Skip to main content

Mengatasi Masalah Jeli pada Tangki Solar B30 dengan Metode Sirkulasi Filtrasi Internal

 

Halo sobat mechanic dan para praktisi lapangan!

Kembali lagi di Dhevils Mechanic. Kali ini kita akan bahas salah satu "penyakit" yang paling sering dikeluhkan sejak era kewajiban penggunaan biodiesel B30, yaitu pembentukan gel atau jeli di dalam tangki penyimpanan (storage tank).

Bagi kita yang mengelola alat berat, genset, atau armada transportasi, masalah jeli ini bukan perkara sepele. Sekali jeli ini lolos ke sistem pembakaran, filter solar bakal langsung mampet, injector tersumbat, dan ujung-ujungnya: downtime yang menguras kantong!

Nah, baru-baru ini tim Dhevils Mechanic melakukan penanganan khusus untuk membersihkan dan mencegah pembentukan jeli ini tanpa harus menguras total tangki secara konvensional. Bagaimana caranya? Kita menggunakan metode Sirkulasi Filtrasi Internal (In-Tank Filtration Circulation).

Mengapa Solar B30 Bisa Berubah Menjadi Jeli?

Sebelum masuk ke teknis pekerjaan, kita harus tahu dulu musuh kita. Kandungan FAME (Fatty Acid Methyl Ester) sebesar 30% pada B30 memiliki sifat higroskopis (suka menyerap air dari kelembaban udara).

Proses Terbentuknya Jeli:

Air yang terserap + Bakteri/Mikroba + Temperatur Tangki yang Berfluktuasi = Sludge / Jeli Organik.

Jeli ini biasanya mengendap di dasar tangki atau melayang di dalam bahan bakar, siap menyumbat saluran kapan saja.

Solusi Dhevils Mechanic: Sistem Sirkulasi Filtrasi dari Dalam Tangki

Untuk mengatasi masalah ini secara efektif dan efisien, tim Dhevils Mechanic menerapkan sistem filtrasi eksternal yang dihubungkan langsung ke dalam tangki. Konsep utamanya adalah memutar dan menyaring bahan bakar secara terus-menerus (sirkulasi) sampai tangki benar-benar bersih.

Berikut adalah tahapan pekerjaan yang kami lakukan:

1. Setup Jalur Hisap (Suction) dan Pengembalian (Return)

Kami memasang selang suction khusus yang menjangkau area dasar tangki—tempat di mana jeli dan endapan air paling banyak berkumpul. Jalur return (pengembalian) dipasang di sisi berlawanan untuk menciptakan efek pusaran (turbulensi) yang aman, sehingga jeli yang menempel di dinding tangki ikut terlepas dan mengalir.

2. Proses Filtrasi Multi-Stage (Bertingkat)

Bahan bakar yang dihisap tidak langsung dikembalikan, melainkan harus melewati "jantung" dari sistem ini, yaitu rangkaian filter bertingkat:

  • Pre-Filter (Strainer): Menangkap partikel besar dan gumpalan jeli ukuran makro agar tidak merusak pompa sirkulasi.

  • Water Coalescer/Separator: Memisahkan kandungan air murni yang terikat dalam solar B30.

  • Final Filter (High Efficiency): Memiliki mikron rating yang sangat kecil untuk menangkap sisa-sisa jeli halus dan koloid yang melayang.

3. Sirkulasi Kontinu (Flushing)

Pompa dinyalakan dan solar di dalam tangki disirkulasikan melewati filter-filter tersebut. Proses ini dilakukan selama beberapa siklus (tergantung volume tangki dan tingkat kekentalan jeli) hingga solar yang keluar dari jalur return terlihat bening dan bersih secara visual, serta lolos uji sampel.

Keuntungan Metode Ini

Mengapa kami memilih metode sirkulasi filtrasi ini dibanding cara lama?

  • Tanpa Downtime Total: Sistem tangki tidak perlu dikosongkan total dan dibuang solarnya (hemat biaya bahan bakar).

  • Pembersihan Maksimal: Jeli yang belum mengendap sempurna (masih melayang) ikut tertangkap oleh filter.

  • Mencegah Kerusakan Komponen: Menjamin solar yang keluar dari tangki menuju mesin sudah dalam kondisi clean dan clear.

Kesimpulan & Tips dari Dhevils Mechanic

Penanganan jeli pada B30 dengan sistem sirkulasi filtrasi ini terbukti ampuh mengembalikan kualitas solar yang sempat menurun akibat kontaminasi. Namun ingat, ini adalah tindakan kuratif (pengobatan).

  

Untuk pencegahan, pastikan Anda melakukan drain air tangki secara berkala dan jika diperlukan, lakukan sirkulasi filtrasi ini sebagai bagian dari Maintenance Preventif rutin, bukan menunggu sampai mesin Anda mogok!

Punya masalah serupa dengan tangki solar B30 atau B35 di tempat kerja Anda? Jangan ragu untuk diskusi di kolom komentar atau hubungi tim Dhevils Mechanic untuk solusi penanganan bahan bakar Anda!

Keep 'em rolling, keep 'em mechanical!

Postingan Populer

Kunci Inch dengan Kunci mm Dalam Dunia Mechanic

  Jika kita bekerja sebagai mechanic, toolkit adalah senjata kita dalam menyeleseikan suatu pekerjaan. karena dengan kelengkapan toolkit menurut saya 45% pekerjaan / troubleshoot dapat terpecahkan. Dan sebagai mekanik kita kadang menemukan ukuran bolt / nut yang berbeda - beda, ada ukuran dalam inchi, ada pula yang dalam ukuran mili meter. Seandainya kita paksakan mengunakan ukuran kunci tertentu, jutru tidak akan menyeleseikan masalah, tetapi malah menambah pekerjaan lainnya karena bolt atau nut yang kan kita kendorin akan slek atau rusak sehingga semakin sulit unitiuk kita lepaskan. atau bakan kunci yang kita gunakan akan rusak, dan hal ini elain menyusahkan waktu kita kerja juga akan menyusahkan di lain hari karena kita harus membeli kunci baru yang tidak murah harganya. Baca juga : Kehidupan di Offshore Platform  Fungsi Air Dryer Pada Air Compressor Korelasi Komposisi Gas dengan Air Fuel Ratio Perbedaan Prosedure Pembelian Gas Engine Dan Diesel Engine ...

Teory Pompa Kerja Pararel dan Pompa Kerja Seri

Pompa dapat kita pasang atau operasikan pararel atau seri, jika kita ingin menaikan qapasitas, pompa akan kita operasikan Pararel, dengan syarat Head pompa sama. Sedangkan jika kita ingin meanikan Head/ tekanan discharger pompa, kita dapat mengoperasikannya secara seri dan syartnya pompa ke 2 harus lebih rendah qapasitasnya, sebab jika sama maka akan ada kapitasi. Pompa pertama kita sebut pompa pengirim atau pompa utama, sementara pompa ke 2 kita sebut sebagi pompa Booster atau pompa peningkat tekanan. Dalam mendesain (pararel/series) pompa, jumlah 2 atau lebih pompa sentrifugal disebut dengan multiple centrifugal pump. Dalam mendesain multiple centrifugal pump ini utamanya adalah ketika melakukan instalasi,  sangatlah penting untuk memperhatikan hubungan antara kurva pompa (pump curve) dan kurva sistem perpipaan. (piping system curve). Efek dari menambahkan 2 buah pompa yang identik dalam rangkaian paralel dapat di lihat pada gambar grafik di bawah ini. Baca ...

Cara Leak Test (test kebocoran) dan Hydrotest pada Valve dan Bejana Tekan

Leak Test : Biasanya ini dilakukan pada reinforcing pad of opening, menggunakan udara. Kadang-kadang di-counter check dengan bubble soap. Sehingga sering disebut juga bubble test. Diaplikasikan pada semua peralatan yang mempunyai pads pada bagian pressure (PV, HE, Tank, dll). Bisa juga leak test dilakukan tanpa sabun. Material diinjeksi dengan udara bertekanan dan direndam dalam tanki air untuk beberapa waktu (digunakan dalam pengetesan fuel tank untuk forklift). Ini lebih efektif dibandingkan dengan sabun. Test ini juga dilakukan untuk pengecekan kebocaran pada blinded flange, flange joint (shell side to tube side joint), channel cover installation, dsb. Secara internal, diberi tekanan menggunakan udara – alternatif lain bisa menggunakan nitrogen (N 2 ). Pada tangki ada juga istilah leak test untuk roof dan bottom installation. Alatnya disebut Vacuum Box. Leak test tidak sama persis dengan pneumatic test. Pneumatic test itu bisa digunakan sebagai pengganti hydrotes...