Skip to main content

Restorasi Sang Legenda: Overhaul Engine Arrow C-106 di Area Ledok, Field Cepu

Restorasi Sang Legenda: Overhaul Engine Arrow C-106 di Area Ledok, Field Cepu

Halo, Sobat Mekanik! 😊

Kembali lagi bersama saya, Dwi Hardi, di blog Dhevils Mechanic. Jika kita bicara tentang Area Ledok di PT Pertamina EP Field Cepu, ada satu pemandangan yang takkan terpisahkan dari sejarah produksi minyak di sana: suara khas dentuman engine satu silinder yang stabil.

Ya, hari ini kita akan membedah proses overhaul Engine Arrow Model C-106. Engine ini adalah "pekerja keras" sejati yang menjadi prime mover (penggerak utama) pumping unit (pompa angguk) di sumur-sumur tua kita. Meski teknologinya terlihat klasik, perawatannya membutuhkan ketelitian ekstra.


1. Mengenal Arrow C-106: Mengapa Ia Begitu Tangguh?

Arrow C-106 adalah engine gas satu silinder, 4-tak, dengan desain heavy-duty. Mengapa Arrow tetap jadi idola di Area Ledok?

  • Low Speed, High Torque: Putaran mesin yang rendah membuatnya sangat awet untuk pemakaian kontinu 24 jam.

  • Sederhana: Minim sensor elektronik, sehingga tahan banting terhadap cuaca ekstrem di lapangan.

  • Suku Cadang: Kompatibilitas komponennya sangat baik, mempermudah tim mekanik dalam pemeliharaan.

Pernahkah Anda mengalami engine Arrow C-106 yang mendadak "ngadat" atau sulit di-start padahal bahan bakar gas sudah masuk dengan lancar? Seringkali biang keroknya ada pada sistem pengapian. Sebagai engine satu silinder yang bekerja tanpa bantuan listrik eksternal, Arrow C-106 mengandalkan sistem Magneto High Tension.

Mari kita bedah komponennya dan bagaimana cara menyetelnya agar sekali tarik langsung running!


1. Komponen Utama Ignition System Arrow C-106

Sistem pengapian pada Arrow C-106 tergolong simpel namun presisi. Berikut komponen-komponennya:

  1. Magneto (Altronic atau Fairbanks Morse): Ini adalah "pembangkit listrik" sekaligus otak pengapian. Magneto menghasilkan tegangan tinggi melalui putaran internal yang digerakkan oleh gear engine.

  2. Ignition Coil (Koil): Berfungsi menaikkan tegangan dari magneto menjadi ribuan volt agar mampu menciptakan percikan api (loncatan listrik) di ujung busi.

  3. High Tension Lead (Kabel Busi): Kabel khusus berisolasi tebal untuk menghantarkan listrik tegangan tinggi tanpa bocor ke bodi engine.

  4. Spark Plug (Busi): Titik akhir di mana percikan api terjadi. Untuk engine gas, busi harus tahan panas tinggi.

  5. Kill Switch: Sakelar darurat untuk mematikan mesin dengan cara menghubungkan jalur primer magneto ke ground (massa).


2. Cara Setting Pengapian (Timing & Gap)

Penyetelan yang tidak pas bisa menyebabkan engine backfire (nembak), overheat, atau kehilangan tenaga. Berikut langkah standar di workshop Dhevils Mechanic:

A. Menentukan Titik Timing (Timing Calibration)

  • Cari tanda TDC (Top Dead Center) pada flywheel.

  • Arrow C-106 biasanya disetel pada 20° sampai 25° BTDC (Before Top Dead Center).

  • Putar flywheel secara perlahan sesuai arah putaran mesin hingga tanda derajat pada flywheel lurus dengan jarum penunjuk di bodi mesin.

  • Pasang Magneto dan pastikan impulse coupling pada magneto "menembak" tepat saat tanda derajat tersebut bertemu.

B. Setting Celah Busi (Spark Plug Gap)

Untuk engine gas seperti Arrow, celah busi adalah kunci pembakaran tuntas.

  • Standar Gap: Gunakan feeler gauge untuk menyetel celah di angka 0.015" hingga 0.020" (sekitar 0.38 - 0.50 mm).

  • Catatan Dhevils Mechanic: Jangan terlalu renggang, karena akan membebani koil dan magneto. Jangan terlalu rapat, karena api akan kecil dan pembakaran tidak sempurna.

C. Pemeriksaan Magneto Impulse Coupling

Saat men-start manual, Anda harus mendengar suara "KLAK" yang tajam dari magneto. Itu adalah suara impulse coupling yang memberikan tendangan listrik ekstra pada kecepatan putar rendah (saat start). Jika suaranya lemah, mesin akan sangat sulit dihidupkan.


3. Tips Maintenance ala Dhevils Mechanic

  • Jaga Kebersihan: Pastikan kabel busi bebas dari oli dan debu. Kebocoran arus pada kabel sering terjadi jika kabel kotor, yang mengakibatkan misfire.

  • Grounding: Pastikan kabel ground dari magneto ke bodi engine terpasang kuat dan tidak berkarat.

  • Ventilasi Magneto: Pastikan lubang pernapasan pada magneto tidak tersumbat untuk membuang uap panas dan ozon hasil percikan di dalam magneto.


2. Diagnosa: Kapan Arrow C-106 Harus Turun Mesin?

Unit yang kami tangani di Ledok ini sudah menunjukkan tanda-tanda "lelah":

  1. Blow-by berlebih: Tekanan di karter tinggi, menandakan ring piston mulai bocor.

  2. Hard Starting: Mesin sulit dihidupkan meski sistem pengapian (magneto) normal.

  3. Suara Ketukan (Knocking): Indikasi keausan pada connecting rod bearing atau pin piston.


3. Langkah-Langkah Overhaul ala Dhevils Mechanic

A. Pembongkaran & Pembersihan (Teardown)

Setelah unit dilepas dari baseplate, kami melakukan pembongkaran total. Seluruh kerak karbon di kepala piston dan combustion chamber dibersihkan. Ingat, sisa karbon yang keras bisa menjadi titik panas (hot spot) yang menyebabkan pre-ignition.

B. Inspeksi Cylinder Liner & Piston

Pada Arrow C-106, dinding liner harus diperiksa dengan saksama.

  • Tindakan: Jika ditemukan keausan yang melewati batas toleransi atau terjadi ovalitas, liner wajib di-honing ulang atau diganti.

  • Ring Piston: Wajib ganti baru untuk mengembalikan kompresi yang hilang.

C. Penggantian Bearing & Bushing

Kami fokus pada Connecting Rod Bearing dan Main Bearings. Karena Arrow bekerja dengan flywheel raksasa di kedua sisi, keseimbangan poros engkol (crankshaft) sangat bergantung pada kondisi bearing ini.

D. Rekondisi Head & Valve

  • Skir Valve: Kita lakukan skir ulang pada inlet dan exhaust valve untuk memastikan kedap 100%.

  • Valve Spring: Sering kali terabaikan, padahal per yang lemah bisa menyebabkan valve floating pada putaran tertentu.


4. Data Teknis & Torsi (Arrow C-106)

Untuk Sobat Mekanik yang sedang mengerjakan unit serupa, berikut adalah contekan spesifikasi teknisnya:

KomponenSpesifikasi / Torsi
Bore x Stroke6" x 6"
Displacement170 cu. in.
Connecting Rod Bolts110 - 120 Ft-Lbs
Cylinder Head Bolts160 - 170 Ft-Lbs (Kencangkan bertahap)
Valve Clearance (Cold)0.012" (Inlet & Exhaust)
Spark Plug Gap0.015" - 0.020"


5. Test Running: Mengembalikan Suara "Irama Ledok"

Setelah rakitan selesai, saatnya test running. Di Arrow C-106, penyetelan Governor dan Gas Regulator adalah kuncinya. Kita ingin mesin ini bernapas lega dengan ritme yang stabil tanpa ada hunting (putaran naik-turun).


Penutup

Overhaul Arrow C-106 di Area Ledok bukan sekadar memperbaiki mesin, tapi merawat nadi produksi minyak kita. Di tangan seorang mekanik yang teliti, besi tua ini akan kembali mengangguk kuat untuk tahun-tahun mendatang.

Berikut adalah foto - foto yang dikerjakan oleh team dhevils mechanic

 

 

  

 

 

Punya pengalaman unik saat menyetel Arrow C-106 atau ada kesulitan cari part-nya? Yuk, sharing di kolom komentar!


Salam Putaran Stabil,

Dwi Hardi – Sang Dhevils Mechanic



Postingan Populer

Kunci Inch dengan Kunci mm Dalam Dunia Mechanic

  Jika kita bekerja sebagai mechanic, toolkit adalah senjata kita dalam menyeleseikan suatu pekerjaan. karena dengan kelengkapan toolkit menurut saya 45% pekerjaan / troubleshoot dapat terpecahkan. Dan sebagai mekanik kita kadang menemukan ukuran bolt / nut yang berbeda - beda, ada ukuran dalam inchi, ada pula yang dalam ukuran mili meter. Seandainya kita paksakan mengunakan ukuran kunci tertentu, jutru tidak akan menyeleseikan masalah, tetapi malah menambah pekerjaan lainnya karena bolt atau nut yang kan kita kendorin akan slek atau rusak sehingga semakin sulit unitiuk kita lepaskan. atau bakan kunci yang kita gunakan akan rusak, dan hal ini elain menyusahkan waktu kita kerja juga akan menyusahkan di lain hari karena kita harus membeli kunci baru yang tidak murah harganya. Baca juga : Kehidupan di Offshore Platform  Fungsi Air Dryer Pada Air Compressor Korelasi Komposisi Gas dengan Air Fuel Ratio Perbedaan Prosedure Pembelian Gas Engine Dan Diesel Engine ...

Teory Pompa Kerja Pararel dan Pompa Kerja Seri

Pompa dapat kita pasang atau operasikan pararel atau seri, jika kita ingin menaikan qapasitas, pompa akan kita operasikan Pararel, dengan syarat Head pompa sama. Sedangkan jika kita ingin meanikan Head/ tekanan discharger pompa, kita dapat mengoperasikannya secara seri dan syartnya pompa ke 2 harus lebih rendah qapasitasnya, sebab jika sama maka akan ada kapitasi. Pompa pertama kita sebut pompa pengirim atau pompa utama, sementara pompa ke 2 kita sebut sebagi pompa Booster atau pompa peningkat tekanan. Dalam mendesain (pararel/series) pompa, jumlah 2 atau lebih pompa sentrifugal disebut dengan multiple centrifugal pump. Dalam mendesain multiple centrifugal pump ini utamanya adalah ketika melakukan instalasi,  sangatlah penting untuk memperhatikan hubungan antara kurva pompa (pump curve) dan kurva sistem perpipaan. (piping system curve). Efek dari menambahkan 2 buah pompa yang identik dalam rangkaian paralel dapat di lihat pada gambar grafik di bawah ini. Baca ...

Cara Leak Test (test kebocoran) dan Hydrotest pada Valve dan Bejana Tekan

Leak Test : Biasanya ini dilakukan pada reinforcing pad of opening, menggunakan udara. Kadang-kadang di-counter check dengan bubble soap. Sehingga sering disebut juga bubble test. Diaplikasikan pada semua peralatan yang mempunyai pads pada bagian pressure (PV, HE, Tank, dll). Bisa juga leak test dilakukan tanpa sabun. Material diinjeksi dengan udara bertekanan dan direndam dalam tanki air untuk beberapa waktu (digunakan dalam pengetesan fuel tank untuk forklift). Ini lebih efektif dibandingkan dengan sabun. Test ini juga dilakukan untuk pengecekan kebocaran pada blinded flange, flange joint (shell side to tube side joint), channel cover installation, dsb. Secara internal, diberi tekanan menggunakan udara – alternatif lain bisa menggunakan nitrogen (N 2 ). Pada tangki ada juga istilah leak test untuk roof dan bottom installation. Alatnya disebut Vacuum Box. Leak test tidak sama persis dengan pneumatic test. Pneumatic test itu bisa digunakan sebagai pengganti hydrotes...