Skip to main content

Menguak Misteri Alarm 2 ATT pada Ingersoll Rand SH250: Ketika Throttle Valve Menjadi "Terlalu Malu"

Hallo teman - teman semua... ketemu lagi dengan tulisan dhevils mechanic yang pasti tak jauh dari bahasan mechanic oil and ags, entah itu terkiat equioment yang sering dipakai / digunakan di lapangan, troubleshot dan pekerjaan - pekerjaan dalam menyelseikan masalah atau terkait ide - ide cemerlang dalam melakukan perawatan dan perbaikan di lapangan. Dan kali ini yuk kita bahas terkait troubleshot air compressor ingersollrand muncul alarm 2ATT atau high temperature intake intercooler

1. Mengapa Ingersoll Rand Merajai Pasar Indonesia?

Sebelum masuk ke teknis, pernahkah kalian bertanya mengapa IR ada di hampir setiap pabrik di Indonesia?

Sejak era industrialisasi masif di tanah air, Ingersoll Rand masuk dengan membawa reputasi durabilitas Amerika. Mereka menguasai pasar karena:

  • Keandalan Tinggi: Mesinnya dikenal tahan banting di iklim tropis Indonesia yang lembap.

  • Ketersediaan Sparepart: Jaringan distributor dan aftersales yang luas hingga ke pelosok area tambang dan migas.

  • Teknologi Screw: IR adalah pelopor dalam teknologi Rotary Screw yang efisien untuk kebutuhan udara kontinu 24 jam.


2. Spesifikasi Ingersoll Rand SH250

Model SH250 adalah bagian dari seri Sier-Bath atau varian Single Stage Rotary Screw yang sangat bertenaga. Berikut adalah gambaran spesifikasinya:

FiturSpesifikasi
TipeOil-Flooded Rotary Screw Compressor
Kapasitas (FAD)Sekitar 1000 - 1100 CFM (Tergantung Pressure)
Tekanan Kerja100 - 125 PSIG
Motor Drive250 HP (Horse Power)
Sistem KontrolIntellisys Controller
Sistem PendinginAir-Cooled atau Water-Cooled
Cerita Air compressor ini bermerk ingerssollrand dnegan model SH250 atau model shiera. dimana power yang di hasilkannya adalah 250HP.  dan berikut ini spesifikasinya :
INGERSOLL RAND SIERRA 250KW OIL-FREE ROTARY SCREW COMPRESSORS SH250

SPECIFICATIONS

  1. Working Pressure (bar) 10
  2. Capacity (m3/min) 36
  3. Max Capacity (m3/min) 36
  4. Max Capacity (CFM) 1271
  5. Power (kW) 250
  6. Lubrication Ultra Coolant
  7. Cooling Air / Water
  8. Stages 2
  9. Compressor Coolant Oil Free
  10. Controller Xe
  11. Ambient Min/Max (Degrees C) 5 to 40
  12. Pressure Min/Max (bar) 10
  13. Noise Level dB(A) @1m 79
  14. Drive Type Direct
  15. Power Type Electric
  16. Voltage (V) 415
  17. Frequency (Hz) 50
  18. Oil (mg/m3) Oil Free

Jadi untuk unit SH250 ini lumayan cukup besar yaa karena mengunakan electro motor dengan kapasitas 250 KW dan ditempat dhevils mechanic bekerja ada 2 unit air compressor dengan model seperti ini dan ada 2 air compressor dengan kapasitas 750KW dengan merk Atlas copco

3. Case Study: Troubleshooting Alarm 2 ATT

Suatu hari, unit SH250 di lapangan mengalami trip mendadak dengan munculnya kode Alarm 2 ATT pada panel Intellisys.

Sistem Intellisys dirancang untuk melindungi komponen mahal seperti Airend dan Motor dari kerusakan fatal. Berikut adalah macam-macam alarm dan instruksi stop yang sering muncul pada unit IR SH 250:


1. Alarm Peringatan (Warning)

Alarm ini biasanya muncul di layar namun mesin masih tetap berjalan. Ini adalah peringatan dini agar mekanik segera melakukan tindakan sebelum unit trip (mati).

  • CHANGE INLET FILTER: Menandakan filter udara kotor/buntu (pressure drop tinggi).

  • CHANGE OIL FILTER: Filter oli mulai tersumbat, aliran oli ke airend bisa terganggu.

  • CHANGE SEPARATOR ELM: Elemen pemisah oli dan udara (separator) sudah jenuh, biasanya menyebabkan konsumsi oli boros di udara keluar.

  • HIGH AIREND DISCH TEMP: Suhu keluar airend mendekati ambang batas (biasanya di atas 100°C).

  • AUXILIARY ANALOG: Gangguan pada sensor tambahan (jika terpasang).

 

2. Instruksi Berhenti (Trip/Shutdown)

Jika alarm ini muncul, mesin akan otomatis mati untuk mencegah kerusakan permanen.

Kategori Suhu (Temperature)

  • 2 ATT (High Airend Discharge Temp): Ini yang Anda alami. Unit mati karena suhu keluar airend melebihi batas aman (biasanya setting di 109°C atau 228°F).

    • Penyebab: Oli kurang, radiator buntu, atau throttle valve menutup terlalu rapat (seperti kasus Anda).

  • 11 ATT (High Main Motor Temp): Suhu pada gulungan (winding) motor utama terlalu panas.

Kategori Tekanan (Pressure)

  • 3 ATP (High Discharge Pressure): Tekanan udara keluar melebihi batas setting (misal di atas 125 psi). Biasanya karena unloader gagal bekerja atau pressure transducer rusak.

  • 4 ATP (Sump Pressure High): Tekanan di dalam tangki pemisah (separator tank) terlalu tinggi saat proses unload atau startup.

Kategori Kelistrikan & Motor (Electrical)

 
  • 18 MSS (Main Motor Starter): Masalah pada kontaktor atau sistem starter motor utama.

  • 19 MSS (Fan Motor Starter): Masalah pada starter motor kipas pendingin (cooling fan).

  • CHECK MOTOR ROTATION: Terdeteksi putaran motor terbalik (biasanya setelah perbaikan kabel power).

  • EMERGENCY STOP: Tombol E-Stop ditekan atau sirkuit E-Stop terputus.

Kategori Sensor & Kontrol

  • 1 CAL / 2 CAL (Calibration Error): Kontroler gagal melakukan kalibrasi pada sensor tekanan saat startup. Pastikan tidak ada tekanan tersisa di dalam sistem saat menyalakan mesin.

  • SENSOR FAILURE: Salah satu sensor (transducer atau thermistor) putus atau mengalami hubungan arus pendek

Apa itu Alarm 2 ATT?

Pada sistem kontrol Ingersoll Rand, 2 ATT biasanya merujuk pada High Airend Discharge Temperature (Suhu keluar airend terlalu tinggi). Ini adalah sistem proteksi agar screw tidak memuai dan macet (seized) akibat panas berlebih.

 

Proses Investigasi Tim Dhevils Mechanic:

Awalnya kami mencurigai oli yang kurang atau radiator yang mampet. Namun, setelah pengecekan mendalam, suhu naik sangat cepat justru saat mesin masuk ke kondisi unloaded atau saat transisi.

Temuan Lapangan: Setelah membongkar sistem intake, kami menemukan penyebabnya: Throttle Valve (Inlet Valve) menutup terlalu rapat (too tightly closed).

Analisis Masalah:

  • Prinsip Kerja: Saat kompresor unload, throttle valve seharusnya menutup untuk mengurangi asupan udara, namun tetap menyisakan celah sangat kecil (bypass) untuk sirkulasi udara internal guna mendinginkan oli dan airend.

  • Penyebab Panas: Karena katup menutup total (terlalu rapat), terjadi kondisi vakum yang ekstrem di dalam airend. Tanpa adanya sedikit aliran udara yang lewat, oli tidak bisa bersirkulasi dengan benar dan gesekan internal meningkatkan suhu secara instan hingga menyentuh batas proteksi 2 ATT.


4. Langkah Perbaikan & Solusi

Untuk mengatasi hal ini, tim Dhevils Mechanic melakukan langkah-langkah berikut:

  1. Adjustment Throttle Valve: Melakukan penyetelan ulang pada stop screw atau mekanisme linkage pada unloader valve untuk memastikan ada celah minimum saat posisi closed.

  2. Cleaning Unloader Kit: Membersihkan residu karbon dan kerak oli pada piston unloader agar pergerakannya presisi (tidak over-travel).

  3. Check Blowdown Valve: Memastikan blowdown valve membuang tekanan tangki dengan benar saat unload untuk membantu meringankan beban suhu.

  4. Testing: Menjalankan unit dan memantau suhu airend melalui panel Intellisys saat transisi load ke unload. Hasilnya? Suhu stabil di angka normal (sekitar 80°C - 90°C).


 
Dan lanjut pengetesan operasi dimana sudah tidak diketemukan lagi alarm 2 ATT pada air compressor ini dan unit dapat beroperasi dengan baik.

Demikianlah tadi sekelumit terkait troubeshot yang dilakukan dhevils mechanic dalam menyeleseikan permasalhan di air compressor ingersollrand Siera SH250 dengan indikasi alarm2ATT, semoga dapat memberi wawasan terkait dunia mechanic oil and gas industry. Dan jika kalian mempunyai pertanyaan atau pengalaman yang sama terkait air compressor ini  silahkan kalian tulis dikolom komentar yaa... supaya berbagi pengalaman ini lebih menarik lagi dan ilmu kalian menjadi ladang amal jariah kita bersama.

Kesimpulan

Masalah pada Air Compressor seringkali bukan karena kerusakan besar, melainkan masalah presisi pada komponen kecil seperti setelan Throttle Valve. Alarm 2 ATT pada IR SH250 adalah pengingat bahwa mesin juga butuh "napas" meskipun dalam kondisi tidak bekerja (unload).

Punya masalah serupa dengan kompresor Anda? Jangan tunggu sampai Airend macet! Hubungi Dhevils Mechanic untuk inspeksi menyeluruh.


Postingan Populer

Kunci Inch dengan Kunci mm Dalam Dunia Mechanic

  Jika kita bekerja sebagai mechanic, toolkit adalah senjata kita dalam menyeleseikan suatu pekerjaan. karena dengan kelengkapan toolkit menurut saya 45% pekerjaan / troubleshoot dapat terpecahkan. Dan sebagai mekanik kita kadang menemukan ukuran bolt / nut yang berbeda - beda, ada ukuran dalam inchi, ada pula yang dalam ukuran mili meter. Seandainya kita paksakan mengunakan ukuran kunci tertentu, jutru tidak akan menyeleseikan masalah, tetapi malah menambah pekerjaan lainnya karena bolt atau nut yang kan kita kendorin akan slek atau rusak sehingga semakin sulit unitiuk kita lepaskan. atau bakan kunci yang kita gunakan akan rusak, dan hal ini elain menyusahkan waktu kita kerja juga akan menyusahkan di lain hari karena kita harus membeli kunci baru yang tidak murah harganya. Baca juga : Kehidupan di Offshore Platform  Fungsi Air Dryer Pada Air Compressor Korelasi Komposisi Gas dengan Air Fuel Ratio Perbedaan Prosedure Pembelian Gas Engine Dan Diesel Engine ...

Teory Pompa Kerja Pararel dan Pompa Kerja Seri

Pompa dapat kita pasang atau operasikan pararel atau seri, jika kita ingin menaikan qapasitas, pompa akan kita operasikan Pararel, dengan syarat Head pompa sama. Sedangkan jika kita ingin meanikan Head/ tekanan discharger pompa, kita dapat mengoperasikannya secara seri dan syartnya pompa ke 2 harus lebih rendah qapasitasnya, sebab jika sama maka akan ada kapitasi. Pompa pertama kita sebut pompa pengirim atau pompa utama, sementara pompa ke 2 kita sebut sebagi pompa Booster atau pompa peningkat tekanan. Dalam mendesain (pararel/series) pompa, jumlah 2 atau lebih pompa sentrifugal disebut dengan multiple centrifugal pump. Dalam mendesain multiple centrifugal pump ini utamanya adalah ketika melakukan instalasi,  sangatlah penting untuk memperhatikan hubungan antara kurva pompa (pump curve) dan kurva sistem perpipaan. (piping system curve). Efek dari menambahkan 2 buah pompa yang identik dalam rangkaian paralel dapat di lihat pada gambar grafik di bawah ini. Baca ...

Cara Leak Test (test kebocoran) dan Hydrotest pada Valve dan Bejana Tekan

Leak Test : Biasanya ini dilakukan pada reinforcing pad of opening, menggunakan udara. Kadang-kadang di-counter check dengan bubble soap. Sehingga sering disebut juga bubble test. Diaplikasikan pada semua peralatan yang mempunyai pads pada bagian pressure (PV, HE, Tank, dll). Bisa juga leak test dilakukan tanpa sabun. Material diinjeksi dengan udara bertekanan dan direndam dalam tanki air untuk beberapa waktu (digunakan dalam pengetesan fuel tank untuk forklift). Ini lebih efektif dibandingkan dengan sabun. Test ini juga dilakukan untuk pengecekan kebocaran pada blinded flange, flange joint (shell side to tube side joint), channel cover installation, dsb. Secara internal, diberi tekanan menggunakan udara – alternatif lain bisa menggunakan nitrogen (N 2 ). Pada tangki ada juga istilah leak test untuk roof dan bottom installation. Alatnya disebut Vacuum Box. Leak test tidak sama persis dengan pneumatic test. Pneumatic test itu bisa digunakan sebagai pengganti hydrotes...