menambahkan 2 buah pompa yang identik dalam rangkaian paralel dapat di lihat pada gambar grafik di bawah ini. Baca ...

Cara Leak Test (test kebocoran) dan Hydrotest pada Valve dan Bejana Tekan

Leak Test : Biasanya ini dilakukan pada reinforcing pad of opening, menggunakan udara. Kadang-kadang di-counter check dengan bubble soap. Sehingga sering disebut juga bubble test. Diaplikasikan pada semua peralatan yang mempunyai pads pada bagian pressure (PV, HE, Tank, dll). Bisa juga leak test dilakukan tanpa sabun. Material diinjeksi dengan udara bertekanan dan direndam dalam tanki air untuk beberapa waktu (digunakan dalam pengetesan fuel tank untuk forklift). Ini lebih efektif dibandingkan dengan sabun. Test ini juga dilakukan untuk pengecekan kebocaran pada blinded flange, flange joint (shell side to tube side joint), channel cover installation, dsb. Secara internal, diberi tekanan menggunakan udara – alternatif lain bisa menggunakan nitrogen (N 2 ). Pada tangki ada juga istilah leak test untuk roof dan bottom installation. Alatnya disebut Vacuum Box. Leak test tidak sama persis dengan pneumatic test. Pneumatic test itu bisa digunakan sebagai pengganti hydrotes...