Skip to main content

Troubleshooting Air Compressor Ingersoll Rand IH40 Trip High Temp di Offshore Platform XD Pertamina EP X-Ray







Halo sobat Dhevils Mechanic! Bekerja di fasilitas offshore platform (lepas pantai) selalu menghadirkan tantangan tersendiri. Keterbatasan ruang, logistik suku cadang, hingga tuntutan agar plant jangan sampai shutdown membuat setiap jengkal pekerjaan troubleshooting menjadi sangat krusial.

Kali ini, tim Dhevils Mechanic akan membagikan case study lapangan mengenai penanganan masalah kritis pada unit Air Compressor Ingersoll Rand Model IH40 yang terletak di Platform XD, salah satu anjungan lepas pantai di wilayah X-Ray PT Pertamina EP.

Di platform XD ini, terdapat dua unit air compressor kembar dengan merek yang sama. Perannya tidak main-main—kedua unit ini bertugas menyuplai kebutuhan Instrument Air (udara instrumen untuk katup kontrol/ESD), kebutuhan Utilities, hingga keperluan Maintenance (seperti pembersihan dan penggerak pneumatic tools) di seluruh platform. Jika keduanya mati, platform bisa mengalami Total Shutdown!

Yuk, kita bedah kronologi masalah hingga proses eksekusi perbaikannya!

1. Spesifikasi Teknis Ingersoll Rand Model IH40

Sebelum masuk ke masalah lapangan, mari kita kenali dulu profil dari mesin tangguh ini. Ingersoll Rand Model IH40 merupakan jenis Reciprocating Air Compressor (kompresor piston) bertipe heavy duty yang terkenal andal untuk lingkungan kerja ekstrem seperti industri maritim dan migas.

  • Tipe: Reciprocating / Piston Air Compressor

  • Konfigurasi: Multi-Stage (Biasanya 2-Stage untuk menghasilkan tekanan udara instrumen yang optimal).

  • Sistem Pendingin: Air-Cooled (Menggunakan sirip kipas) atau Water-Cooled tergantung aplikasi.

  • Penggerak: Electric Motor (Elmot) dengan sistem proteksi Explosion Proof standar offshore.

  • Aplikasi Utama: Suplai kontinu udara bertekanan tinggi dengan durabilitas jangka panjang.

2. Kronologi Kejadian di Platform XD: Unit Sering Trip High Temp!

Masalah bermula ketika salah satu unit kompresor di Platform XD kerap mengalami Trip akibat High Temperature. Suhu operasional melonjak melewati batas aman dalam waktu singkat setelah unit dinyalakan. Akibatnya, sistem proteksi otomatis mematikan mesin demi mencegah kerusakan lebih fatal.

Karena platform ini mengandalkan sistem Redundant (satu jalan, satu standby), otomatis kompresor kedua harus bekerja keras tanpa jeda. Situasi ini sangat berisiko tinggi. Jika kompresor kedua menyusul rusak, pasokan udara instrumen akan terputus!

Usut Punya Usut: Investigasi Masalah

Tim Dhevils Mechanic langsung melakukan troubleshooting mendalam secara runut:

  1. Pengecekan Arus Listrik: Saat unit dipaksa running, arus listrik pada Electric Motor (Elmot) menunjukkan indikasi High Ampere (beban motor terlalu berat).

  2. Membongkar Jalur Pelumasan: Saat mengecek level dan sirkulasi pelumas, ditemukan fakta mengejutkan bahwa oli tidak naik ke sistem silinder atas.

  3. Efek Domino Pelumasan Macet: Akibat tidak adanya pasokan oli yang melumasi komponen bergerak, gesekan piston menimbulkan panas ekstrem. Panas berlebih ini berujung pada macetnya Valve Outlet pada Cylinder No. 2 (Silinder Stage Kedua). Karena valve terkunci/macet, udara terjebak dan mengalami kompresi berlebih yang memicu High Temperature sekaligus membebani kerja Elmot hingga High Ampere.

3. Proses Eksekusi dan Perbaikan Lapangan oleh Tim Dhevils Mechanic

Mengingat lokasi kerja berada di atas laut (offshore platform), aspek keselamatan kerja (Safety/HSE) menjadi prioritas utama. Setelah mengantongi Permit to Work (SIKA) dan melakukan Isolation Lock Out Tag Out (LOTO) pada sistem kelistrikan, tim langsung tancap gas melakukan perbaikan.

Langkah 1: Overhaul & Pembersihan Cylinder Head No. 2

Tim membongkar Cylinder Head pada silinder nomor 2. Valve outlet yang macet dilepas dengan hati-hati. Terlihat sisa gosong akibat gesekan kering tanpa oli. Komponen valve dibersihkan total dari kerak karbon, dilakukan lapping ulang, dan diganti bagian seal serta pegasnya (spring) dengan repair kit yang baru untuk memastikan mekanismenya kembali free (bergerak bebas).

Langkah 2: Perbaikan Sistem Pompa Oli (Lubrication System)

Akar masalah utama—yaitu oli yang tidak naik—langsung dibedah. Tim memeriksa bagian Oil Pump internal kompresor. Ditemukan adanya penyumbatan pada oil strainer (saringan oli) akibat serpihan halus dan adanya masalah loss pressure pada pompa oli. Dilakukan pembersihan total, pembilasan (flushing) jalur oli, penggantian filter oli, dan pengisian oli baru berspesifikasi khusus kompresor offshore.

Langkah 3: Inspeksi Piston dan Cylinder Wall

Sebelum dipasang kembali, tim memastikan tidak ada baret fatal pada dinding silinder nomor 2 akibat insiden macet tersebut. Beruntung, sistem proteksi high temperature bekerja cepat saat kejadian, sehingga dinding silinder masih dalam batas toleransi aman dan hanya memerlukan pembersihan ringan.

Langkah 4: Re-Assembly (Perakitan Kembali)

Seluruh komponen mulai dari pompa oli, katup, hingga cylinder head dirakit kembali sesuai dengan standar torsi spesifikasi manual book Ingersoll Rand IH40.

4. Testing, Commissioning, dan Unit Kembali Normal

Setelah proses perakitan selesai dan dipastikan tidak ada alat atau material yang tertinggal (Housekeeping), tim melakukan pencabutan LOTO dan bersiap untuk tahap uji coba (testing).

  • Pre-Start Check: Memastikan level oli berada di garis Max, arah putaran kipas pendingin benar, dan semua katup bypass serta outlet ke tabung air receiver dalam posisi yang tepat.

  • Trial Running: Unit Ingersoll Rand IH40 dinyalakan tanpa beban (unloaded) terlebih dahulu selama beberapa menit. Indikator tekanan oli dipantau ketat, dan hasilnya oli berhasil naik dengan tekanan stabil.

  • Loading Test: Unit mulai diberi beban (loaded) untuk menyuplai udara ke sistem jaringan instrument air Platform XD.

Hasil Akhir:

Suhu operasional terpantau stabil di angka normal (tidak ada lagi High Temperature), arus listrik pada Electric Motor kembali ke batas normal (Normal Ampere), dan suara ketukan mesin terdengar halus serta ritmis. Unit Air Compressor Ingersoll Rand IH40 dinyatakan sehat walafiat dan siap kembali beroperasi menjaga keandalan suplai udara di Platform XD!

Kesimpulan

Masalah trip high temperature pada kompresor Ingersoll Rand IH40 di Platform XD ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Masalah kecil seperti terhambatnya sirkulasi oli dapat memicu efek domino yang merusak komponen vital seperti valve silinder, bahkan berpotensi merusak electric motor akibat overload. Perawatan berkala (preventive maintenance) pada sistem filtrasi oli adalah kunci utama keandalan operasi di tengah laut.

Bagaimana sobat Dhevils Mechanic, punya pengalaman serupa saat melakukan troubleshooting kompresor piston di lapangan migas atau pabrik?

Yuk, ceritakan pengalaman hebat kalian di kolom komentar di bawah! Jangan lupa share artikel ini ke komunitas mechanical engineer dan sesama pekerja offshore ya! Salam satu kunci!


Postingan Populer

Kunci Inch dengan Kunci mm Dalam Dunia Mechanic

  Jika kita bekerja sebagai mechanic, toolkit adalah senjata kita dalam menyeleseikan suatu pekerjaan. karena dengan kelengkapan toolkit menurut saya 45% pekerjaan / troubleshoot dapat terpecahkan. Dan sebagai mekanik kita kadang menemukan ukuran bolt / nut yang berbeda - beda, ada ukuran dalam inchi, ada pula yang dalam ukuran mili meter. Seandainya kita paksakan mengunakan ukuran kunci tertentu, jutru tidak akan menyeleseikan masalah, tetapi malah menambah pekerjaan lainnya karena bolt atau nut yang kan kita kendorin akan slek atau rusak sehingga semakin sulit unitiuk kita lepaskan. atau bakan kunci yang kita gunakan akan rusak, dan hal ini elain menyusahkan waktu kita kerja juga akan menyusahkan di lain hari karena kita harus membeli kunci baru yang tidak murah harganya. Baca juga : Kehidupan di Offshore Platform  Fungsi Air Dryer Pada Air Compressor Korelasi Komposisi Gas dengan Air Fuel Ratio Perbedaan Prosedure Pembelian Gas Engine Dan Diesel Engine ...

Teory Pompa Kerja Pararel dan Pompa Kerja Seri

Pompa dapat kita pasang atau operasikan pararel atau seri, jika kita ingin menaikan qapasitas, pompa akan kita operasikan Pararel, dengan syarat Head pompa sama. Sedangkan jika kita ingin meanikan Head/ tekanan discharger pompa, kita dapat mengoperasikannya secara seri dan syartnya pompa ke 2 harus lebih rendah qapasitasnya, sebab jika sama maka akan ada kapitasi. Pompa pertama kita sebut pompa pengirim atau pompa utama, sementara pompa ke 2 kita sebut sebagi pompa Booster atau pompa peningkat tekanan. Dalam mendesain (pararel/series) pompa, jumlah 2 atau lebih pompa sentrifugal disebut dengan multiple centrifugal pump. Dalam mendesain multiple centrifugal pump ini utamanya adalah ketika melakukan instalasi,  sangatlah penting untuk memperhatikan hubungan antara kurva pompa (pump curve) dan kurva sistem perpipaan. (piping system curve). Efek dari menambahkan 2 buah pompa yang identik dalam rangkaian paralel dapat di lihat pada gambar grafik di bawah ini. Baca ...

Cara Leak Test (test kebocoran) dan Hydrotest pada Valve dan Bejana Tekan

Leak Test : Biasanya ini dilakukan pada reinforcing pad of opening, menggunakan udara. Kadang-kadang di-counter check dengan bubble soap. Sehingga sering disebut juga bubble test. Diaplikasikan pada semua peralatan yang mempunyai pads pada bagian pressure (PV, HE, Tank, dll). Bisa juga leak test dilakukan tanpa sabun. Material diinjeksi dengan udara bertekanan dan direndam dalam tanki air untuk beberapa waktu (digunakan dalam pengetesan fuel tank untuk forklift). Ini lebih efektif dibandingkan dengan sabun. Test ini juga dilakukan untuk pengecekan kebocaran pada blinded flange, flange joint (shell side to tube side joint), channel cover installation, dsb. Secara internal, diberi tekanan menggunakan udara – alternatif lain bisa menggunakan nitrogen (N 2 ). Pada tangki ada juga istilah leak test untuk roof dan bottom installation. Alatnya disebut Vacuum Box. Leak test tidak sama persis dengan pneumatic test. Pneumatic test itu bisa digunakan sebagai pengganti hydrotes...