Skip to main content

Menghidupkan Kembali Sang Legenda: Overhaul Engine Arrow C-225 Pengerak Pumping Unit (Part 1)

Halo, Sobat Mekanik! 😊

Kembali lagi di blog Dhevils Mechanic. Hari ini kita akan membahas salah satu "pekerja keras" paling ikonik di dunia onshore oil production, yaitu Engine Arrow Model C-series.


Secara spesifik, tim kami baru saja menyelesaikan proyek Major Overhaul pada Arrow C-225. Mesin satu silinder ini mungkin terlihat sederhana bagi orang awam, tapi bagi kita di lapangan, ini adalah mesin dengan torsi badak yang menjadi urat nadi penggerak pumping unit (pompa angguk).

Ayo, kita bedah proses "operasi jantung" pada mesin tangguh ini!


1. Mengapa Arrow C-225 Begitu Istimewa?

Engine Arrow C-225 adalah tipe mesin gas satu silinder, 4-tak, dengan desain heavy flywheel. Mengapa dipakai untuk pumping unit? Karena beban pumping unit itu tidak stabil (naik-turun). Inersia dari flywheel raksasa pada Arrow C-225 inilah yang menjaga putaran tetap stabil meskipun beban berubah-ubah secara ekstrem di setiap siklus pompa.

2. Diagnosa Awal: Kapan Harus Overhaul?

Sebelum kita bongkar, ada beberapa tanda yang membuat tim Dhevils Mechanic memutuskan untuk melakukan Major Overhaul:

  • Konsumsi Oli Meningkat: Indikasi piston ring sudah aus atau liner mulai tergores.

  • Hard Starting: Mesin sulit dinyalakan meski sistem pengapian (magneto) normal.

  • Blow-by Gas Berlebih: Tekanan gas keluar dari lubang pernapasan mesin.

  • Noise pada Main Bearing: Suara ketukan logam yang menandakan clearance sudah di luar batas toleransi.


3. Langkah-Langkah Major Overhaul (The Process)

A. Disassembly & Cleaning

Kami membongkar unit hingga ke bagian terkecil. Komponen-komponen seperti head, piston, connecting rod, hingga crankshaft dibersihkan dari kerak karbon dan sisa oli yang mengeras.

B. Inspeksi Presisi (The Critical Part)

Di sinilah ilmu mekanik diuji. Kami melakukan pengukuran menggunakan mikrometer dan dial bore gauge:

  • Cylinder Liner: Mengecek keovalan dan keausan dinding liner.

  • Crankshaft: Memastikan journal tidak mengalami taper atau goresan dalam.

  • Valves & Seats: Memastikan sudut payung klep masih bisa melakukan sealing sempurna agar kompresi tidak bocor.

C. Penggantian Part

Untuk performa maksimal, kami selalu merekomendasikan penggantian komponen kritikal dengan part original:

  1. Piston & Ring Set: Untuk mengembalikan kompresi ke standar pabrik.

  2. Main Bearing & Con-rod Bearing: Memastikan putaran mesin halus tanpa vibrasi.

  3. Gasket Set Total: Mencegah kebocoran gas maupun oli.

D. Reassembly & Timing

Pemasangan dilakukan dengan mengikuti spesifikasi torque (torsi baut) yang ada di buku manual. Pemasangan timing pada Arrow C-225 harus sangat presisi agar sinkronisasi antara buka-tutup klep dan pengapian dari Altronic Magneto berjalan sempurna.


4. First Fire & Running Test

Momen yang paling memuaskan bagi seorang mekanik adalah saat mesin pertama kali di- start setelah overhaul.

  • Kami melakukan Break-in (Running-in) selama beberapa jam tanpa beban penuh.

  • Memantau temperatur air pendingin (sistem thermosyphon pada Arrow sangat unik karena tidak menggunakan pompa air).

  • Menyetel Air-Fuel Mixture pada karburator agar pembakaran sempurna dan hemat bahan bakar gas.


5. Kesimpulan & Tips Perawatan

Engine Arrow C-225 adalah mesin yang sangat awet jika dirawat dengan benar. Kuncinya cuma tiga: Oli yang bersih, Air pendingin yang cukup, dan Kualitas gas yang kering.

Melakukan overhaul bukan sekadar mengganti part, tapi mengembalikan presisi mesin agar ia siap bekerja 24 jam sehari di tengah teriknya ladang minyak.


Sobat Mekanik punya pengalaman serupa menangani mesin satu silinder ini? Atau ada kendala dengan Arrow Engine di lokasi Anda? Tulis di kolom komentar, mari kita diskusi teknis!

Salam Kunci Inggris, Tim Dhevils Mechanic

Postingan Populer

Kunci Inch dengan Kunci mm Dalam Dunia Mechanic

  Jika kita bekerja sebagai mechanic, toolkit adalah senjata kita dalam menyeleseikan suatu pekerjaan. karena dengan kelengkapan toolkit menurut saya 45% pekerjaan / troubleshoot dapat terpecahkan. Dan sebagai mekanik kita kadang menemukan ukuran bolt / nut yang berbeda - beda, ada ukuran dalam inchi, ada pula yang dalam ukuran mili meter. Seandainya kita paksakan mengunakan ukuran kunci tertentu, jutru tidak akan menyeleseikan masalah, tetapi malah menambah pekerjaan lainnya karena bolt atau nut yang kan kita kendorin akan slek atau rusak sehingga semakin sulit unitiuk kita lepaskan. atau bakan kunci yang kita gunakan akan rusak, dan hal ini elain menyusahkan waktu kita kerja juga akan menyusahkan di lain hari karena kita harus membeli kunci baru yang tidak murah harganya. Baca juga : Kehidupan di Offshore Platform  Fungsi Air Dryer Pada Air Compressor Korelasi Komposisi Gas dengan Air Fuel Ratio Perbedaan Prosedure Pembelian Gas Engine Dan Diesel Engine ...

Teory Pompa Kerja Pararel dan Pompa Kerja Seri

Pompa dapat kita pasang atau operasikan pararel atau seri, jika kita ingin menaikan qapasitas, pompa akan kita operasikan Pararel, dengan syarat Head pompa sama. Sedangkan jika kita ingin meanikan Head/ tekanan discharger pompa, kita dapat mengoperasikannya secara seri dan syartnya pompa ke 2 harus lebih rendah qapasitasnya, sebab jika sama maka akan ada kapitasi. Pompa pertama kita sebut pompa pengirim atau pompa utama, sementara pompa ke 2 kita sebut sebagi pompa Booster atau pompa peningkat tekanan. Dalam mendesain (pararel/series) pompa, jumlah 2 atau lebih pompa sentrifugal disebut dengan multiple centrifugal pump. Dalam mendesain multiple centrifugal pump ini utamanya adalah ketika melakukan instalasi,  sangatlah penting untuk memperhatikan hubungan antara kurva pompa (pump curve) dan kurva sistem perpipaan. (piping system curve). Efek dari menambahkan 2 buah pompa yang identik dalam rangkaian paralel dapat di lihat pada gambar grafik di bawah ini. Baca ...

Cara Leak Test (test kebocoran) dan Hydrotest pada Valve dan Bejana Tekan

Leak Test : Biasanya ini dilakukan pada reinforcing pad of opening, menggunakan udara. Kadang-kadang di-counter check dengan bubble soap. Sehingga sering disebut juga bubble test. Diaplikasikan pada semua peralatan yang mempunyai pads pada bagian pressure (PV, HE, Tank, dll). Bisa juga leak test dilakukan tanpa sabun. Material diinjeksi dengan udara bertekanan dan direndam dalam tanki air untuk beberapa waktu (digunakan dalam pengetesan fuel tank untuk forklift). Ini lebih efektif dibandingkan dengan sabun. Test ini juga dilakukan untuk pengecekan kebocaran pada blinded flange, flange joint (shell side to tube side joint), channel cover installation, dsb. Secara internal, diberi tekanan menggunakan udara – alternatif lain bisa menggunakan nitrogen (N 2 ). Pada tangki ada juga istilah leak test untuk roof dan bottom installation. Alatnya disebut Vacuum Box. Leak test tidak sama persis dengan pneumatic test. Pneumatic test itu bisa digunakan sebagai pengganti hydrotes...