Skip to main content

Project SCADA Gas Turbine Generator Opra di Pertamina EP X-Ray: Panduan Lengkap dari Desain hingga Closing




















 Project SCADA Gas Turbine Generator Opra di Pertamina EP X-Ray: Panduan Lengkap dari Desain hingga Closing

Halo sobat Dhevils Mechanic! Industri Hulu Migas menuntut keandalan sistem (reliability) dan keselamatan kerja yang sangat tinggi. Salah satu jantung operasional di lapangan produksi adalah ketersediaan daya listrik yang disuplai oleh Gas Turbine Generator (GTG).

Di fasilitas X-Ray PT Pertamina EP, keandalan unit GTG merk Opra kini ditingkatkan ke level maksimal melalui implementasi teknologi SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition).

Artikel ini akan membedah secara eksklusif seluruh siklus project pemasangan SCADA pada GTG Opra tersebut, mulai dari tahap coretan desain, pengujian ketat, instalasi on-site, hingga serah terima akhir (closing project). Yuk, simak detailnya!

1. Apa itu SCADA dan Apa Fungsinya pada GTG?

Secara mendasar, SCADA adalah kombinasi dari software dan hardware yang memungkinkan industri untuk melakukan pengawasan (supervisory), pengendalian (control), dan pengumpulan data (data acquisition) pada peralatan di lapangan secara real-time.

Pada unit Gas Turbine Generator (GTG) Opra di Pertamina EP X-Ray, SCADA berfungsi untuk:

  • Monitoring Jarak Jauh (Remote Monitoring): Operator dapat memantau parameter kritikal seperti Turbine Speed, Exhaust Gas Temperature (EGT), Lube Oil Pressure, hingga Vibration dari ruang kontrol utama (CCR) tanpa harus ke lapangan.

  • Early Warning System (EWS): Mencegah trip mendadak pada turbin dengan memberikan alarm otomatis jika ada parameter yang mendekati batas toleransi.

  • Data Logging & Historian: Menyimpan data operasional secara digital untuk kebutuhan analisis troubleshooting tim maintenance.

2. Komponen-Komponen Utama Sistem SCADA

Sistem SCADA yang diintegrasikan pada GTG Opra ini terdiri dari beberapa komponen arsitektur utama:

  1. Human Machine Interface (HMI) / Master Station: Komputer monitor di CCR yang menampilkan grafis visual visualisasi turbin, grafik tren, dan panel kontrol digital.

  2. Remote Terminal Unit (RTU) / Programmable Logic Controller (PLC): Otak lapangan yang mengumpulkan sinyal data dari sensor GTG untuk diteruskan ke komputer Master.

  3. Field Devices (Sensor & Actuator): Termasuk thermocouple, pressure transmitter, dan speed sensor bawaan GTG Opra yang datanya ditarik ke sistem SCADA.

  4. Infrastruktur Komunikasi: Media transmisi data seperti kabel FO (Fiber Optic), kabel Ethernet, atau protokol komunikasi industri seperti Modbus TCP/IP atau Profibus.

3. Bagaimana Proses dan Alur Kerja SCADA?

Proses SCADA bekerja dalam lingkaran (loop) yang tidak terputus secara real-time:

[Field Devices / GTG Opra] ──> [PLC / RTU] ──> [Sistem Komunikasi] ──> [HMI Monitor di CCR]
         ▲                                                                    │
         └─────────────────── [Perintah Kontrol / Operator] ──────────────────┘
  1. Acquisition: Sensor membaca temperatur atau tekanan pada GTG Opra.

  2. Transmission: PLC mengonversi sinyal analog/digital tersebut menjadi data digital dan mengirimkannya lewat jaringan komunikasi.

  3. Supervisory & Display: Software SCADA di HMI menerjemahkan data tersebut menjadi grafik atau angka yang mudah dibaca operator.

  4. Control: Jika terjadi kondisi abnormal, operator bisa menekan tombol shutdown darurat via HMI, atau sistem PLC secara otomatis melakukan interlock protection.

4. Tahapan Eksekusi Project SCADA GTG Opra (End-to-End)

Proyek ini melewati serangkaian tahapan engineering ketat demi memastikan zero-error saat diimplementasikan di area hazardous Pertamina EP:

A. Proses Desain SCADA

Tahap awal dimulai dengan pembuatan dokumen engineering:

  • FDS (Functional Design Specification): Menentukan bagaimana logika sistem kontrol akan bekerja.

  • Architecture Diagram: Memetakan topologi jaringan dari lokal panel GTG Opra ke CCR.

  • HMI Graphic Design: Mendesain tata letak visual turbin pada monitor agar ergonomis dan mudah dipahami operator.

B. Proses FAT (Factory Acceptance Test)

Sebelum material dikirim ke lapangan X-Ray, pengujian dilakukan di workshop vendor (Factory). Di sini, seluruh fungsi software SCADA, akurasi pembacaan alarm, dan simulasi kegagalan sistem diuji secara komprehensif disaksikan oleh tim perwakilan dari Pertamina EP.

C. Proses SAT (Site Acceptance Test)

Setelah lolos FAT dan barang tiba di site, SAT digelar. Pengujian dilakukan langsung pada unit fisik di lapangan untuk memastikan tidak ada komponen yang rusak selama mobilisasi dan memastikan integrasi kelistrikan berjalan aman.

D. Proses Instalasi di Lapangan

Tim mekanik dan instrumentasi Dhevils Mechanic melakukan penarikan kabel data (wiring), pemasangan panel enclosure SCADA baru, pemasangan gland kabel standar explosion-proof, hingga koneksi ke Control Panel lokal milik GTG Opra.

5. Kursus Singkat (Transfer Knowledge) & Commissioning

Proyek SCADA tidak akan sukses tanpa kesiapan sumber daya manusia yang mengoperasikannya.

  • Training & Penyuluhan Operator / Maintenance: Kami mengadakan sesi kelas singkat dan praktek langsung (hands-on training) bagi operator ruang kontrol dan tim maintenance Pertamina EP. Operator diajarkan cara membaca grafik tren, merespons alarm, serta melakukan acknowledge fault. Sementara tim maintenance diajarkan cara backup data, kalibrasi ulang, dan membaca log eror.

  • Commissioning: Merupakan tahap pengujian dinamis di mana unit GTG Opra dinyalakan (Live Start). Tim memantau ketepatan data SCADA dengan kondisi aktual di turbin untuk memastikan sinkronisasi 100% tanpa adanya delay data.

6. Closing Project dan Handover (Serah Terima)

Setelah tahap commissioning dinyatakan sukses dan tanpa kendala (zero punch list), tibalah kita di tahap akhir: Handover & Closing Project.

Proses ini ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) antara tim kontraktor pelaksana dengan manajemen PT Pertamina EP Asset X-Ray. Seluruh dokumen As-Built Drawing, sertifikat kalibrasi, dokumen FAT/SAT, serta dokumen lisensi software diserahkan secara resmi. Dengan demikian, sistem SCADA GTG Opra resmi beroperasi penuh di bawah kendali Pertamina EP.

Kesimpulan

Pemasangan SCADA pada Gas Turbine Generator Opra di PT Pertamina EP X-Ray merupakan investasi strategis yang berhasil meningkatkan efisiensi pengawasan operasional dan menekan angka ketidaktersediaan daya (power outage). Kerja keras rekayasa dari tahap desain hingga serah terima membuktikan bahwa otomatisasi adalah kunci utama industri migas masa depan.

Bagaimana tanggapan sobat Dhevils Mechanic mengenai project otomasi di dunia migas ini? Ada yang punya pengalaman serupa dalam melakukan integrasi sistem SCADA turbin?

Yuk, tulis pengalaman atau pertanyaan kalian di kolom komentar di bawah! Jangan lupa bagikan artikel ini ke rekan-rekan sesama engineer instrumentasi dan kontrol ya! Salam mekanik!


Deskripsi Penelusuran (Search Description): Bedah tuntas project implementasi SCADA pada Gas Turbine Generator (GTG) Opra di Pertamina EP Asset X-Ray. Pelajari fungsi, komponen, proses FAT/SAT, hingga commissioning!


Postingan Populer

Kunci Inch dengan Kunci mm Dalam Dunia Mechanic

  Jika kita bekerja sebagai mechanic, toolkit adalah senjata kita dalam menyeleseikan suatu pekerjaan. karena dengan kelengkapan toolkit menurut saya 45% pekerjaan / troubleshoot dapat terpecahkan. Dan sebagai mekanik kita kadang menemukan ukuran bolt / nut yang berbeda - beda, ada ukuran dalam inchi, ada pula yang dalam ukuran mili meter. Seandainya kita paksakan mengunakan ukuran kunci tertentu, jutru tidak akan menyeleseikan masalah, tetapi malah menambah pekerjaan lainnya karena bolt atau nut yang kan kita kendorin akan slek atau rusak sehingga semakin sulit unitiuk kita lepaskan. atau bakan kunci yang kita gunakan akan rusak, dan hal ini elain menyusahkan waktu kita kerja juga akan menyusahkan di lain hari karena kita harus membeli kunci baru yang tidak murah harganya. Baca juga : Kehidupan di Offshore Platform  Fungsi Air Dryer Pada Air Compressor Korelasi Komposisi Gas dengan Air Fuel Ratio Perbedaan Prosedure Pembelian Gas Engine Dan Diesel Engine ...

Teory Pompa Kerja Pararel dan Pompa Kerja Seri

Pompa dapat kita pasang atau operasikan pararel atau seri, jika kita ingin menaikan qapasitas, pompa akan kita operasikan Pararel, dengan syarat Head pompa sama. Sedangkan jika kita ingin meanikan Head/ tekanan discharger pompa, kita dapat mengoperasikannya secara seri dan syartnya pompa ke 2 harus lebih rendah qapasitasnya, sebab jika sama maka akan ada kapitasi. Pompa pertama kita sebut pompa pengirim atau pompa utama, sementara pompa ke 2 kita sebut sebagi pompa Booster atau pompa peningkat tekanan. Dalam mendesain (pararel/series) pompa, jumlah 2 atau lebih pompa sentrifugal disebut dengan multiple centrifugal pump. Dalam mendesain multiple centrifugal pump ini utamanya adalah ketika melakukan instalasi,  sangatlah penting untuk memperhatikan hubungan antara kurva pompa (pump curve) dan kurva sistem perpipaan. (piping system curve). Efek dari menambahkan 2 buah pompa yang identik dalam rangkaian paralel dapat di lihat pada gambar grafik di bawah ini. Baca ...

Cara Leak Test (test kebocoran) dan Hydrotest pada Valve dan Bejana Tekan

Leak Test : Biasanya ini dilakukan pada reinforcing pad of opening, menggunakan udara. Kadang-kadang di-counter check dengan bubble soap. Sehingga sering disebut juga bubble test. Diaplikasikan pada semua peralatan yang mempunyai pads pada bagian pressure (PV, HE, Tank, dll). Bisa juga leak test dilakukan tanpa sabun. Material diinjeksi dengan udara bertekanan dan direndam dalam tanki air untuk beberapa waktu (digunakan dalam pengetesan fuel tank untuk forklift). Ini lebih efektif dibandingkan dengan sabun. Test ini juga dilakukan untuk pengecekan kebocaran pada blinded flange, flange joint (shell side to tube side joint), channel cover installation, dsb. Secara internal, diberi tekanan menggunakan udara – alternatif lain bisa menggunakan nitrogen (N 2 ). Pada tangki ada juga istilah leak test untuk roof dan bottom installation. Alatnya disebut Vacuum Box. Leak test tidak sama persis dengan pneumatic test. Pneumatic test itu bisa digunakan sebagai pengganti hydrotes...