Skip to main content

Menguasai Flowserve Logix 3200MD: Dari Sejarah Raksasa Valve hingga Taktik Jitu Troubleshooting

Halo, Sobat Dhevils Mekanik! 😊

 Ketemu lagi dengan tulisan - tulisan dhevils mechanic yang tak jauh - jauh membahas dunia mechanic oil and gas industry dimana sering diulas terkait permasalahan yang ada di dunia mechanic atau troubleshot dilapangan serta ide - ide kreative dalam memecahkan amsalah yang sering terjadi. Yuk kali ini kita bahas terkait Positioner dari control valve.

Dalam sistem pengendalian proses (process control), kita sering menyebut Control Valve sebagai "tangan" dari sebuah sistem. Namun, tangan tidak akan bisa bergerak presisi tanpa adanya "otak" yang cerdas. Hari ini, kita akan membedah salah satu otak paling populer di industri oil and gas: Digital Positioner Flowserve Logix 3200MD.

Mari kita urai mulai dari akarnya.


1. Sejarah Flowserve: Warisan Para Inovator

Sebelum kita bicara teknis, tahu tidak kalau Flowserve bukan sekadar merek kemarin sore? Flowserve lahir dari penggabungan dua raksasa industri pada tahun 1997, yaitu BW/IP dan Durco International.

Namun, akarnya jauh lebih dalam. Nama-nama legendaris seperti Valtek (yang sangat terkenal dengan kontrol valve-nya) adalah bagian dari sejarah Flowserve. Seri Logix sendiri lahir dari kebutuhan industri akan positioner yang tidak hanya bisa menggerakkan valve, tapi juga bisa "berbicara" (diagnostik digital). Logix 3200MD adalah evolusi dari teknologi Valtek yang menggabungkan ketangguhan mekanik dengan kecanggihan elektronik digital.


2. Mengenal Si Pintar Logix 3200MD

Logix 3200MD adalah digital positioner berbasis protokol HART. Keunggulannya adalah kemudahan kalibrasi (hanya butuh satu tombol!) dan kemampuannya mendeteksi masalah pada valve sebelum kerusakan terjadi.


3. Strategi Troubleshooting: Menghadapi Masalah Umum

Di lapangan, sehebat apa pun alatnya, pasti ada kalanya "ngambek". Berikut adalah panduan troubleshooting khas Dhevils Mechanic untuk Logix 3200MD:

A. Masalah: Valve Tidak Bergerak (No Movement)

  • Cek Suplai Udara: Pastikan udara instrumen bersih dan tekanannya sesuai spesifikasi actuator.

  • Cek Arus 4-20 mA: Logix 3200MD bertenaga dari loop arus. Jika arus di bawah 3.8 mA, positioner tidak akan menyala.

  • Periksa Linkage: Pastikan batang penghubung (feedback stem) tidak lepas atau patah.

B. Masalah: Valve Bergetar (Hunting/Oscillating)

  • Penyebab: Biasanya karena nilai Gain yang terlalu tinggi.

  • Solusi: Lakukan Auto-Tune ulang. Jika masih bergetar, coba turunkan stabilitas melalui tombol konfigurasi atau software ValveSight.

C. Masalah: Udara Bocor Terus Menerus di Exhaust

  • Penyebab: Pilot Valve (relay) di dalam positioner mungkin kotor karena udara instrumen yang lembap atau berminyak.

  • Tindakan: Bersihkan filter internal positioner dan pastikan kualitas udara instrumen (Air Dryer) di plant Anda dalam kondisi baik.



4. Membaca "Bahasa" Lampu LED

Salah satu fitur terbaik Logix 3200MD adalah lampu indikatornya. Sobat tidak perlu selalu bawa laptop untuk diagnosa awal:

  • Hijau Kedip: Kondisi Normal (All Good!).

  • Kuning Kedip: Ada peringatan (Warning), misalnya butuh kalibrasi ulang.

  • Merah: Fatal Error atau Critical Alarm. Cek apakah ada penyumbatan udara atau kegagalan sensor internal.


5. Tips Pro: Ritual "Quick Cal"

Sobat Mekanik, kelebihan utama seri ini adalah tombol QUICK-CAL.

  1. Tekan tombol selama 3 detik.

  2. Biarkan positioner mencari batas Stroke (Open & Close) sendiri.

  3. Catatan Penting: Pastikan valve tidak sedang dalam jalur produksi aktif saat melakukan ini, karena valve akan bergerak penuh!


SwitchFungsiPosisi Down (Off)Posisi Up (On)
SW 1Air ActionAir-to-Open (ATO): Udara masuk = Valve BukaAir-to-Close (ATC): Udara masuk = Valve Tutup
SW 2CharLinear: Gerakan valve linier dengan inputEq %: Gerakan valve secara logaritmik (Equal Percentage)
SW 3Auto-TuneStandard: Untuk actuator standarLow Friction: Untuk valve dengan gesekan sangat rendah
SW 4Tight Shut-offDisabled: Valve menutup sesuai sinyal inputEnabled: Memastikan valve menutup rapat (tekanan penuh) saat sinyal < 1%

Panduan Cepat Diagnostik LED

Logix 3200MD menggunakan sistem kode lampu tiga warna (Hijau-Kuning-Merah). Berikut cara membacanya secara cepat:

  • G - G - G (Hijau Berurutan): Kondisi Normal. Unit beroperasi dengan baik.

  • G - Y - G (Hijau-Kuning-Hijau): Calibration Required. Unit butuh dikalibrasi ulang (tekan Quick-Cal).

  • Y - Y - Y (Kuning Berurutan): Low Air Supply. Tekanan udara instrumen turun di bawah batas minimum.

  • R - R - R (Merah Berurutan): Critical Error. Terjadi kegagalan sensor internal atau pneumatic relay macet.


Tips Tambahan: Prosedur Quick-Cal

Setelah Sobat mengatur DIP Switch (terutama SW 1 untuk arah gerak), lakukan langkah ini:

  1. Pastikan valve sedang tidak digunakan dalam proses (Off-line).

  2. Tekan dan tahan tombol Quick-Cal selama minimal 3 detik.

  3. Unit akan melakukan Auto-stroke (mencari batas tutup dan buka secara otomatis).

  4. Selesai saat lampu kembali menunjukkan pola Hijau (Normal).


Catatan : "Ingat, sebelum mengubah posisi DIP Switch 1 (Air Action), pastikan Sobat memahami karakteristik Fail-Safe dari Control Valve tersebut (Fail Open atau Fail Close) untuk menghindari kesalahan operasi yang berbahaya."



Kesimpulan

Flowserve Logix 3200MD adalah perpaduan sejarah panjang Valtek dan teknologi digital modern. Memahami alat ini berarti memahami bagaimana menjaga aliran proses tetap stabil. Kuncinya sederhana: Udara yang bersih dan kalibrasi yang tepat.

Sobat Mekanik punya pengalaman pahit atau manis saat kalibrasi Logix 3200MD? Atau ada kode blink LED yang bikin bingung? Share di kolom komentar ya!


Salam Presisi, Tim Dhevils Mechanic



Postingan Populer

Kunci Inch dengan Kunci mm Dalam Dunia Mechanic

  Jika kita bekerja sebagai mechanic, toolkit adalah senjata kita dalam menyeleseikan suatu pekerjaan. karena dengan kelengkapan toolkit menurut saya 45% pekerjaan / troubleshoot dapat terpecahkan. Dan sebagai mekanik kita kadang menemukan ukuran bolt / nut yang berbeda - beda, ada ukuran dalam inchi, ada pula yang dalam ukuran mili meter. Seandainya kita paksakan mengunakan ukuran kunci tertentu, jutru tidak akan menyeleseikan masalah, tetapi malah menambah pekerjaan lainnya karena bolt atau nut yang kan kita kendorin akan slek atau rusak sehingga semakin sulit unitiuk kita lepaskan. atau bakan kunci yang kita gunakan akan rusak, dan hal ini elain menyusahkan waktu kita kerja juga akan menyusahkan di lain hari karena kita harus membeli kunci baru yang tidak murah harganya. Baca juga : Kehidupan di Offshore Platform  Fungsi Air Dryer Pada Air Compressor Korelasi Komposisi Gas dengan Air Fuel Ratio Perbedaan Prosedure Pembelian Gas Engine Dan Diesel Engine ...

Teory Pompa Kerja Pararel dan Pompa Kerja Seri

Pompa dapat kita pasang atau operasikan pararel atau seri, jika kita ingin menaikan qapasitas, pompa akan kita operasikan Pararel, dengan syarat Head pompa sama. Sedangkan jika kita ingin meanikan Head/ tekanan discharger pompa, kita dapat mengoperasikannya secara seri dan syartnya pompa ke 2 harus lebih rendah qapasitasnya, sebab jika sama maka akan ada kapitasi. Pompa pertama kita sebut pompa pengirim atau pompa utama, sementara pompa ke 2 kita sebut sebagi pompa Booster atau pompa peningkat tekanan. Dalam mendesain (pararel/series) pompa, jumlah 2 atau lebih pompa sentrifugal disebut dengan multiple centrifugal pump. Dalam mendesain multiple centrifugal pump ini utamanya adalah ketika melakukan instalasi,  sangatlah penting untuk memperhatikan hubungan antara kurva pompa (pump curve) dan kurva sistem perpipaan. (piping system curve). Efek dari menambahkan 2 buah pompa yang identik dalam rangkaian paralel dapat di lihat pada gambar grafik di bawah ini. Baca ...

Cara Leak Test (test kebocoran) dan Hydrotest pada Valve dan Bejana Tekan

Leak Test : Biasanya ini dilakukan pada reinforcing pad of opening, menggunakan udara. Kadang-kadang di-counter check dengan bubble soap. Sehingga sering disebut juga bubble test. Diaplikasikan pada semua peralatan yang mempunyai pads pada bagian pressure (PV, HE, Tank, dll). Bisa juga leak test dilakukan tanpa sabun. Material diinjeksi dengan udara bertekanan dan direndam dalam tanki air untuk beberapa waktu (digunakan dalam pengetesan fuel tank untuk forklift). Ini lebih efektif dibandingkan dengan sabun. Test ini juga dilakukan untuk pengecekan kebocaran pada blinded flange, flange joint (shell side to tube side joint), channel cover installation, dsb. Secara internal, diberi tekanan menggunakan udara – alternatif lain bisa menggunakan nitrogen (N 2 ). Pada tangki ada juga istilah leak test untuk roof dan bottom installation. Alatnya disebut Vacuum Box. Leak test tidak sama persis dengan pneumatic test. Pneumatic test itu bisa digunakan sebagai pengganti hydrotes...