Skip to main content

Panduan Lengkap Perawatan Pumping Unit Churchill & Prime Mover Arrow C-106



Panduan Lengkap Perawatan Pumping Unit Churchill & Prime Mover Arrow C-106

Halo sobat Dhevils Mechanic! Dalam dunia artificial lift, kombinasi antara Pumping Unit (SRP) Churchill dan gas engine Arrow C-106 adalah legenda hidup. Dikenal karena durabilitasnya di medan berat, pasangan ini tetap membutuhkan sentuhan mekanik yang presisi agar runtime tetap maksimal.

Mari kita bahas tuntas mulai dari sejarah singkat hingga jadwal perawatan komprehensifnya.


1. Dari Fabrikasi ke Lapangan: Perjalanan Churchill & Arrow

Pumping Unit Churchill

Produk Churchill (yang kini sering dikaitkan dengan brand besar seperti Lufkin atau Weatherford melalui akuisisi historis) dirancang dengan standar API Spec 11E. Prosesnya dimulai dari:

  • Engineering & Casting: Pembuatan struktur Walking Beam, Samson Post, dan Gear Reducer yang presisi.

  • Assembly: Pemasangan crankshaft, pitman arm, dan sistem penyeimbang (counterweight).

  • Instalasi Lapangan: Memerlukan fondasi beton yang solid. Ketegakan (leveling) adalah kunci agar beban polished rod berada tepat di tengah wellhead.

Untuk melengkapi artikel di blog Dhevils Mechanic, berikut adalah rincian komponen atau bagian-bagian dari Pumping Unit Churchill. Secara struktural, unit ini mengikuti standar API (American Petroleum Institute) yang membagi komponen menjadi bagian struktur, transmisi, dan kepala.


Anatomi Pumping Unit Churchill

Secara garis besar, bagian-bagian ini bekerja untuk mengubah gerak rotasi dari mesin menjadi gerak naik-turun (resiprok) pada rangkaian pipa bor di dalam sumur.

1. Komponen Struktur (Static & Support)

  • Base (Skid): Fondasi utama berupa kerangka baja yang menopang seluruh unit agar tetap stabil di atas landasan beton.

  • Samson Post: Tiang penyangga utama yang berbentuk seperti kaki tripod atau menara A. Ini adalah titik tumpu beban terberat dari seluruh unit.

  • Saddle Bearing (Center Bearing): Bantalan yang terletak di puncak Samson Post. Fungsinya sebagai poros tempat Walking Beam berayun.

  • Ladder & Platform: Fasilitas akses bagi mekanik untuk melakukan pengecekan atau greasing pada Saddle Bearing.

2. Komponen Pergerakan (Walking Beam Assembly)

  • Walking Beam: Balok baja besar yang bergerak naik-turun seperti jungkat-jungkit. Ini adalah komponen utama yang meneruskan tenaga ke sumur.

  • Horse Head: Komponen berbentuk kepala kuda di ujung Walking Beam. Desain melengkung ini memastikan Wireline (kabel baja) tetap tegak lurus (vertikal) saat menarik Polished Rod.

  • Equalizer: Balok penghubung antara dua Pitman Arm dengan bagian belakang Walking Beam. Fungsinya membagi beban secara merata agar ayunan tetap stabil.

3. Komponen Transmisi Tenaga (Drive & Gearbox)

  • Gear Reducer (Gearbox): Jantung mekanis dari Churchill. Berfungsi menurunkan putaran tinggi dari mesin (Prime Mover) menjadi putaran rendah dengan torsi yang sangat besar.

  • Crankshaft: Poros yang keluar dari gearbox yang memutar Crank Arm.

  • Crank Arm: Lengan putar yang terhubung pada poros gearbox. Di sinilah Stroke Length (panjang langkah) bisa diatur dengan memindahkan posisi Crank Pin.

  • Counterweight: Pemberat yang dipasang pada Crank Arm. Fungsinya sebagai penyeimbang beban cairan dari dalam sumur, sehingga kerja mesin tidak terlalu berat saat fase upstroke.

  • Pitman Arm (Connecting Rod): Batang penghubung antara Crank Arm dan Equalizer. Komponen inilah yang mengubah gerak melingkar mesin menjadi gerak ayun pada Walking Beam.

4. Komponen Antarmuka Sumur (Wellhead Interface)

  • Bridle (Wireline): Kabel baja kuat yang menggantung pada Horse Head.

  • Carrier Bar: Batang horizontal di ujung Bridle yang menopang Polished Rod Clamp.

  • Polished Rod: Batang baja halus yang masuk ke dalam Stuffing Box sumur.

5. Sistem Pengaman & Kontrol

  • Brake Assembly: Sistem pengereman mekanis yang biasanya dioperasikan dengan tuas di bawah. Sangat penting untuk menghentikan unit saat maintenance atau keadaan darurat.

  • Belt Guard: Pelindung sabuk (V-Belt) untuk keamanan personil agar tidak terjerat bagian yang berputar.

  • V-Belt & Sheave: Sistem transmisi awal dari mesin Arrow C-106 menuju Input Shaft pada Gearbox.


Prime Mover: Arrow C-106

Mesin Arrow C-Series adalah standar emas untuk gas engine kecepatan rendah.

  • Desain: Mesin satu silinder, dua siklus (2-stroke), yang dirancang untuk menyala 24/7 menggunakan bahan bakar gas langsung dari sumur (well gas).

  • Keunggulan: Memiliki torsi tinggi dan desain yang sangat sederhana sehingga mudah diperbaiki di tengah lapangan minyak yang terpencil.


2. Program Perawatan Pumping Unit Churchill

Fokus utama pada unit Churchill adalah pelumasan dan kekencangan baut akibat vibrasi konstan.

Daily Maintenance (Harian)

  • Visual Check: Periksa apakah ada kebocoran oli pada Gear Reducer.

  • Noise Audit: Dengarkan suara yang tidak biasa (clunking) pada bearing.

  • Polished Rod: Pastikan pelumasan pada stuffing box berfungsi baik agar tidak panas.

Weekly Maintenance (Mingguan)

  • Greasing: Berikan grease pada Pitman Bearing, Equalizer Bearing, dan Center Bearing.

  • V-Belt Tension: Periksa kekencangan sabuk penghubung antara mesin Arrow dan input shaft gearbox.

Monthly Maintenance (Bulanan)

  • Oil Level: Cek level oli Gear Reducer. Jika keruh, periksa kontaminasi air.

  • Structural Bolt: Kencangkan baut pada Samson Post dan Base Frame.

  • Brake System: Uji fungsi rem darurat untuk memastikan unit bisa berhenti dengan aman.

Overhaul (5 - 10 Tahun atau Sesuai Kondisi)

  • Gearbox Rebuild: Penggantian seal, bearing, dan inspeksi keausan roda gigi internal.

  • Structural Alignment: Penyetelan ulang kelurusan struktur dan penggantian bushings yang sudah oblak.


3. Program Perawatan Gas Engine Arrow C-106

Arrow C-106 sangat bergantung pada kebersihan sistem bahan bakar dan pendinginan.

Daily Maintenance (Harian)

  • Check Oil Level: Arrow memiliki sistem pelumasan otomatis; pastikan tangki oli cadangan terisi.

  • Coolant Check: Periksa level air radiator.

  • Scrubber Check: Buang cairan yang terperangkap pada fuel gas scrubber agar cairan tidak masuk ke karburator.

Weekly Maintenance (Mingguan)

  • Spark Plug: Bersihkan busi dari kerak karbon.

  • Ignition System: Periksa kabel busi dan kondisi Magneto.

  • Drive Sheave: Pastikan tidak ada keretakan pada puli mesin.

Monthly Maintenance (Bulanan)

  • Oil Change: Ganti oli mesin (gunakan oli khusus gas engine ber-ash rendah).

  • Valve Adjustment: Setel celah katup sesuai spesifikasi manual Arrow.

  • Air Filter: Bersihkan atau ganti elemen pembersih udara.

Overhaul (Major Service)

Biasanya dilakukan setiap 2-4 tahun tergantung kualitas gas bahan bakar:

  • Top Overhaul: Pembersihan kepala silinder, penggantian ring piston, dan inspeksi katup.

  • Major Overhaul: Penggantian main bearings, connecting rod bearings, serta re-honing silinder atau penggantian liner.


Tabel Ringkasan Pelumas

KomponenJenis Pelumas (Rekomendasi)
Gear Reducer ChurchillGear Oil ISO VG 220/320 (EP)
Bearings (Grease)Lithium Base Grease NLGI 2
Arrow C-106 EngineSAE 30 atau 40 Low Ash Gas Engine Oil

Catatan Mechanic: > "Kunci panjang umur Churchill dan Arrow C-106 bukan pada perbaikan saat rusak, tapi pada kedisiplinan greasing dan menjaga kebersihan bahan bakar gas. Mesin tua pun akan tetap bertenaga jika detak jantungnya (pelumasan) terjaga."






















 

Postingan Populer

Kunci Inch dengan Kunci mm Dalam Dunia Mechanic

  Jika kita bekerja sebagai mechanic, toolkit adalah senjata kita dalam menyeleseikan suatu pekerjaan. karena dengan kelengkapan toolkit menurut saya 45% pekerjaan / troubleshoot dapat terpecahkan. Dan sebagai mekanik kita kadang menemukan ukuran bolt / nut yang berbeda - beda, ada ukuran dalam inchi, ada pula yang dalam ukuran mili meter. Seandainya kita paksakan mengunakan ukuran kunci tertentu, jutru tidak akan menyeleseikan masalah, tetapi malah menambah pekerjaan lainnya karena bolt atau nut yang kan kita kendorin akan slek atau rusak sehingga semakin sulit unitiuk kita lepaskan. atau bakan kunci yang kita gunakan akan rusak, dan hal ini elain menyusahkan waktu kita kerja juga akan menyusahkan di lain hari karena kita harus membeli kunci baru yang tidak murah harganya. Baca juga : Kehidupan di Offshore Platform  Fungsi Air Dryer Pada Air Compressor Korelasi Komposisi Gas dengan Air Fuel Ratio Perbedaan Prosedure Pembelian Gas Engine Dan Diesel Engine ...

Teory Pompa Kerja Pararel dan Pompa Kerja Seri

Pompa dapat kita pasang atau operasikan pararel atau seri, jika kita ingin menaikan qapasitas, pompa akan kita operasikan Pararel, dengan syarat Head pompa sama. Sedangkan jika kita ingin meanikan Head/ tekanan discharger pompa, kita dapat mengoperasikannya secara seri dan syartnya pompa ke 2 harus lebih rendah qapasitasnya, sebab jika sama maka akan ada kapitasi. Pompa pertama kita sebut pompa pengirim atau pompa utama, sementara pompa ke 2 kita sebut sebagi pompa Booster atau pompa peningkat tekanan. Dalam mendesain (pararel/series) pompa, jumlah 2 atau lebih pompa sentrifugal disebut dengan multiple centrifugal pump. Dalam mendesain multiple centrifugal pump ini utamanya adalah ketika melakukan instalasi,  sangatlah penting untuk memperhatikan hubungan antara kurva pompa (pump curve) dan kurva sistem perpipaan. (piping system curve). Efek dari menambahkan 2 buah pompa yang identik dalam rangkaian paralel dapat di lihat pada gambar grafik di bawah ini. Baca ...

Cara Leak Test (test kebocoran) dan Hydrotest pada Valve dan Bejana Tekan

Leak Test : Biasanya ini dilakukan pada reinforcing pad of opening, menggunakan udara. Kadang-kadang di-counter check dengan bubble soap. Sehingga sering disebut juga bubble test. Diaplikasikan pada semua peralatan yang mempunyai pads pada bagian pressure (PV, HE, Tank, dll). Bisa juga leak test dilakukan tanpa sabun. Material diinjeksi dengan udara bertekanan dan direndam dalam tanki air untuk beberapa waktu (digunakan dalam pengetesan fuel tank untuk forklift). Ini lebih efektif dibandingkan dengan sabun. Test ini juga dilakukan untuk pengecekan kebocaran pada blinded flange, flange joint (shell side to tube side joint), channel cover installation, dsb. Secara internal, diberi tekanan menggunakan udara – alternatif lain bisa menggunakan nitrogen (N 2 ). Pada tangki ada juga istilah leak test untuk roof dan bottom installation. Alatnya disebut Vacuum Box. Leak test tidak sama persis dengan pneumatic test. Pneumatic test itu bisa digunakan sebagai pengganti hydrotes...