Skip to main content

Menguasai Konfigurasi Pompa Sentrifugal: Kapan Harus Seri dan Kapan Harus Paralel?

Dalam dunia pemompaan, seringkali satu unit pompa tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan proses. Solusinya adalah dengan menggabungkan dua atau lebih pompa. Namun, pemasangan ini tidak boleh sembarangan. Kita harus paham kapan harus mengejar tekanan (Head) dan kapan harus mengejar debit (Flow).


1. Pompa Bekerja secara Seri (Series Configuration)

Pada konfigurasi seri, discharge (keluaran) dari pompa pertama dihubungkan langsung ke suction (masukan) pompa kedua.

Tujuan Utama:

Meningkatkan Total Head (Tekanan) tanpa mengubah kapasitas (flow) secara signifikan.

Karakteristik:

  • Kapasitas (Q): Tetap sama dengan kapasitas satu pompa ($Q_{total} = Q_1 = Q_2$).

  • Head (H): Merupakan penjumlahan dari head masing-masing pompa ($H_{total} = H_1 + H_2$).

  • Analogi: Seperti estafet, pompa pertama memberikan energi awal, lalu pompa kedua menambah energi dorong lebih kuat lagi.

Hal yang Harus Diperhatikan dalam Desain (Seri):

  1. Casing Pressure (Tekanan Casing): Pompa kedua akan menerima tekanan tinggi pada sisi suction-nya. Pastikan casing dan mechanical seal pompa kedua mampu menahan akumulasi tekanan dari pompa pertama.

  2. Identical Pumps: Sebaiknya gunakan pompa dengan spesifikasi yang sama untuk menghindari ketidakseimbangan beban kerja.

  3. Stuffing Box Pressure: Perhatikan tekanan pada stuffing box pompa kedua karena bisa merusak mechanical seal jika melebihi batas desain.


2. Pompa Bekerja secara Paralel (Parallel Configuration)

Pada konfigurasi paralel, kedua pompa mengambil cairan dari sumber (suction header) yang sama dan membuangnya ke pipa keluar (discharge header) yang sama.

Tujuan Utama:

Meningkatkan Kapasitas (Flow Rate) tanpa mengubah tekanan (head).

Karakteristik:

  • Kapasitas (Q): Merupakan penjumlahan dari debit masing-masing pompa ($Q_{total} = Q_1 + Q_2$).

  • Head (H): Tetap sama dengan head satu pompa ($H_{total} = H_1 = H_2$).

  • Analogi: Seperti dua orang yang mendorong mobil bersama-sama ke arah yang sama; beban terbagi dua sehingga volume yang dikerjakan lebih besar.

Hal yang Harus Diperhatikan dalam Desain (Paralel):

  1. Kurva Pompa (Pump Curve): Sangat disarankan menggunakan pompa yang identik. Jika kurva pompa berbeda jauh, pompa yang lebih kuat bisa menyebabkan pompa yang lebih lemah beroperasi pada kondisi shut-off head (cairan tidak mengalir keluar dari pompa lemah), yang menyebabkan panas berlebih (overheating).

  2. Check Valve (Non-Return Valve): Wajib dipasang pada masing-masing discharge pompa. Jika satu pompa mati, cairan dari pompa yang hidup tidak akan berbalik mengalir masuk ke pompa yang mati tersebut.

  3. System Curve: Menambah dua pompa paralel tidak selalu melipatgandakan debit tepat 100%. Karena adanya gesekan (friction loss) di dalam pipa yang meningkat seiring bertambahnya flow, kenaikan debit biasanya hanya sekitar 70-80% dari total kapasitas pompa.


Tabel Perbandingan Quick Reference

FiturKonfigurasi SeriKonfigurasi Paralel
Kebutuhan UtamaTekanan Tinggi (High Head)Debit Besar (High Flow)
Susunan PipaDischarge Pompa 1 ke Suction Pompa 2Suction & Discharge digabung (Header)
Total HeadPenjumlahan ($H_1 + H_2$)Tetap ($H_{single}$)
Total KapasitasTetap ($Q_{single}$)Penjumlahan ($Q_1 + Q_2$)
Resiko UtamaTekanan berlebih pada seal pompa 2Pompa lemah kalah dorong (dead heading)

Tips Troubleshooting Lapangan untuk Dhevils Mechanic

  • Jika dalam Paralel: Jika salah satu motor pompa terasa jauh lebih panas dari yang lain, periksa apakah kurva kinerjanya masih sama. Salah satu pompa mungkin sudah mengalami keausan pada impeller atau wear ring sehingga "kalah dorong".

  • Jika dalam Seri: Perhatikan getaran pada pompa kedua. Karena menerima tekanan tinggi, ketidakseimbangan sedikit saja dapat menyebabkan mechanical seal bocor lebih cepat.

  • Priming: Pastikan kedua sistem sudah terisi penuh cairan sebelum dijalankan untuk menghindari air bind yang merusak internal parts.














 

Postingan Populer

Kunci Inch dengan Kunci mm Dalam Dunia Mechanic

  Jika kita bekerja sebagai mechanic, toolkit adalah senjata kita dalam menyeleseikan suatu pekerjaan. karena dengan kelengkapan toolkit menurut saya 45% pekerjaan / troubleshoot dapat terpecahkan. Dan sebagai mekanik kita kadang menemukan ukuran bolt / nut yang berbeda - beda, ada ukuran dalam inchi, ada pula yang dalam ukuran mili meter. Seandainya kita paksakan mengunakan ukuran kunci tertentu, jutru tidak akan menyeleseikan masalah, tetapi malah menambah pekerjaan lainnya karena bolt atau nut yang kan kita kendorin akan slek atau rusak sehingga semakin sulit unitiuk kita lepaskan. atau bakan kunci yang kita gunakan akan rusak, dan hal ini elain menyusahkan waktu kita kerja juga akan menyusahkan di lain hari karena kita harus membeli kunci baru yang tidak murah harganya. Baca juga : Kehidupan di Offshore Platform  Fungsi Air Dryer Pada Air Compressor Korelasi Komposisi Gas dengan Air Fuel Ratio Perbedaan Prosedure Pembelian Gas Engine Dan Diesel Engine ...

Teory Pompa Kerja Pararel dan Pompa Kerja Seri

Pompa dapat kita pasang atau operasikan pararel atau seri, jika kita ingin menaikan qapasitas, pompa akan kita operasikan Pararel, dengan syarat Head pompa sama. Sedangkan jika kita ingin meanikan Head/ tekanan discharger pompa, kita dapat mengoperasikannya secara seri dan syartnya pompa ke 2 harus lebih rendah qapasitasnya, sebab jika sama maka akan ada kapitasi. Pompa pertama kita sebut pompa pengirim atau pompa utama, sementara pompa ke 2 kita sebut sebagi pompa Booster atau pompa peningkat tekanan. Dalam mendesain (pararel/series) pompa, jumlah 2 atau lebih pompa sentrifugal disebut dengan multiple centrifugal pump. Dalam mendesain multiple centrifugal pump ini utamanya adalah ketika melakukan instalasi,  sangatlah penting untuk memperhatikan hubungan antara kurva pompa (pump curve) dan kurva sistem perpipaan. (piping system curve). Efek dari menambahkan 2 buah pompa yang identik dalam rangkaian paralel dapat di lihat pada gambar grafik di bawah ini. Baca ...

Cara Leak Test (test kebocoran) dan Hydrotest pada Valve dan Bejana Tekan

Leak Test : Biasanya ini dilakukan pada reinforcing pad of opening, menggunakan udara. Kadang-kadang di-counter check dengan bubble soap. Sehingga sering disebut juga bubble test. Diaplikasikan pada semua peralatan yang mempunyai pads pada bagian pressure (PV, HE, Tank, dll). Bisa juga leak test dilakukan tanpa sabun. Material diinjeksi dengan udara bertekanan dan direndam dalam tanki air untuk beberapa waktu (digunakan dalam pengetesan fuel tank untuk forklift). Ini lebih efektif dibandingkan dengan sabun. Test ini juga dilakukan untuk pengecekan kebocaran pada blinded flange, flange joint (shell side to tube side joint), channel cover installation, dsb. Secara internal, diberi tekanan menggunakan udara – alternatif lain bisa menggunakan nitrogen (N 2 ). Pada tangki ada juga istilah leak test untuk roof dan bottom installation. Alatnya disebut Vacuum Box. Leak test tidak sama persis dengan pneumatic test. Pneumatic test itu bisa digunakan sebagai pengganti hydrotes...