http://dlvr.it/RmTRLX http://dlvr.it/RmTxrm http://dlvr.it/RmVM4W
hallo teman -teman , ketemu lagi dengan dhevils mechanic yang pasti tak jauh - jauh membahas dunia mechanic oil and gas dimana sering ditulis oelh dhevils mechanic terkakit equipment yang digunakan di oil and gasplant, permasalahan yang sering terjadi pada peralatan oil and gas serta ide - ide manerik dalam memnyeleseikan permasalahan yang terjadi dilapangan. Dan kali ini yuk kita bahas terkait dengan WPS atau welding prosedure spesification.
Hampir semua industri fabrikasi dalam mengerjakan projectnya memerlukan personnel seperti welder. Pekerjaan fabrikasi didominasi oleh peklerjaan welding, sehingga peran seorang welder sangat menentukan dalam progress project, cost, dan time delivery barang yang dikerjakan.
Baca juga :
Bisa dibayangkan kalau suatu project dikerjakan oleh welders yang tidak berpengalaman atau memiliki skill yang rendah. Dipastikan akan banyak masalah dengan kwalitas, repair, dn ongkos produksi akan membengkak.
WPQ sebuah kualifikasi yang digunakan untuk menguji seorang welder atau juru las apakah mereka dapat membuat sebuah sambungan dan hasil lasan yang lulus sesuai yang disyaratkan code.
Dalam sertifikasi juru las ini pengujian yang dilakukan adalah Uji Radiografi dan Uji Bending atau tekuk. Jika dalam hasil pengujian tidak ditemukan cacat atau jika ada cacat masih dalam batas toleransi maka tukang las tersebut dinyatakan lulus dan diberikan sertifikasi, namun jika terdapat cacat las maka welder tersebut harus dikualifikasi ulang.
Tujuan welder test atau sertifikasi tukang las adalah untuk mendapatkan welder yang mempunyai kemampuan yang sangat baik. Karena jika suatu prosedur Spesifikasi las (WPS) yang sudah qualified dilaksanakan oleh juru las yang tidak mempunyai sertifikat maka hal tersebut dapat menyebabkan hasil lasan pada produk terdapat cacat las atau pengelasan gagal.
Pada pelaksanaan WPQ ini juga terdapat variabel variabel yang harus dilakukan, pada kualifikasi juru las posisi pengelasan merupakan essential variable. Jadi ketika sertifikasi tukang las tersebut melakukan posisi pengelasan 2G, maka dia hanya diperbolehkan untuk mengelas posisi 1G, 2G dan tidak diperbolehkan untuk mengelas posisi 3G dan 4G. Namun jika mempunyai kualifikasi las 4G maka Anda dapat melakukan pekerjaan las 1G, 2G, 3G dan 4G.
Selain posisi pengelasan, jenis proses las, sambungan las dan jenis material juga termasuk dalam essential variabel sehingga welder tersebut harus mempunyai banyak sertifikat agar dapat melakukan pekerjaan pengelasan dengan tipe proses, jenis sambungan dan jenis material yang berbeda.
Welder Performance Qualification atau kualifikasi juru las ini memang mempunyai banyak syarat, hal ini dikarenakan juru las merupakan salah satu bagian yang terpenting dalam pembuatan sebuah produk. Jika juru las terkualifikasi dengan baik, maka produk yang dihasilkan juga akan baik.
Setelah juru las mempunyai sertifikat maka juru las ini dapat mengelas untuk spesimen yang digunakan sebagai pembuatan WPS atau Welding Procedure Specification. Karena jika WPS tidak dilas dengan welder certified maka akan membuat kita kehilangan banyak modal untuk membuat WPS tersebut.
Demikinlah sekelumit cerita terkait WPS, semoga dapat menambah wawasan kita terkait dunia oil and gas industry dan jika kalian mempunyai pertanyaan atau pengalaman terkait hal ini silahkan tulis dikolom komentar yaa..supaya berbagi cerita ini lebih menarik lagi dan ilmu kalian dapat berguna bagi teman - teman yang membutuhkannya.
Comments