Skip to main content

Menelusuri Jejak Fluida: Memahami Peralatan Rotating & Static di Produksi Migas

 

Menelusuri Jejak Fluida: Memahami Peralatan Rotating & Static di Produksi Migas

Halo sobat Dhevils Mechanic! Pernahkah kalian membayangkan apa yang terjadi di balik pagar besi sebuah Oil & Gas Production Plant? Di sana, ada simfoni antara peralatan Static (diam) dan Rotating (berputar) yang bekerja nonstop untuk mengolah hasil bumi.

Mari kita ikuti perjalanan minyak dan gas, mulai dari saat ia keluar dari perut bumi hingga siap dikirim!


1. Titik Temu Utama: Header & Manifold (Static)

Perjalanan dimulai di Header Manifold. Bayangkan ini sebagai terminal bus utama. Di sini, pipa-pipa dari berbagai sumur (wellhead) berkumpul menjadi satu jalur besar.

  • Fungsi: Mengatur aliran fluida dari sumur-sumur tertentu ke sistem pemrosesan atau pengujian.

2. Pemisahan Awal: Separator (Static)

Dari manifold, fluida "mentah" (campuran minyak, air, dan gas) masuk ke Separator.

  • Cara Kerja: Berdasarkan perbedaan massa jenis, alat ini memisahkan fluida menjadi tiga fasa: gas di atas, minyak di tengah, dan air di bawah.

  • Jenis: Ada yang berbentuk horizontal maupun vertikal, tergantung kebutuhan kapasitas dan ruang.

  • Shutterstock
    Jelajahi

3. Pemurnian Gas: Gas Scrubber (Static)

Gas yang keluar dari atas separator belum sepenuhnya "bersih". Masih ada butiran cairan yang ikut terbawa. Di sinilah Gas Scrubber berperan.

  • Fungsi: Memisahkan sisa-sisa cairan (liquid carryover) dari aliran gas agar gas yang dihasilkan benar-benar kering sebelum dikompresi atau dibakar di flare.

4. Tempat Peristirahatan: Storage Tank (Static)

Minyak yang sudah terpisah kemudian dialirkan ke Storage Tank (Tangki Penimbun).

  • Fungsi: Sebagai tempat penyimpanan sementara sebelum dikirim ke refinery atau terminal ekspor. Di sini juga terjadi proses pengendapan akhir untuk memisahkan sisa air yang masih terjebak di dalam minyak.


5. Jantung yang Berdetak: Peralatan Rotating

Jika peralatan di atas adalah "wadahnya", maka peralatan berikut adalah "ototnya".

  • Pompa (Pump): Tanpa pompa, minyak di tangki tidak akan berpindah ke pipa transmisi. Kita mengenal Centrifugal Pump untuk volume besar atau Positive Displacement Pump untuk tekanan tinggi.

  • Air Compressor: Ini adalah penyedia "udara instan". Udara bertekanan digunakan untuk menggerakkan katup kontrol (actuator) dan peralatan pneumatik di seluruh area plant.

  • Genset (Generator Set): Listrik adalah nyawa. Di lokasi terpencil, Genset yang digerakkan oleh mesin diesel atau gas menjadi sumber energi utama untuk lampu, kontrol sistem, dan motor listrik.

6. Sang Penjaga: Fire Pump (Rotating)

Terakhir namun yang paling krusial untuk keselamatan adalah Fire Pump System. Biasanya terdiri dari Jockey Pump, Electric Pump, dan Diesel Fire Pump.

  • Fungsi: Memastikan ketersediaan air bertekanan tinggi di jaringan hydrant dan sprinkler jika terjadi keadaan darurat kebakaran. Alat ini jarang bekerja, tapi wajib dalam kondisi prima setiap saat!


Kesimpulan

Dunia Oil & Gas adalah perpaduan presisi antara ketahanan peralatan Static dalam menahan tekanan dan keandalan peralatan Rotating dalam memindahkan energi. Sebagai mechanic, memahami keterkaitan antara header hingga fire pump adalah kunci untuk menjaga operasional tetap aman dan efisien.

Sampai jumpa di artikel teknis berikutnya hanya di Dhevils Mechanic!

Postingan Populer

Kunci Inch dengan Kunci mm Dalam Dunia Mechanic

  Jika kita bekerja sebagai mechanic, toolkit adalah senjata kita dalam menyeleseikan suatu pekerjaan. karena dengan kelengkapan toolkit menurut saya 45% pekerjaan / troubleshoot dapat terpecahkan. Dan sebagai mekanik kita kadang menemukan ukuran bolt / nut yang berbeda - beda, ada ukuran dalam inchi, ada pula yang dalam ukuran mili meter. Seandainya kita paksakan mengunakan ukuran kunci tertentu, jutru tidak akan menyeleseikan masalah, tetapi malah menambah pekerjaan lainnya karena bolt atau nut yang kan kita kendorin akan slek atau rusak sehingga semakin sulit unitiuk kita lepaskan. atau bakan kunci yang kita gunakan akan rusak, dan hal ini elain menyusahkan waktu kita kerja juga akan menyusahkan di lain hari karena kita harus membeli kunci baru yang tidak murah harganya. Baca juga : Kehidupan di Offshore Platform  Fungsi Air Dryer Pada Air Compressor Korelasi Komposisi Gas dengan Air Fuel Ratio Perbedaan Prosedure Pembelian Gas Engine Dan Diesel Engine ...

Teory Pompa Kerja Pararel dan Pompa Kerja Seri

Pompa dapat kita pasang atau operasikan pararel atau seri, jika kita ingin menaikan qapasitas, pompa akan kita operasikan Pararel, dengan syarat Head pompa sama. Sedangkan jika kita ingin meanikan Head/ tekanan discharger pompa, kita dapat mengoperasikannya secara seri dan syartnya pompa ke 2 harus lebih rendah qapasitasnya, sebab jika sama maka akan ada kapitasi. Pompa pertama kita sebut pompa pengirim atau pompa utama, sementara pompa ke 2 kita sebut sebagi pompa Booster atau pompa peningkat tekanan. Dalam mendesain (pararel/series) pompa, jumlah 2 atau lebih pompa sentrifugal disebut dengan multiple centrifugal pump. Dalam mendesain multiple centrifugal pump ini utamanya adalah ketika melakukan instalasi,  sangatlah penting untuk memperhatikan hubungan antara kurva pompa (pump curve) dan kurva sistem perpipaan. (piping system curve). Efek dari menambahkan 2 buah pompa yang identik dalam rangkaian paralel dapat di lihat pada gambar grafik di bawah ini. Baca ...

Cara Leak Test (test kebocoran) dan Hydrotest pada Valve dan Bejana Tekan

Leak Test : Biasanya ini dilakukan pada reinforcing pad of opening, menggunakan udara. Kadang-kadang di-counter check dengan bubble soap. Sehingga sering disebut juga bubble test. Diaplikasikan pada semua peralatan yang mempunyai pads pada bagian pressure (PV, HE, Tank, dll). Bisa juga leak test dilakukan tanpa sabun. Material diinjeksi dengan udara bertekanan dan direndam dalam tanki air untuk beberapa waktu (digunakan dalam pengetesan fuel tank untuk forklift). Ini lebih efektif dibandingkan dengan sabun. Test ini juga dilakukan untuk pengecekan kebocaran pada blinded flange, flange joint (shell side to tube side joint), channel cover installation, dsb. Secara internal, diberi tekanan menggunakan udara – alternatif lain bisa menggunakan nitrogen (N 2 ). Pada tangki ada juga istilah leak test untuk roof dan bottom installation. Alatnya disebut Vacuum Box. Leak test tidak sama persis dengan pneumatic test. Pneumatic test itu bisa digunakan sebagai pengganti hydrotes...