Skip to main content

Guide Lapangan: Prosedur Instalasi Pumping Unit Thomansen BF 144 di Area Semangi

Hallo teman- teman dhevils mechanic ketemu lagi dengan tulisan - tulisan dhevils mechanic nich. yang suka membahas dunia mechanic Oil and Gas Industru. disini dhevils mechanic ingin sharring pengalaman kerja pemasangan Pumping unit Thomansen yang pernah dhevils mechanic lakukan bersam team.


Pekerjaan ini berawal dari reaktivasi sumur tua yang sudah lama tidak diproduksikan, dan disini membutuhkan pumping unit baru. karena tidak ada pumping unit standby akhirnya memindahkan pumping unit yang idle dari sumur lain. maklum waktu itu dhevils mechanic baru saja di pindsh atau ditempatkan dilokasi ini, sehingga dhevils mechanic belum melakukan perbaikan / overhoul unit - unit pumping yang idle di yard.

 

Proses instalasi Pumping Unit (PU) dari kondisi terurai (knock-down) menjadi tantangan tersendiri bagi mekanik di lapangan. Untuk model Thomansen BF 144, ketepatan leveling dan urutan pemasangan adalah kunci agar unit tidak mengalami vibrasi berlebih saat beroperasi.

Berikut adalah langkah-langkah pemasangan berurutan hasil dokumentasi tim di PT Pertamina EP Field Cepu:

1. Persiapan Landasan dan Pemasangan Skid

Langkah awal adalah memastikan concrete base (fondasi) sudah kering sempurna dan level.

  

  • Pemasangan Skid: Letakkan main skid di atas fondasi. Gunakan alat ukur waterpass (spirit level) untuk memastikan posisi horizontal baik memanjang maupun melintang.

  • Anchor Bolting: Pasang baut angkur namun jangan dikencangkan penuh sebelum seluruh unit terpasang untuk memberi ruang penyesuaian (adjusment).

 

2. Instalasi Gearbox dan Power Plant

Gearbox adalah jantung dari unit ini. Posisinya harus benar-benar presisi terhadap center line skid.

  • Gearbox: Naikkan gearbox ke dudukan skid. Pastikan alignment antara input shaft gearbox dengan posisi motor penggerak nantinya.

  • Prime Mover: Pasang motor (listrik atau gas engine) pada slide base-nya.

3. Pendirian Samson Post dan Walking Beam

Di sinilah struktur mulai terlihat menjulang.

  • Samson Post: Berdirikan kaki Samson Post (biasanya 4 kaki). Pastikan Saddle Bearing di bagian atas sudah terlumasi dengan baik.

  • Walking Beam: Angkat Walking Beam menggunakan crane. Pasang Center Bearing ke dalam Saddle Bearing pada Samson Post. Kunci pin pengaman dengan benar.

4. Pemasangan Pitman Arm dan Crank

 
  • Crankshaft: Pasang Crank pada output shaft gearbox.

  • Pitman Arm: Hubungkan ujung belakang Walking Beam (Equalizer) ke Crank menggunakan Pitman Arm. Pastikan posisi Wrist Pin terkunci rapat dan bearing-nya terlumasi.

5. Pemasangan Horsehead

Ini adalah komponen terakhir pada struktur utama yang berfungsi menjaga agar Polished Rod tetap bergerak tegak lurus (linear).

  • Pasang Horsehead ke ujung depan Walking Beam.

  • Pasang Wireline (Sampson Rope) yang akan menghubungkan unit ke Carrier Bar pada sumur.

  

Prosedur Setting Counterweight (CW)

Setting Counterweight pada Thomansen BF 144 sangat krusial untuk menyeimbangkan beban angkat fluida sumur dengan tenaga motor. Jika tidak seimbang, gearbox akan cepat panas dan konsumsi energi membengkak.

 

Langkah-langkah Setting:

  1. Posisikan Crank: Putar unit hingga posisi Crank berada horizontal (jam 3 atau jam 9).

  2. Geser Pemberat: Kendurkan baut pengikat blok Counterweight.

  3. Pengukuran Amperemeter: Hidupkan unit dan pantau puncak arus listrik (Ampere) pada langkah naik (upstroke) dan langkah turun (downstroke).

 
  1. Aturan Utama:

    • Jika Upstroke Ampere > Downstroke Ampere, artinya unit kurang beban lawan. Geser CW menjauh dari pusat rotasi (keluar).

    • Jika Downstroke Ampere > Upstroke Ampere, artinya unit kelebihan beban lawan. Geser CW mendekat ke pusat rotasi (kedalam).

  2. Target: Selisih antara puncak Ampere saat naik dan turun harus seminimal mungkin.


Tahap Akhir: Pengetesan Operasi Sumur

Setelah semua baut dipastikan kencang dengan torsi yang sesuai, lakukan trial run:

 

  1. Checking: Cek level oli gearbox dan semua titik pelumasan (greasing points).

  2. Bump Test: Nyalakan motor sebentar untuk melihat arah putaran dan memastikan tidak ada komponen yang beradu (clashing).

  3. Production Test: Hubungkan ke Polished Rod dan jalankan unit. Perhatikan Stroke Per Minute (SPM) sesuai target produksi di Area Semangi.

  4. Final Alignment: Cek apakah Polished Rod berada tepat di tengah Stuffing Box.

 

Catatan untuk Tim Dhevils Mechanic: Selalu utamakan HSSE. Pastikan penggunaan APD lengkap dan lakukan Toolbox Meeting sebelum pengangkatan beban berat menggunakan crane.

Salam DhevilsMechanic! Keep it greased and running.





Postingan Populer

Kunci Inch dengan Kunci mm Dalam Dunia Mechanic

  Jika kita bekerja sebagai mechanic, toolkit adalah senjata kita dalam menyeleseikan suatu pekerjaan. karena dengan kelengkapan toolkit menurut saya 45% pekerjaan / troubleshoot dapat terpecahkan. Dan sebagai mekanik kita kadang menemukan ukuran bolt / nut yang berbeda - beda, ada ukuran dalam inchi, ada pula yang dalam ukuran mili meter. Seandainya kita paksakan mengunakan ukuran kunci tertentu, jutru tidak akan menyeleseikan masalah, tetapi malah menambah pekerjaan lainnya karena bolt atau nut yang kan kita kendorin akan slek atau rusak sehingga semakin sulit unitiuk kita lepaskan. atau bakan kunci yang kita gunakan akan rusak, dan hal ini elain menyusahkan waktu kita kerja juga akan menyusahkan di lain hari karena kita harus membeli kunci baru yang tidak murah harganya. Baca juga : Kehidupan di Offshore Platform  Fungsi Air Dryer Pada Air Compressor Korelasi Komposisi Gas dengan Air Fuel Ratio Perbedaan Prosedure Pembelian Gas Engine Dan Diesel Engine ...

Teory Pompa Kerja Pararel dan Pompa Kerja Seri

Pompa dapat kita pasang atau operasikan pararel atau seri, jika kita ingin menaikan qapasitas, pompa akan kita operasikan Pararel, dengan syarat Head pompa sama. Sedangkan jika kita ingin meanikan Head/ tekanan discharger pompa, kita dapat mengoperasikannya secara seri dan syartnya pompa ke 2 harus lebih rendah qapasitasnya, sebab jika sama maka akan ada kapitasi. Pompa pertama kita sebut pompa pengirim atau pompa utama, sementara pompa ke 2 kita sebut sebagi pompa Booster atau pompa peningkat tekanan. Dalam mendesain (pararel/series) pompa, jumlah 2 atau lebih pompa sentrifugal disebut dengan multiple centrifugal pump. Dalam mendesain multiple centrifugal pump ini utamanya adalah ketika melakukan instalasi,  sangatlah penting untuk memperhatikan hubungan antara kurva pompa (pump curve) dan kurva sistem perpipaan. (piping system curve). Efek dari menambahkan 2 buah pompa yang identik dalam rangkaian paralel dapat di lihat pada gambar grafik di bawah ini. Baca ...

Cara Leak Test (test kebocoran) dan Hydrotest pada Valve dan Bejana Tekan

Leak Test : Biasanya ini dilakukan pada reinforcing pad of opening, menggunakan udara. Kadang-kadang di-counter check dengan bubble soap. Sehingga sering disebut juga bubble test. Diaplikasikan pada semua peralatan yang mempunyai pads pada bagian pressure (PV, HE, Tank, dll). Bisa juga leak test dilakukan tanpa sabun. Material diinjeksi dengan udara bertekanan dan direndam dalam tanki air untuk beberapa waktu (digunakan dalam pengetesan fuel tank untuk forklift). Ini lebih efektif dibandingkan dengan sabun. Test ini juga dilakukan untuk pengecekan kebocaran pada blinded flange, flange joint (shell side to tube side joint), channel cover installation, dsb. Secara internal, diberi tekanan menggunakan udara – alternatif lain bisa menggunakan nitrogen (N 2 ). Pada tangki ada juga istilah leak test untuk roof dan bottom installation. Alatnya disebut Vacuum Box. Leak test tidak sama persis dengan pneumatic test. Pneumatic test itu bisa digunakan sebagai pengganti hydrotes...