Skip to main content

Legenda Wheatley Gaso HP-600XL: Si Otot Baja di Jantung PT Pertamina EP Field Jatibarang

Legenda Wheatley Gaso HP-600XL: Si Otot Baja di Jantung PT Pertamina EP Field Jatibarang

Halo, Sobat Mekanik! 😊

Kembali lagi bersama saya, Dwi Hardi, sang Dhevils Mechanic. Hari ini kita tidak bicara soal kecepatan, melainkan soal tekanan. Di dunia migas, jika Anda membutuhkan tekanan tinggi untuk mengirim fluida melalui pipa-pipa panjang, hanya ada satu nama yang terlintas di kepala para senior: Wheatley Gaso.

Mari kita buka catatan sejarah bagaimana pompa seri HP-600XL ini bisa menjadi andalan di PT Pertamina EP Field Jatibarang.


1. Sejarah Panjang: Dari Tulsa, Oklahoma Menuju Dunia

Nama Gaso mulai dikenal sejak tahun 1915 di Tulsa, Oklahoma, Amerika Serikat. Awalnya, mereka memproduksi pompa khusus untuk ladang minyak lokal di Texas dan Oklahoma yang terkenal dengan kontur tanahnya yang keras.

Gaso kemudian bergabung dengan Wheatley, perusahaan yang juga ahli di bidang katup (valve) dan pompa. Gabungan keduanya melahirkan teknologi Reciprocating Pump (pompa piston/plunger) paling bandel di dunia. Seri HP-600XL adalah mahakarya mereka—pompa triplex (tiga silinder) yang dirancang untuk tugas berat (heavy duty) dengan perawatan yang relatif simpel.


2. Jejak Gaso di Jatibarang, Indonesia

Mengapa Gaso bisa sampai ke Field Jatibarang? Jawabannya adalah konsistensi.

Pada era pengembangan besar-besaran Field Jatibarang (yang dikenal dengan karakteristik minyaknya yang punya viskositas unik dan kebutuhan tekanan injeksi yang stabil), Pertamina membutuhkan pompa yang tidak hanya kuat, tapi juga "tahan siksa".

Wheatley Gaso masuk ke Indonesia melalui distributor resmi dan kontrak-kontrak pengadaan alat berat migas pada masa itu. Di Jatibarang, pompa HP-600XL seringkali ditempatkan sebagai Water Injection Pump atau Shipping Pump. Kemampuannya memompa cairan dengan tekanan tinggi secara terus-menerus menjadikannya tulang punggung transportasi minyak dari stasiun pengumpul menuju jalur pipa utama.


3. Anatomi HP-600XL: Mengapa Ia Begitu Tangguh?

Pompa ini memiliki desain Reciprocating Triplex (3 silinder), yang artinya aliran outputnya jauh lebih stabil dibandingkan pompa simplex atau duplex. Beberapa komponen kuncinya:

  • Power End: Rumah transmisi yang sangat kokoh, menggunakan sistem pelumasan percik (splash lubrication) yang memastikan crankshaft tetap dingin.

  • Fluid End: Bagian kepala pompa yang bersentuhan langsung dengan fluida. Tersedia dalam berbagai material (Aluminum Bronze, Ductile Iron, atau Stainless Steel) tergantung seberapa korosif cairan di Jatibarang.

  • Plunger: Bagian yang bergerak maju mundur. Biasanya dilapisi dengan Ceramic atau Colmonoy agar tahan terhadap gesekan ribuan kali per jam.


4. Masalah yang Sering Ditemui (Troubleshooting)

Bahkan si baja ini pun bisa "lelah". Sebagai mekanik, ini yang sering saya temukan di lapangan:

  1. Valve Knocking: Suara benturan keras pada fluid end. Biasanya karena per (spring valve) patah atau ada benda asing yang mengganjal katup.

  2. Packing Leakage: Kebocoran pada seal plunger. Sering terjadi jika plunger sudah tergores atau sistem pelumasan packing (lubricator) buntu.

  3. Vibrasi pada Power End: Bisa mengindikasikan bearing crankshaft yang mulai aus atau alignment dengan penggerak (motor/engine) yang bergeser.

Overhaul Total Wheatley Gaso HP-600XL: Restorasi dari Power End hingga Fluid End

Sebagai mekanik, overhaul pompa triplex sebesar HP-600XL adalah tantangan fisik dan mental. Di workshop Dhevils Mechanic, kami melakukan prosedur "Zero Hour Reset" untuk memastikan pompa kembali ke performa pabrik. Berikut adalah tahapannya:

1. Pembongkaran Power End: Bedah Jantung Transmisi

Langkah pertama dimulai dengan menguras oli dan membuka back cover.

  • Pelepasan Shaft (Crankshaft): Karena dimensi dan bobotnya, kami menggunakan tackle atau crane kecil. Setelah connecting rod (stang piston) dilepas, poros engkol (crankshaft) ditarik keluar.

  • Penggantian Bearing: Kami mengganti Main Bearing (biasanya tipe Tapered Roller Bearing). Pemasangan bearing baru wajib menggunakan metode pemanasan (induction heater) agar bearing memuai secara merata dan masuk ke poros tanpa paksaan yang bisa merusak race.

2. Rekondisi Crosshead: Menghilangkan Celah "Speling"

Crosshead adalah komponen yang mengubah gerak rotasi menjadi gerak linier.

  • Inspeksi: Kami memeriksa celah (clearance) antara Crosshead dengan Guide-nya. Jika sudah longgar, akan timbul suara ketukan (knocking) yang keras.

  • Perbaikan: Jika ditemukan keausan, kami melakukan re-facing atau penggantian bushings untuk memastikan gerakan maju-mundur tetap presisi dan lurus (center).

3. Pekerjaan di Fluid End: Menjamin Tekanan Maksimal

Setelah bagian penggerak (Power End) beres, kita beralih ke bagian yang bersentuhan langsung dengan fluida.

  • Penggantian Plunger: Plunger lama yang sudah tergores atau pitting wajib diganti. Kami menggunakan plunger dengan lapisan Ceramic atau Colmonoy agar lebih tahan terhadap abrasi fluida di Jatibarang. Jangan lupa mengganti Packing dengan material yang sesuai (V-ring atau Kevlar).

  • Suction & Discharge Valves: Ini adalah "gerbang" tekanan. Kami membongkar seluruh unit katup.

    • Valve Seat: Jika dudukan (seat) sudah aus, kami lakukan lapping atau penggantian baru agar kedap total.

    • Springs: Per katup diganti dengan yang baru untuk memastikan respon buka-tutup katup tetap cepat sesuai RPM pompa.

4. Assembly & Final Setting

Semua komponen dirakit kembali dengan perhatian khusus pada:

  1. Torque Baut: Terutama baut Connecting Rod dan Fluid End Studs.

  2. Alignment: Menyelaraskan kembali poros pompa dengan motor penggerak.

  3. Lube Oil Flush: Membersihkan jalur oli untuk memastikan tidak ada gram sisa pengerjaan.


Tabel Spesifikasi Torsi & Clearance Gaso HP-600XL

BagianItem Inspeksi / TorsiStandar / Nilai
CrankshaftMain Bearing End Play0.002" - 0.006"
Connecting RodWrist Pin Clearance0.001" - 0.003"
Power EndCrankcase Oil Capacity± 19 - 22 Liter
TorqueConnecting Rod Bolts125 - 135 Ft-Lbs
TorqueFluid End Cover Bolts350 - 400 Ft-Lbs

Pesan Dhevils Mechanic di Akhir Overhaul:

"Overhaul bukan cuma soal ganti part baru, tapi soal memastikan setiap komponen bisa bernapas bersama lagi dalam harmoni. Saat Gaso HP-600XL ini kembali berdetak halus di Field Jatibarang, itulah bayaran terbaik bagi seorang mekanik."


dan barikut foto - foto proses perbaikan

 

 

 

 



 

 

Penutup: Pesan dari Dhevils Mechanic

Merawat Wheatley Gaso HP-600XL di Field Jatibarang bukan sekadar soal ganti oli. Ini adalah soal menghargai presisi alat yang sudah mengabdi puluhan tahun. Selama fluid end dijaga kebersihannya dan plunger selalu terlunasi, pompa ini akan tetap berdetak kencang mendukung produksi migas nasional.

Sobat Mekanik punya cerita seru saat bongkar Fluid End Gaso? Atau pernah pusing mencari part HP-600XL? Tulis pengalaman kalian di kolom komentar!


Salam Tekanan Tinggi, Dwi Hardi – Sang Dhevils Mechanic








Postingan Populer

Kunci Inch dengan Kunci mm Dalam Dunia Mechanic

  Jika kita bekerja sebagai mechanic, toolkit adalah senjata kita dalam menyeleseikan suatu pekerjaan. karena dengan kelengkapan toolkit menurut saya 45% pekerjaan / troubleshoot dapat terpecahkan. Dan sebagai mekanik kita kadang menemukan ukuran bolt / nut yang berbeda - beda, ada ukuran dalam inchi, ada pula yang dalam ukuran mili meter. Seandainya kita paksakan mengunakan ukuran kunci tertentu, jutru tidak akan menyeleseikan masalah, tetapi malah menambah pekerjaan lainnya karena bolt atau nut yang kan kita kendorin akan slek atau rusak sehingga semakin sulit unitiuk kita lepaskan. atau bakan kunci yang kita gunakan akan rusak, dan hal ini elain menyusahkan waktu kita kerja juga akan menyusahkan di lain hari karena kita harus membeli kunci baru yang tidak murah harganya. Baca juga : Kehidupan di Offshore Platform  Fungsi Air Dryer Pada Air Compressor Korelasi Komposisi Gas dengan Air Fuel Ratio Perbedaan Prosedure Pembelian Gas Engine Dan Diesel Engine ...

Teory Pompa Kerja Pararel dan Pompa Kerja Seri

Pompa dapat kita pasang atau operasikan pararel atau seri, jika kita ingin menaikan qapasitas, pompa akan kita operasikan Pararel, dengan syarat Head pompa sama. Sedangkan jika kita ingin meanikan Head/ tekanan discharger pompa, kita dapat mengoperasikannya secara seri dan syartnya pompa ke 2 harus lebih rendah qapasitasnya, sebab jika sama maka akan ada kapitasi. Pompa pertama kita sebut pompa pengirim atau pompa utama, sementara pompa ke 2 kita sebut sebagi pompa Booster atau pompa peningkat tekanan. Dalam mendesain (pararel/series) pompa, jumlah 2 atau lebih pompa sentrifugal disebut dengan multiple centrifugal pump. Dalam mendesain multiple centrifugal pump ini utamanya adalah ketika melakukan instalasi,  sangatlah penting untuk memperhatikan hubungan antara kurva pompa (pump curve) dan kurva sistem perpipaan. (piping system curve). Efek dari menambahkan 2 buah pompa yang identik dalam rangkaian paralel dapat di lihat pada gambar grafik di bawah ini. Baca ...

Cara Leak Test (test kebocoran) dan Hydrotest pada Valve dan Bejana Tekan

Leak Test : Biasanya ini dilakukan pada reinforcing pad of opening, menggunakan udara. Kadang-kadang di-counter check dengan bubble soap. Sehingga sering disebut juga bubble test. Diaplikasikan pada semua peralatan yang mempunyai pads pada bagian pressure (PV, HE, Tank, dll). Bisa juga leak test dilakukan tanpa sabun. Material diinjeksi dengan udara bertekanan dan direndam dalam tanki air untuk beberapa waktu (digunakan dalam pengetesan fuel tank untuk forklift). Ini lebih efektif dibandingkan dengan sabun. Test ini juga dilakukan untuk pengecekan kebocaran pada blinded flange, flange joint (shell side to tube side joint), channel cover installation, dsb. Secara internal, diberi tekanan menggunakan udara – alternatif lain bisa menggunakan nitrogen (N 2 ). Pada tangki ada juga istilah leak test untuk roof dan bottom installation. Alatnya disebut Vacuum Box. Leak test tidak sama persis dengan pneumatic test. Pneumatic test itu bisa digunakan sebagai pengganti hydrotes...