Skip to main content

Inovasi Dhevils Ejector: Solusi Produksi Sumur Low Inflow di Lapangan Waled Utara


Inovasi Dhevils Ejector: Solusi Produksi Sumur Low Inflow di Lapangan Waled Utara

Dalam industri hulu migas, penurunan tekanan reservoir adalah tantangan alami yang pasti dihadapi. Di Lapangan Waled Utara, kami menghadapi tantangan pada sumur-sumur yang sudah low inflow, di mana aliran fluida tidak lagi kontinyu melainkan menjadi intermittent (terputus-putus).

Untuk mengatasi hal ini tanpa biaya mahal, Dhevils Mechanic merancang sebuah inovasi yang disebut sebagai Dhevils Ejector.

Apa itu Dhevils Ejector?

Dhevils Ejector adalah alat berbasis prinsip jet pump yang dipasang di surface facility. Alat ini menggunakan tekanan dari sumur lain yang masih memiliki tekanan tinggi (Motive Well) sebagai energi penggerak untuk "menghisap" produksi dari sumur yang tekanannya sudah rendah (Suction Well/Low Inflow).

Mengapa Inovasi Ini Efisien?

Berbeda dengan metode Artificial Lift konvensional seperti ESP atau SRP yang memerlukan intervensi ke dalam sumur (subsurface), Dhevils Ejector bekerja sepenuhnya di permukaan.

  • Tanpa Rig: Tidak perlu workover atau well service.

  • Tanpa Listrik: Memanfaatkan energi tekanan sisa dari sumur tetangga.

  • Low OPEX: Biaya perawatan sangat minim.


Prinsip Kerja dan Desain Teknis

Ejector bekerja berdasarkan Hukum Bernoulli. Saat cairan/gas dari Motive Well melewati nozzle yang menyempit, kecepatannya meningkat drastis, namun tekanannya turun drastis (menciptakan vakum). Vakum inilah yang menghisap fluida dari sumur Waled Utara yang sudah loyo.

Rumus Perhitungan Nozzle

Untuk mendapatkan daya hisap yang optimal, perhitungan diameter nozzle ($d_n$) sangat krusial. Rumus dasar kecepatan fluida pada nozzle adalah:

$$V_n = C_d \times \sqrt{\frac{2 \times \Delta P}{\rho}}$$

Dimana:

  • $V_n$: Kecepatan pada nozzle (m/s)

  • $C_d$: Koefisien Discharge (biasanya $0.95 - 0.98$)

  • $\Delta P$: Perbedaan tekanan antara Motive dan Ejector ($P_{motive} - P_{ejector}$)

  • $\rho$: Densitas fluida ($kg/m^3$)

Jarak Nozzle ke Throat (Nozzle-to-Throat Distance)

Jarak ini (sering disebut S-Distance) sangat menentukan efisiensi pencampuran fluida. Jika terlalu dekat, aliran tersumbat; jika terlalu jauh, momentum hilang.

Secara empiris, jarak optimal ($L$) biasanya berkisar antara 0.5 hingga 1.5 kali diameter Throat ($d_t$):

$$L \approx (0.5 \sim 1.5) \times d_t$$

Untuk desain Dhevils Ejector, kami menggunakan convergent-divergent nozzle untuk memastikan energi kinetik berpindah secara maksimal ke fluida suction.


Kelebihan dan Kekurangan Dhevils Ejector

Sebagai mekanik, kita harus jujur dalam melihat setiap teknologi. Berikut adalah evaluasi lapangan dari penggunaan Ejector di Waled Utara:

Kelebihan:

  1. Sederhana: Tidak ada bagian yang bergerak (no moving parts), sehingga jarang rusak.

  2. Instalasi Cepat: Pemasangan di flowline permukaan hanya memakan waktu hitungan jam.

  3. Optimasi Backpressure: Berhasil menurunkan backpressure pada sumur low inflow sehingga sumur bisa mengalir kembali secara kontinyu (tidak lagi intermittent).

  4. Ekonomis: Memanfaatkan energi "gratis" dari sumur bertekanan tinggi di sekitarnya.

Kekurangan:

  1. Ketergantungan: Sangat bergantung pada ketersediaan sumur motive. Jika sumur motive mati atau tekanannya turun, ejector tidak berfungsi.

  2. Efisiensi Rendah: Secara termodinamika, efisiensinya lebih rendah dibanding pompa mekanis.

  3. Sensitif terhadap Komposisi: Perubahan rasio gas-cairan (GLR) pada sumur motive dapat mempengaruhi performa hisapan.


Kesimpulan dari Lapangan

Implementasi Dhevils Ejector di Waled Utara membuktikan bahwa kreativitas seorang mekanik lapangan dapat memberikan dampak besar pada produksi tanpa harus mengeluarkan biaya investasi (CAPEX) yang besar. Dengan perhitungan nozzle dan jarak throat yang presisi, sumur yang tadinya hampir mati kini bisa memberikan kontribusi produksi kembali bagi Pertamina.


Tips  Dhevils Mechanic:


Semoga tulisan ini membantu menaikkan trafik blog Anda, Mas! Salam kuku hitam dari Dhevils Mechanic.

Postingan Populer

Kunci Inch dengan Kunci mm Dalam Dunia Mechanic

  Jika kita bekerja sebagai mechanic, toolkit adalah senjata kita dalam menyeleseikan suatu pekerjaan. karena dengan kelengkapan toolkit menurut saya 45% pekerjaan / troubleshoot dapat terpecahkan. Dan sebagai mekanik kita kadang menemukan ukuran bolt / nut yang berbeda - beda, ada ukuran dalam inchi, ada pula yang dalam ukuran mili meter. Seandainya kita paksakan mengunakan ukuran kunci tertentu, jutru tidak akan menyeleseikan masalah, tetapi malah menambah pekerjaan lainnya karena bolt atau nut yang kan kita kendorin akan slek atau rusak sehingga semakin sulit unitiuk kita lepaskan. atau bakan kunci yang kita gunakan akan rusak, dan hal ini elain menyusahkan waktu kita kerja juga akan menyusahkan di lain hari karena kita harus membeli kunci baru yang tidak murah harganya. Baca juga : Kehidupan di Offshore Platform  Fungsi Air Dryer Pada Air Compressor Korelasi Komposisi Gas dengan Air Fuel Ratio Perbedaan Prosedure Pembelian Gas Engine Dan Diesel Engine ...

Teory Pompa Kerja Pararel dan Pompa Kerja Seri

Pompa dapat kita pasang atau operasikan pararel atau seri, jika kita ingin menaikan qapasitas, pompa akan kita operasikan Pararel, dengan syarat Head pompa sama. Sedangkan jika kita ingin meanikan Head/ tekanan discharger pompa, kita dapat mengoperasikannya secara seri dan syartnya pompa ke 2 harus lebih rendah qapasitasnya, sebab jika sama maka akan ada kapitasi. Pompa pertama kita sebut pompa pengirim atau pompa utama, sementara pompa ke 2 kita sebut sebagi pompa Booster atau pompa peningkat tekanan. Dalam mendesain (pararel/series) pompa, jumlah 2 atau lebih pompa sentrifugal disebut dengan multiple centrifugal pump. Dalam mendesain multiple centrifugal pump ini utamanya adalah ketika melakukan instalasi,  sangatlah penting untuk memperhatikan hubungan antara kurva pompa (pump curve) dan kurva sistem perpipaan. (piping system curve). Efek dari menambahkan 2 buah pompa yang identik dalam rangkaian paralel dapat di lihat pada gambar grafik di bawah ini. Baca ...

Cara Leak Test (test kebocoran) dan Hydrotest pada Valve dan Bejana Tekan

Leak Test : Biasanya ini dilakukan pada reinforcing pad of opening, menggunakan udara. Kadang-kadang di-counter check dengan bubble soap. Sehingga sering disebut juga bubble test. Diaplikasikan pada semua peralatan yang mempunyai pads pada bagian pressure (PV, HE, Tank, dll). Bisa juga leak test dilakukan tanpa sabun. Material diinjeksi dengan udara bertekanan dan direndam dalam tanki air untuk beberapa waktu (digunakan dalam pengetesan fuel tank untuk forklift). Ini lebih efektif dibandingkan dengan sabun. Test ini juga dilakukan untuk pengecekan kebocaran pada blinded flange, flange joint (shell side to tube side joint), channel cover installation, dsb. Secara internal, diberi tekanan menggunakan udara – alternatif lain bisa menggunakan nitrogen (N 2 ). Pada tangki ada juga istilah leak test untuk roof dan bottom installation. Alatnya disebut Vacuum Box. Leak test tidak sama persis dengan pneumatic test. Pneumatic test itu bisa digunakan sebagai pengganti hydrotes...