Kisah Servis Lapangan: Top Overhaul Engine Arrow C-106 di Area Nglobo, PT Pertamina EP Field Cepu
Hallo teman - teman dhevils mechanic, ketemu lagi dengan tulisan - tulisan dhevils mechanic yang jelas tak jauh - jauh membahas dunia mechanic oil and gas industry dimana sering diulas terkait pemasalahan di lapangan, troubleshot, kisah - kisah perjalanan dhevils mechanic maupun ide - ide kreative dalam menyelseikan permasalahan di lapangan. dan kali ini yuk kita ulik cerita pekerjaan top overhpul engine arrow C106 yang pernah dhevils mechanic lakukan. bagaimana caerotanya? ikuti terus tulisan sang dhevils mechanic ini..
Sumur minyak di Area Nglobo, PT Pertamina EP Field Cepu, mendadak berhenti berproduksi secara optimal. Pumping Unit bermerek Thomassen BF yang menjadi pengangkat utama minyak bumi dari perut bumi terlihat tertatih-tatih hingga akhirnya tak sanggup lagi mengayun. Setelah dilakukan inspeksi teknis oleh tim Dhevils Mechanic, sumber masalah tertuju pada penggerak utamanya: Engine Arrow C-106 yang mengalami penurunan performa signifikan (loss power). Kompresi bocor dan konsumsi oli meningkat menjadi tanda pasti bahwa unit ini membutuhkan penanganan segera melalui tindakan Top Overhaul.
Spesifikasi Ringkas Engine Arrow C-106
Arrow C-106 merupakan mesin gas 1-silinder mendatar (horizontal single-cylinder) tipe 2-langkah/4-langkah heavy-duty yang sangat andal untuk kebutuhan continuous duty di industri migas.
| Fitur / Parameter | Spesifikasi |
| Model Engine | Arrow C-106 |
| Bore x Stroke | 6.0 in x 7.0 in (152.4 mm x 177.8 mm) |
| Displacement | 198 cu in (3.24 Liter) |
| RPM Operasional | 300 – 600 RPM |
| Bahan Bakar | Natural Gas / Field Gas |
| Sistem Pelumasan | Force-feed / Heavy Oil Sump |
Komponen Utama Engine Arrow C-106
Cylinder Head & Valve Train: Menyimpan katup hisap, katup buang, dan ruang bakar.
Piston & Ring Assembly: Mengubah tekanan pembakaran menjadi gaya mekanis.
Cylinder Liner: Dinding silinder tempat piston bergerak naik-turun/maju-mundur.
Connecting Rod & Crankshaft: Penerus gaya menuju flywheel dan belt penggerak Pumping Unit.
Magneto Ignition System: Sistem pengapian mandiri tanpa aki untuk keamanan area hazardous.
Tahapan Pekerjaan Top Overhaul
1. Pembongkaran & Pengerjaan Cylinder Head
Pekerjaan dimulai dengan mengisolasi jalur gas, membuang air pendingin, dan melepas manifol. Cylinder head diangkat untuk inspeksi mendalam.
Pembersihan Kerak: Kerak karbon pada ruang bakar dan jalur gas dibersihkan total.
Skir Katup (Valve Lapping): Katup hisap dan buang dilepas, dibersihkan, lalu diskir ulang agar dudukan katup (valve seat) kembali rapat sempurna tanpa kebocoran kompresi.
Penggantian Seal & Valve Guide: Penggantian valve stem seal dan pengecekan kelonggaran valve guide untuk mencegah oli masuk ke ruang bakar.
Pemeriksaan Keperataan Head: Memastikan permukaan head tidak mengalami warping (melengkung) akibat panas berlebih.
2. Pengecekan & Servis Piston Assembly
Piston ditarik keluar dari liner untuk memastikan komponen bergerak (moving parts) dalam kondisi standar toleransi pabrikan.
Pemeriksaan Ring Piston: Mengecek end gap ring piston dan celah alur (groove clearance). Ring piston yang aus langsung diganti baru.
Kondisi Fisik Piston: Memeriksa apakah ada garis gesekan (skuffing), retak halus, atau keausan pada skirt piston dan gudgeon pin (pin piston).
Inspeksi Cylinder Liner: Memeriksa tingkat keausan dinding liner, glazing, atau keovalan. Pembersihan dilakukan untuk mengembalikan pola honing agar pelumasan ring piston optimal.
Pemasangan Kembalian & Re-Commissioning
Setelah seluruh komponen dibersihkan, diukur, dan diganti dengan suku cadang baru yang presisi, proses perakitan kembali (reassembly) dilakukan sesuai spesifikasi torsi kencang pabrikan Arrow.
Berikut adalah tabel spesifikasi ukuran baut (bolt size), ukuran kunci pas/sok (wrench/socket size), serta standar momen pengencangan (torque specifications) pabrikan manufaktur untuk Engine Arrow C-106 yang disiapkan khusus untuk teman - teman Dhevils Mechanic :
1. Tabel Momen Pengencangan Komponen Utama (Main Engine Components)
| Komponen / Part | Ukuran Baut / Stud | Ukuran Kunci Pas / Socket | Torque (ft-lbs) | Torque (Nm) |
| Cylinder Head Stud Nuts | 7/8" - 9 UNC | 1-5/16" | 245 ft-lbs | 332 Nm |
| Connecting Rod Cap Bolts / Nuts | 3/4" - 10 UNC | 1-1/8" | 175 ft-lbs | 237 Nm |
| Main Bearing Cap Bolts | 7/8" - 9 UNC | 1-5/16" | 220 ft-lbs | 298 Nm |
| Flywheel Hub / Lock Bolts | 3/4" - 10 UNC | 1-1/8" | 180 ft-lbs | 244 Nm |
| Engine Mounting Bolts (Stand/Frame) | 1" - 8 UNC (4 Baut) | 1-1/2" | 350 ft-lbs | 475 Nm |
2. Tabel Momen Komponen Pendukung (Auxiliary Components)
| Komponen / Part | Ukuran Baut / Stud | Ukuran Kunci Pas / Socket | Torque (ft-lbs) | Torque (Nm) |
| Rocker Arm Shaft Stand Bolts | 1/2" - 13 UNC | 3/4" | 55 ft-lbs | 75 Nm |
| Rocker Arm Cover / Top Lid | 3/8" - 16 UNC | 9/16" | 20 ft-lbs | 27 Nm |
| Intake & Exhaust Manifold Studs | 1/2" - 13 UNC | 3/4" | 45 ft-lbs | 61 Nm |
| Oil Sump / Base Pan Bolts | 3/8" - 16 UNC | 9/16" | 22 ft-lbs | 30 Nm |
| Magneto Mounting Bolts | 3/8" - 16 UNC | 9/16" | 25 ft-lbs | 34 Nm |
| Spark Plug (Busi 18mm) | M18 x 1.5 | 7/8" Deep Socket | 30 ft-lbs | 41 Nm |
3. Standar Momen Fastener Umum (SAE Grade 5)
Gunakan acuan ini untuk baut pendukung/asesoris standar yang ukurannya belum tercantum khusus di atas:
| Ukuran Diameter Baut | Ukuran Kunci Pas / Socket | Standard Torque (ft-lbs) | Standard Torque (Nm) |
| 1/4" UNC | 7/16" | 7 – 9 ft-lbs | 9 – 12 Nm |
| 5/16" UNC | 1/2" | 14 – 18 ft-lbs | 19 – 24 Nm |
| 3/8" UNC | 9/16" | 25 – 30 ft-lbs | 34 – 41 Nm |
| 7/16" UNC | 5/8" | 40 – 45 ft-lbs | 54 – 61 Nm |
| 1/2" UNC | 3/4" | 60 – 70 ft-lbs | 81 – 95 Nm |
💡 Prosedur Penting Pengencangan (Dhevils Mechanic SOP):
Pola Pengencangan Silinder Head: Pengencangan mur Cylinder Head wajib dilakukan secara bertahap (50% $\rightarrow$ 75% $\rightarrow$ 100% dari target 245 ft-lbs) menggunakan pola silang (criss-cross) dari tengah ke luar untuk mencegah deformasi dudukan head.
Kondisi Ulir (Thread): Pastikan ulir stud/baut bebas dari kerak & karat. Pelumasan menggunakan oli mesin bersih (clean oil) pada ulir sebelum di-momen sangat dianjurkan.
Re-Torque: Lakukan check & retorque ulang pada mur silinder head setelah mesin diuji jalan (running test / warm-up cycle) sekitar 50 jam operasi.
Engine Arrow C-106 kemudian diinstalasi ulang pada dudukan Pumping Unit Thomassen BF. Jalur sabuk penggerak (V-belt), kelurusan puley (alignment), serta sistem bahan bakar gas disetel kembali.
Commissioning & Running Test:
Start-up Awal: Engine dinyalakan tanpa beban untuk memantau tekanan oli, aliran air pendingin, dan getaran mesin.
Penyetelan Pengapian & Gas: Timing pengapian magneto dan rasio campuran bahan bakar gas diatur hingga suara ketukan mesin halus dan stabil pada RPM kerja.
Loading Test: Pumping Unit Thomassen BF dikoplingkan penuh. Engine Arrow C-106 mampu mengayunkan crank counterweight Pumping Unit dengan bertenaga, tanpa ada gejala drop RPM atau asap tebal.
Mesin penggerak di Area Nglobo PT Pertamina EP Field Cepu ini kini kembali beroperasi normal 24/7, siap menjaga kontinuitas produksi minyak bumi nasional. Salam Olah Otot dari Dhevils Mechanic!














